Tuesday, July 15, 2014

a thought


Beberapa bulan lalu saya bertemu dgn seorang teman lama & iseng menanyakan pendapatnya ttg Alexandria. Secara spontan dia berkata bahwa ponakan saya terlihat 'Papua banget', 'Hitam' & 'Keriting'. Setelah itu, tak ada tambahan apapun dari bibirnya. 

Teman saya bermukim di Jkt (yg notabene adalah melting-potnya Indonesia) & berprofesi sbg pendidik, tentu saya berharap kata-kata yg dikeluarkannya bersifat lebih santun secara psikologis. Saya cukup terkejut dgn reaksinya, tapi saya juga tdk bisa memaksakan kehendak orglain about like/dislike. 

Ditengah isu dunia yg sedang mendengungkan anti diskriminasi, ternyata masih banyak org dgn cara berpikir spt itu... 

Pastinya komersialisasi telah menggerogoti mindset setiap perempuan Indonesia bahwa yg cantik adlh si kulit putih, si rambut lurus & si badan kurus. Saya & ribuan perempuan hitam keriting lain telah menjadi korbannya. 
Ketika menikah dgn Heng, tinggal di Arizona & melihat betapa banyaknya Afro Gals going natural embracing their own uniqueness, barulah saya berhenti rebonding & tak lagi memakai pemutih kulit. 


Amat berharap, Alexa (dan gadis kecil lain) tak perlu terlalu lama utk menyadari bahwa they are pretty in their own way... Dan bilapun satu hari nanti Alexa bertemu dgn org-org tipe begitu, kiranya selalu diberikan hati yg besar utk mengerti bahwa perbedaan akan selalu ada, tetapi like/dislike tidak akan merubah rupa-rupa potensi & keunikan yg ada dalam dirinya...