Saturday, May 17, 2014

maybe it's time for letting her go...


I've been so very familiar with what they said: "people change..." 
Yes, ofcourse but I just didn't figure it out until today... 

Even me, I am changing, a lot... and silly me for not preparing myself to see that other people too, changing...

reality bites, reality sucks! Yesss and it hurts so bad...

---

Seperti yg sudah sering saya ceritakan kepada kalian bahwa sebenarnya saya selama ini sama sekali gak pernah punya masalah yg berarti dengan Mister-Busy-Man, pada tujuh tahun kebersamaan kami, tentunya tingkat toleransi dan tingkat tepo seliro antara kita berdua sudah mencapai Mokhsa ;) Sehingga hal yg justru bikin saya sensi, bukanlah datang dari Heng tapi dari orang lain, misalnya dari sahabat atau orang yg tidak kami kenal namun keberadaannya justru bikin puyeng ;) 

Dan seperti yg juga sudah sering saya katakan dan kalian lihat, bahwa saya ini manja dan egois dalam berteman, memang betul adanya... Kalau boleh jujur, untuk mempertahankan persahabatan, saya rela bela-belain ini itu demi hubungan baik... Karena biasa hidup merantau, jauh dari kakek-nenek, paman-bibi, sepupu dsb, pastinya keluarga terdekat kita adalah sahabat dong yah... 

Kebetulan, saya ini tipe yg penyayang, jadi kalau sudah sayang sama sahabat ya sayangnya jadi sayang banget... Kadang malah seperti pacar, ada rasa cemburu kalau sahabat saya itu lunch dengan orang lain tanpa ngajak-ngajak, ada juga rasa marah kalau sahabat saya itu disakiti oleh orang lain, dan tentunya ada rasa kangen kalau sudah lama gak ketemuan, pokonya ya sayang banget deh ;) 

Sebagai informasi kepada kalian, for the past 12 months, I've been struggling to let go a good-good friend of mine coz she has decided to move to Jakarta. We've been friends for quite long and spending most of our time together in this mining town (almost every single day) and this separation had break my heart so bad that I almost cried every nite in front of Heng - whom ofcourse would laughing out loud at me (realizing how silly his wife is...) 

I even write her a letter which i still keep it inside my agenda saying how devastated I am after she's leaving me alone in this town... I even cook her fave dishes when she's back in town to do some business, asking her to have lunch with me every day, texting her about going church together, asking Heng to drop her from-to-the-church and pretending she doesn't leave like what we had at the good old days... I know it sounds stupid but we woman sometimes do stupid things no? 

Dan sampailah saya pada hari ini... Hari dimana saya memang harus bangkit dari ke-mellow-an ini... Bahwa saya harus melupakan semuanya, bahwa people change, bahwa people come and go, bahwa sekalipun dia pergi, pasti akan ada orang lain yg datang untuk menggantikannya, bahwa this is it... 

Bahwa it is time for letting her go... Bahwa dengan atau tanpa dia, hidup saya harus tetap berjalan, bahwa sekalipun saya bersedih, keadaan ini tak akan merubah apapun... Bahwa saya memerlukan semua kenyataan pahit ini sebagai shock therapy untuk jiwa saya, bahwa mengingat kejadian masa lalu mungkin akan membantu saya untuk bergerak lebih cepat menuju masa depan... Bahwa saya tidak perlu mengerti lebih dalam, namun hanya butuh melepaskan... 

Saya hanya perlu melepaskannya dengan lapang dada, tanpa dendam, tanpa sedih, tanpa apapun...

Bahwa simply, it is time to let her go...