Friday, April 10, 2015

Mau Pensiun Dimana?

Kemarin saya ngobrol panjang sama seorang teman yg sedang berangan-angan untuk pensiun di Singapore, dia sudah merencanakan jumlah tabungan beserta perkiraan biaya hidup disana sejak sekarang. Selama ini dia lahir dan besar di Jkta bersama suaminya, sehingga sudah puluhan tahun tinggal dipenuhi dengan kemacetan dan rutinitas ibukota yg padat. Dia juga merasa sumpek dengan kondisi Jkta yg lama kelamaan makin air-polluted dan dipenuhi dengan pusat perbelanjaan. Setiap weekend hanya dihabiskan dengan kunjungan dari satu mall ke mall yang lain, tidak ada taman luas untuk bermain seperti di US atau wisata alam seperti bahari atau pantai yang bisa dikunjungi. Sehari-hari hanya bertemu macet dan polusi. Sementara suaminya amat senang aktivitas outdoor seperti jogging dan naik sepeda. Sehingga mereka berdua merasa amat terobsesi dengan Singapore yg bersih dan ramah bagi pejalan kaki dan dimanjakan dengan transportasi umum yg mudah diakses.

Ketika sampai pada pembicaraan ini, saya pun masih berada pada kegalauan yg sama: dimanakah tempat hidup ideal bagi saya dan suami saat pensiun nanti? Saya punya beberapa alternatif dan sudah memikirkan hal ini sejak pertama kali nikah dengan Heng tapi sampai saat ini masih belum memutuskan acuannya ;) berikut analisa saya: 


1. Retired & Living in US

Saya dan Heng pernah tinggal dan bekerja di Phoenix, selama bertahun-tahun tinggal disana, kami juga menyempatkan diri untuk traveling ke berbagai kota, mulai dari east coast sampai ke west coast, sehingga kami sedikit banyak sudah mulai paham tentang seluk beluk kehidupan di US. Boleh dikatakan, kehidupan di US benar-benar nyaman, semua fasilitas kesehatan, transportasi dan kualitas hidup benar-benar enak... Mau apa saja ada, semua variabel terkontrol, aturan main jelas dan dijalankan dengan profesional. Banyak orang yg mengeluh dengan besarnya pajak yg harus dikeluarkan oleh pekerja di US tapi menurut kami, jumlahnya sesuai karena quality of life disana memang benar-benar nyaman, coba bayangkan: dimana lagi bisa hidup dengan jaminan kesehatan dengan pilihan rumah sakit beragam, harga rumah bisa dicicil hingga 30 tahun, mobil mewah pun terjangkau, sarana pendidikan dan informasi sangat mudah diakses, mau makan apapun bersih, mau Kuliner di pinggir pantai juga bisa... Semuanya ada dan menyenangkan ;) 

Hanya saja, pilihan untuk pensiun di US saat ini harus dieliminasi karena keluarga kami semuanya menetap di Indo dan kami berdua adalah tipe yg sangat sayang sama keluarga ;) Jadi gak sanggup kalau harus hidup berjauhan terlalu lama ;) Perjalanan LAX to Soetta ditempuh dengan waktu 16 jam saja hikzzz jauh banget kan... Itu kalau kita tinggal di Cali, nah gimana kalau misal kita tinggalnya di Phx, Co atau Nv??? Lebih jauh lagi kan ;(

Sehingga menurut kami, bekerja sementara waktu di US memang enak, bisa menjadi pilihan tetapi untuk saat ini, karena untuk menimba pengalaman, belajar banyak hal dll. Tetapi untuk pensiun disana sepertinya belum dulu ya ;) 


2. Pensiun di Singapore

Terus terang memang harus diakui bahwa Sinciapoh sekarang sudah menjadi negara maju, akses transportasi gampang, pusat hiburan dan olahraga beredar dimana-mana... Tapi entah mengapa, untuk saat ini saya merasa belom cocok dengan gaya hidup Singaporean yg mostly hidup diatas gedung pencakar langit, terkesan individualis dan hedonis. Walaupun memang tidak semua orang akan berlaku demikian tapi dengan semua kegemerlapannya, menurut saya Singapore cocok dijadikan tempat wisata belanja dan bukan untuk menghabiskan hidup di masa pensiun. Saya mikir, kalau pensiun nanti pinginnya bisa dekat dengan Papua dan melakukan aktivitas amal di tempat leluhur kami, dan Singapore masih terlalu jauh dari Papua ;(  

Berbeda dengan US: Singapore tidak punya mining business jadi nanti pasti Heng gak betah karena sudah pasti hidupnya akan lebih berguna bila bisa membagikan ilmu kepakarannya di bidang Tambang.

So for this time: bye bye Sinciapoh...


3. Pensiun di Australia 

Mining business memang sangat booming di Aussie dan punya banyak titik di berbagai area. Terlebih lagi, Heng punya banyak koneksi dan teman yg tersebar di hampir semua perusahaan tambang disana, so for us: getting a job in Oz is really easy especially Heng yg sudah berkali-kali diundang site-visit untuk Interview, nego gaji dan lihat suasana tambang disana. Heng juga beberapa kali mengajak saya ikutan berkunjung ke Oz dan to be honest, kualitas hidup di Oz memang enak, hampir sama dengan US, semua teratur dan predictable. Letaknya yg dekat dengan Indo juga merupakan hal yg baik... 

Sebenarnya, kami belum pernah berangan-angan untuk pensiun di Oz tapi bisa juga menjadi satu pertimbangan. Kami belum memikirkan detail biaya hidup dll tapi dengan maraknya mining company dan letaknya dekat dengan Indo maka negara ini boleh juga sih ;) Terutama Brisbane yg kotanya indah dekat teluk dan menurut kami merupakan perpaduan antara San Francisco dan Jayapura ;) 


4. Pensiun di Jakarta

Kota ini kelahiran saya dan walaupun awalnya Heng merasa asing tapi justru sekarang malah dia yg paling betah tinggal disini hahhahahah ;) Biar kata si kota Jkt ini: udah sering kita maki-maki sejuta sumpah serapah karena macet, sumpek, sumuk, kumuh, air-polluted and whatevaaa tapi teteup aja ya makkk kita gak pernah kapok untuk kembali.... Bahahahahah ;) Semoga tahun-tahun mendatang ada banyak improvement terutama di bidang transportasi dan planologi... Amin...


5. Pensiun di Serpong

Ini kota yg ideal untuk pensiun karena suasana belum terlalu padat, akses transportasi banyak, row jalan besar-besar, perbankan lengkap, dekat dengan bandara Soetta, fasilitas kesehatan pun banyak pilihan, kuliner dan hiburan dimana-mana, tapi mining company biasanya berkutat di area Jaksel nah kalau macet di tol itu gimana ya? Bisa naik kereta sih... Tapi semoga kedepannya ada improvement dalam hal penambahan gerbong kereta, penambahan armada angkutan umum, menambah ruas tol ke pusat bisnis di Jaksel/Jakbar dll Pokonya perbaikan transportasi ;) Amin!


5. Pensiun di Bogor

Bisa menjadi pilihan karena udaranya sejuk, harga bahan makanan murah, penduduk sekitar penuh keramahan, fasilitas olahraga banyak, tapi perlu ditanyakan kembali tentang: akses ke bandara, fasilitas kesehatan dan mining business ;) 


6. Pensiun di Bali

Boleh juga ide ini karena saya punya rencana buka usaha di Bali, selalu suka suasana Bali, bisa yoga dan ke pantai tiap hari, tapi yg masih menjadi concern adalah: mining company untuk Heng & letak kedekatan dengan keluarga inti kami ;) 


7. Pensiun di Jayapura/Sentani

This is a good idea, saya gak keberatan menetap di kota ini karena saya suka ambiencenya yg tidak terlalu padat, udara bersih, banyak pantai indah, ikan dan sayur selalu segar... Akses perbankan juga amat sangat bagus. Di Jayapura sudah banyak bank yg beroperasi: Bank Papua, CIMB Niaga, Bank Mandiri Prioritas pun ada, BCA, BRI, BNI, semua lancar jaya ;) Oh sebagai tambahan: di Timika bahkan sudah dibuka jaringan baru yaitu Bank Panin, Bank Mega dan Bank Muamalat... Asik banget ya... Kini memanfaatkan jasa perbankan di Papua dalam mengajukan KPR, berinvestasi, membuka rekening, deposito atau membeli reksa dana dan saham sudah semakin mudah ;) 

Tapi terus terang, saya masih concern dengan apakah ada fasilitas kesehatan yg memadai dikelola secara profesional dengan pilihan dokter spesialis yg berkualitas? Gak lucu kan nanti saat kita sudah tua malah harus sering bepergian ke kota lain hanya untuk berobat? 

Saya sangat berharap semoga akan ada improvement di bidang kesehatan untuk wilayah Indonesia Timur, semoga Pemerintah, Pengusaha dan kita semua bisa memikirkan dan mengambil bagian dalam mewujudkan berbagai pusat kesehatan seperti RS Jantung, RS Spesialis Penyakit Dalam, RS Kanker dll bukan hanya ada di Jawa tapi ada juga di ujung Indonesia... Amin...

---

Jadi kesimpulannya, saya dan Heng masih mencari kota pensiun dengan kriteria:

- fasilitas kesehatan dengan pilihan dokter spesialis yg berkualitas 

- fasilitas transportasi publik / highway yg memadai

- proximity to our families

- access to mining business 

- kesempatan beramal untuk Papua

- kualitas hidup: udara segar, fasilitas olahraga, kuliner dll

Demikian ulasan saya... Now you tell me, where would you like to retire?