Tuesday, December 2, 2014

senin-kamis


pas doa subuh tadi pagi sama Heng, aku dapat hikmat tentang berdoa, berkat dan penyertaan Tuhan... selama ini aku selalu usahakan berdoa subuh berdua dengan Heng dan lalu doa malam menjelang tidur dan aku selalu usahain tiap malam seletih apapun badanku, harus ada doa yang jujur, intim, terbuka, apa-adanya sama Tuhan... 

sebenarnya aku bukan orang yang fanatik beragama tapi pada tiap-tiap hari aku selalu melihat welas-asih dan anugerahNYA jadi I'm so thankful with all of his mercy, salah satu wujudnya adalah dengan mengucap syukur dalam doa... 

back to my prayer this morning, aku membayangkan, sepertinya amat sangat tidak etis (dan tidak beretika sopan santun) bila kita berdoa hanya sekenanya saja, misal doa yang tidak sungguh-sungguh, bicara asal-asalan, saat malam tiba dan saat letih menyapa, rasanya sudah pingin cepat-cepat tidur dan lupa dengan mengucap syukur kepada Sang Khalik Pemberi Hidup...

aku pun begitu, kadang saat malam lupa berdoa maka ketika bangun pagi aku merasa amat bersalah karena tidak sempat berdoa :( padahal di keseharian, Tuhan tidak pernah memperlihatkan kasihNYA secara Senin-Kamis saja tetapi setiap hari, setiap jam, setiap waktu... maka aku berpikir, bila Tuhan begitu baik terhadapku, mengapa tidak aku melakukan pengucapan syukur secara rutin, kapanpun itu, pagi, siang, sore, malam, subuh dan di waktu kapanpun semau hatiku, sesuka inginku, sesering dan semampu ragaku... 

intinya hanya satu; aku ingin Dia tau bahwa aku akan selalu berusaha mendekat dan mengucap syukur padaNYA...