Thursday, May 22, 2014

Refleksi Bulan Mei & Pertemanan



Ada apa dengan bulan Mei dan hubungan pertemanan saya ya? Bulan ini kok saya diberi banyak pelajaran tentang hal ini secara berturut-turut ya...

Pelajaran pertama: galau dan akhirnya memilih untuk letting go of a good friend yg memang karena pada kenyataannya saya harus menerima bahwa teman saya tsb sudah tidak lagi menunjukkan keseriusan untuk menjaga hubungan kita. Letting go bukan berati bermusuhan, letting go bukan berarti saling membenci, bukan pula melingkupi diri dengan negative thoughts... Letting go is simply talking about having a personal space and believing that everything will be alright karena masing-masing kita sudah tidak lagi memaksakan kehendak.

Pelajaran kedua: mengevaluasi diri kenapa beberapa teman yg dulunya sering kongkow bareng malah sekarang yg menjadi sumber utama kegalauan hati ;) Akhir-akhir ini, saya memiliki kejenuhan yg luar biasa terhadap teman-teman di jobsite. Saya bosan dengan pembicaraan yg itu-itu saja, bosan dengan topik keluhan yg itu-itu saja, bosan dengan subjek gosip yg bahkan selalu sama pada 3 tahun terakhir. Dan seperti yg telah kalian ketahui, jurus terakhir yg saya pakai adalah: MENGHINDAR... Saya tidak lagi hang-out dengan mereka, tidak lagi makan siang bersama seperti yg sudah-sudah, dan selalu menolak dengan ajakan apapun yg mereka tawarkan... Kejenuhan telah membuat saya kehilangan semangat dan kemunafikan telah membuat saya muak... Untuk apa duduk bersama with a friend yg memperlakukan kita sebagai one of their enemies? Terminologi Frenemies harusnya sudah tidak lagi dipakai di tahun ini, asal tau saja: 2014 is a horse year, a year that should be filled with hard work and positive energy... So there's no need to overthink or spread about negativity Gal... 

Dan akhirnya daripada berbusa-busa menjelaskan tentang ini, atau berperang melawan emosi dan menunjukkan siapa yg salah dan siapa yg benar, saya hanya bisa menghindar dan menolak. Saya memutuskan untuk tidak lagi memberikan diri saya menjadi korban kegalauan pada hubungan pertemanan yg diwarnai oleh bumbu bumbu kemunafikan. Cukup sudah...

Pelajaran ketiga: diberikan pengingat oleh Tuhan bahwa walaupun banyak teman yg bikin saya galau, ternyata masih ada yg ingin mempertahankan memori "The-Good-Old-Days" dalam hubungan pertemanan kita. Salah satunya adalah my long time bff since Puteri Indonesia. Terima kasih Mely yg sudah capek-capek meluangkan waktu untuk mengirimkan scarf & cokelat dari New Orleans... It means a lot to me, Gal!!! Memang harus diakui bahwa beberapa teman tak bisa begitu saja pergi dari hidup kita tanpa meninggalkan jejak, karena hubungan pertemanan mengandung muatan perasaan yg dalam, layaknya hubungan percintaan. Sehingga saya harus percaya sebuah pepatah bahwa walaupun people come and go, but true friends stay close to each other... Berarti yg namanya teman sejati yah dia akan selalu ada, sekalipun waktu dan jarak memisahkan ;) Dan orang-orang seperti Mely akan selalu ada, di dalam hidup saya dan tentunya juga dalam hidup kalian ;)