Friday, April 3, 2015

Informasi dalam Genggaman Tangan

Bulan Januari lalu saya memutuskan untuk menutup akun Path. Banyak teman yg menanyakan kenapa saya melakukan hal tersebut karena saat ini, aplikasi jejaring sosial Path sedang happening banget. Sebenarnya alasan saya simple saja, berikut penjabarannya: 

- saya ingin memaksimalkan fungsi HP sebagai sumber informasi, beberapa bulan terakhir ini, saya telah mendownload banyak aplikasi di HP misal: rumah.com untuk memantau harga properti incaran, dan juga aplikasi stock watch untuk melihat pergerakan saham, sehingga jumlah media sosial harus mengalah untuk mendapat ketahanan baterai. 

- aplikasi Instagram menurut saya lebih memberikan banyak informasi dibanding Path karena hanya dengan mengetik hashtag tertentu maka gambar yg hendak dicari akan tampil secara automatis di layar HP yg bersumber dari berbagai belahan dunia bahkan banyak gambar tidak bisa di-retrieve Google dapat dengan mudah terpampang dari Instagram. Misalnya: saya amat senang mencari tau tentang trend terbaru di bidang #fashion, #culinary dan #traveling maka hanya bermodal hashtag saja saya sudah mendapatkan update terbaru dari seluruh dunia. Berselancar di Instagram merupakan hiburan tersendiri bagi saya karena gambar dan visualisasi yg disuguhkan menjabarkan hal yg nyata, coming from real people & real life. Di Instagram mau cari apa saja ada ;) 

- Selama ini saya telah mendokumentasikan banyak foto & kenangan perjalanan hidup di Facebook & Blogger, sehingga akun Path rasanya kurang bisa diandalkan untuk mengumpulkan semua memori, karena tidak memiliki fitur "album" sehingga upload foto harus dilakukan satu persatu... Ide pendokumentasian foto sepertinya menjadi terlalu instan di Path. Belum lagi, aplikasi tsb yg menyedot banyak Megabyte dan jaringan yg sering macet sehingga lama kelamaan saya makin malas membuka aplikasi Path.

- Sejatinya, akun Path diperuntukkan kepada orang yg hubungannya dekat dan bisa dapat mengetahui kegiatan masing-masing termasuk akses untuk melihat aktivitas private masing-masing individu. Tetapi jujur saja, saya termasuk tipe orang yg tidak peduli dengan apapun hal yg terjadi diluar sana. Apabila terdapat kejadian baik/buruk yg menimpa para sahabat saya, alangkah lebih baik bila saya memanfaatkan teknologi dengan menelepon atau bertemu secara langsung, mengirimkan bunga atau kado sebagai ekspresi rasa sayang dibanding hanya sekedar keep in touch via media social belaka...

- Semua teman baik saya terhubung di jaringan Facebook, beberapa ada yg juga memiliki akun Path, sehingga merupakan redundancy bila saya mendapat konten berita yg sama tapi harus mendownload 2 aplikasi sekaligus. Di Facebook terdapat fitur untuk filter friends menjadi close friends yg hampir sama dengan Path, kita bisa mengatur siapa saja yg bisa melihat status/upload-an postingan kita.

- Terlalu banyak memiliki akun bisa berakibat buruk, yaitu menjadikan manusia sebagai budak medsos... Saya tidak mau menjadi orang yg seperti itu. Interaksi langsung dengan ketemuan, nelpon & SMS untuk orang tersayang lebih penting nilainya dibanding hanya sibuk seharian memperhatikan timeline orang dari satu medsos ke medsos yg lain... Buang-buang waktu menjadi budak medsos untuk apa? Tidak ada untungnya samsek...

- Aplikasi Twitter sengaja tidak saya tutup karena banyak mengandung informasi dari berbagai industri. Saya follow akun Toyota & MB Indonesia untuk update perawatan & harga mobil. Saya juga follow banyak akun pialang saham sebagai tambahan market review. Lalu ada juga akun promosi yg saya follow dari berbagai Mall di Jkt & akun kartu kredit BCA, Mandiri, Niaga untuk mendapat update diskonan, mid-nite sale, promo kuliner dll. Tak lupa, untuk kesenangan pribadi saya juga follow akun berita traveling & kata-kata mutiara dari pemuka agama yg selalu seru untuk diikuti ;) 

- Alasan terakhir: saya amat selektif memilih & mendownload aplikasi di HP karena saya menghindari malware yg biasa terselip dari berbagai aplikasi online. Hacker bisa masuk membaca informasi pribadi kita yg terhubung via email dsb. Jadi harus tetap hati-hati. 

---

Mari sama-sama berlaku bijak dalam memanfaatkan teknologi. Fasilitas internet hendaknya digunakan semaksimal mungkin untuk hal-hal yg bermanfaat bagi masa depan kita...