Monday, February 29, 2016

Friday, February 26, 2016

Sunday, February 21, 2016

BPN

FYI, situs BPN sudah bisa menyajikan pemetaan tanah mana yg SHM, SHGB, petok, dll, di seluruh Indonesia. Alamat aksesnya http://peta.bpn.go.id. Tapi sebelumnya harus register/ daftar dulu dan free. Selain itu kita bisa cek kebenaran berkas SHM, SHGB, dll, tanpa harus datang ke BPN hanya lewat portalnya saja, alamatnya : http://informasi-berkas.bpn.go.id/infoberkas/default.aspx.
Semoga bermanfaat.

Wednesday, February 17, 2016

To The Moon and Back #YogaSession









Pantai Belitung Timur









to the west side



Mystical Belitung





Danau Kaolin Panoramic



Danau Kaolin






Dari Ceger ke Cijantung :) #Love



La Famiglia











Aku dan Indonesia






Sejak aku belajar saham, aku jadi ngerti betapa pentingnya konsep cinta tanah air yg ditanamkan lewat perputaran uang dari dan untuk negeri sendiri. Dengan demikian, ketergantungan Indonesia terhadap modal asing diharapkan menurun... Misalnya simpel saja: beli saham, membeli produk dalam negeri, dan atau menghabiskan jalan-jalan di dalam negeri... 

Maka dari itu, sejak 2015 lalu, aku bertekad bulat untuk mulai menjelajah Indonesia dimulai dari Belitung!!! Hahahahah :) Intinya sih, Indonesia ini luas, banyak pantai dan gunung yg indah jadi gak perlu jauh-jauh overseas & buang duit banyak untuk menikmatinya... Kalau duit kita beredar di Indonesia, nah kan yg nikmatin juga saudara-saudara sebangsa kita sendiri bukan? 

Jadi kedepannya, inilah sumbangsih kecilku untuk nusantara :) 2016 akan dijalankan sesuai rencana: stick with the original plan: jelajah Indonesia sampe puas :) Sumatera, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua :) 

Bagaimana dengan agenda sumbangsih kamu untuk Indonesia?







Sunset, Pisang Goreng & Durian di Bukit Berahu :)









Henky Rumbino on Kompas TV Jan 2016


Underground stuffs always makes him happy :) 

Work hard in silence and let the success makes the noise :)







Tentang TNI dari Pak Jirman Huri


Banyak Yang Lupa kalau TNI Juga Hanya Manusia

Banyak yang lupa kalau pada saat bencana, TNI salah satu yang pertama kali turun. Jauh dari keluarga, berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan.

Banyak yang lupa kalau di perbatasan, TNI bersedia menjadi guru atau paramedik tanpa dibayar.

Banyak yang lupa, ada pula perorangan TNI yang menyelamatkan orang dari hampir terjadinya perkosaan, perkelahian, perampokan, atau pertengkaran. Semua kebaikannya lenyap ketika ada berita keburukannya.

Banyak yang lupa kalau di pulau-pulau terluar, TNI yang berjaga kadang harus jauh dari keramaian, makan dan minum seadanya karena tidak ada listrik di sana. Kadang kalau ombak tinggi, di beberapa pulau tertentu, mereka harus mengumpulkan air hujan untuk dijadikan air minum karena di sana tidak ada PDAM atau air mineral galon yang kadang selalu mereka impikan setelah berada di pulau itu berbulan-bulan.

Banyak yang lupa, kalau TNI pernah mengintersep pesawat terbang US di Bawean meski dari persenjataan kalah telak, atau menabrakkan kapal perang yang terbuat dari fiber ke kapal perang negeri tetangga yang terbuat dari baja, atau berjalan kaki patroli di hutan belantara perbatasan. Perang mereka pasti berani, tapi pertimbangan perang bukan hanya karena ego saja. Ada pertimbangan rakyat lebih banyak.
kami tidak pernah takut dengan ancaman luar. Jika pemimpin menginginkan perang, mereka akan perang. Jika diperintah maju, mereka akan maju. Itu amanat mereka .

Mereka tidak memiliki rasa takut meski alat mereka terbatas, kapal perang harus berpatroli bergantian karena BBM kami terbatasi, atau senjata mereka  sudah tua ketika senjata-senjata modern sudah berdatangan di negara tetangga. Tapi perang selalu berakibat seorang anak kehilangan ayahnya, seorang istri kehilangan suaminya, seorang ayah kehilangan anak prajuritnya. Untuk memutuskan perang dibutuhkan banyak pertimbangan. Bukan hanya takut atau berani. Tapi juga efek jangka panjangnya. Kalau berani, mereka akan selalu berani.

Banyak yang lupa, kalau salah satu operasi penyelamatan terbaik di dunia pernah dilakukan TNI ketika operasi penyelamatan sandera WOYLA. Penyelamatan di Mapenduma juga dipuji dunia. Di kalangan pasukan perdamaian, TNI juga dihargai karena profesionalitas dan keramahannya.

Banyak yang lupa kalau TNI menembak separatis, semua lembaga akan berteriak melanggar HAM, tapi giliran TNI ditembak separatis, bahkan dalam keadaan tidak bersenjata pun, tidak ada yang berteriak tentang HAM.

Banyak yang lupa, kalau TNI juga manusia. Punya rasa amarah, punya rasa ingin dihargai sebagaimana semua orang apa pun profesinya ingin dihargai. Akan tetapi, sebagaimana berbagai profesi, akan selalu ada oknum yang menyalahgunakan profesinya, tidak hanya TNI. Ada oknum-oknum yang tidak bisa mengendalikan dirinya. Tapi tetap bukan profesinya yang melakukannya, tapi orang dibaliknya.

Saya masih bangga dengan TNI di balik semua kekurangan dan kelebihannya.

NKRI HARGA MATI

Tuesday, February 2, 2016