Tuesday, December 2, 2014

istri pemimpin 101


aku mendapat banyak sekali pernyataan tentang bagaimana mencari suami yang baik hati, menciptakannya menjadi pribadi yang hebat dalam pekerjaan, menjadikannya pemimpin yang legendary dan taat agama. banyak juga yang beranggapan aku sangat beruntung mendapatkan Heng sebagai suamiku. 

jujur aja, aku sering bingung ditanya hal-hal seperti itu, di satu sisi aku merasa bahwa I'm just a lucky gal dan kadang bertanya kepada diri sendiri kenapa Tuhan memilih aku? di sisi lain aku merasa bahwa perjalanan menuju puncak menjadi pemimpin tidaklah mudah, banyak faktor menjadi penentu didalamnya... 

aku menuliskan beberapa corat-coret pengalamanku dalam folder: istri pemimpin 101 sebagai bahan pelajaran dan renungan bersama, bila dulu ketika aku kuliah di South Mountain College Arizona ada mata kuliah Leadership 101, Management 101 atau English 101 maka kali ini aku akan share pengalamanku selama mendampingi Heng... folder ini nantinya juga akan sebagai pengingat bagiku supaya ketika aku sedih, galau dll bisa kembali back on track setelah membaca tulisanku kembali ;) 

pada keseharianku sebagai istri, aku selalu berusaha untuk selalu memegang teguh rasa hormat, privacy dan confidentiality pada pekerjaan yg dilakukan suamiku. bila ibu-ibu lain senang membahas pekerjaan suami di rumah bersama mereka, aku lebih memilih bersikap acuh, aku tidak terlalu ingin tau dengan kerahasiaan dalam pekerjaannya karena bila aku tau terlalu banyak, hal ini akan berdampak tidak baik bagi suamiku. bila Heng ingin bercerita berkeluh kesah maka telingaku dan hatiku selalu siap mendengar dan memberi saran tetapi keputusan selalu ada padanya dan aku selalu berusaha untuk tidak terlalu mencampuri urusan pekerjaannya. walau bagaimanapun juga, Heng lebih mengenal keputusan yang sudah/sedang/akan diambilnya dan aku sangat menghormati hal itu... 

aku juga tidak suka bahas dan buka-buka email kantor atau SMS atau HP suamiku karena aku percaya padanya dan menurutku segala macam tindakan kepo pingin tau itu bukan respect namanya... kalau seorang cinta ya cinta aja, tidak perlu dimonitor dan dipantau terlalu keras juga namanya cinta ya cinta aja... ga perlu jauh kemana-mana, bila memang cinta ya tentu komitmen adalah segalanya dan dia pasti bisa menjaganya...

aku juga tidak suka melarang suamiku untuk melakukan aktivitas yang dia sukai, walaupun pada beberapa hobinya itu aku keberatan misalnya fotografi sampai keletihan tapi kalau dia suka ya silahkan aja, karena prinsipku sama seperti yang sudah aku jelaskan diatas: kalau cinta pasti akan selalu menjaga komitmen ;) 

Other thing is that I baby my husband every day coz I know he's been so busy at work taking care of others so inside the house with me, I treat him like a king ;)

terlebih dari semuanya, Tuhanlah yang menjaga dan menjadi nakhoda rumah tangga sehingga semua arah dan tujuan harus selalu diserahkan kepadaNYA... aku pun demikian