Saturday, March 12, 2016

Bagaimana dengan Buka Kost?

Untuk Teman-Teman yang lagi mempertimbangkan bikin usaha Kost, dibawah ini check list nya yah...
Saya pribadi masih lebih senang berinvestasi ke saham dan properti tunggal (misal: rumah/apartemen kosongan yang bisa langsung disewakan), karena kalau bangun kost, saya dan suami belum punya waktu untuk memantau usaha tersebut, beda jauh dengan saham yang gampang sekali untuk dijalani, ibaratnya tinggal tutup mata dan beli juga bisa, karena investasi saham palingan cuma tinggal nunggu timing beli saat harga saham anjlok, lalu jual kembali saat saham/IHSG menguat :) Segampang & semudah ituuuhhh :) 

Tapi apa salahnya untuk menerapkan diversifikasi lho, artinya: dont put all of our eggs in one basket :) Jadi sebaiknya investasi disebar ke beberapa instrumen: saham, properti (kost, rumah, ruko, apartemen, tanah), bisnis, emas dll.

----

Check List Biaya Usaha Kost (kalau kurang mohon ditambahkan),

- Biaya IMB

- Biaya pengurusan sertifikat

- Biaya pembangunan Kost

- Biaya peralatan kamar:
(kasur, gorden, meja, lemari, AC dll)

- Biaya PBB tahunan

- Biaya Pajak bulanan (karena penyewa kost bayarnya bulanan)

- Gaji asisten/pembantu/satpam (optional) 

- Biaya kebersihan bulanan ke petugas sampah

- Biaya pasang listrik 1300 watt di masing2 kamar

- Biaya pemakaian air PAM bulanan

- Biaya service pembersihan AC (bila pake AC)

- Biaya pemeliharaan bangunan (kebocoran, pengecatan ulang, closet mampet, keramik rusak dll)

- Biaya PEST control & pemeliharaan anti rayap, tikus, kecoa, dll
(Update PEST control fee per Maret 2016: Rp 20.000-30.000/meter)

- Biaya Asuransi
(Karena yg tinggal di Kost adalah orang dengan bermacam-macam tabiat maka tidak ada salahnya kita mengasuransikannya supaya lebih terjamin, misal: asuransi kebakaran, asuransi bencana alam: gempa bumi, tanah longsor, kejatuhan pohon dll)