Thursday, April 3, 2014

Tentang Saya, Traveling & Heng ;)


Baru kembali ke tanah air, komentar dan sapaan yang saya terima dari teman-teman isinya selalu sama:

 "Nisyeeee aduhhhh kamu kok enak banget sih kerjanya cuma jalan-jalan melolo!!!" 


Oww-oww masa sih... Jadi kalau boleh jujur, sebenarnya saya gak begitu hobby traveling (aneh khan?), lahir dan besar dari keluarga TNI AD (yang bila dipelesetkan berarti: Terima Nasib Ini Apa ADanya) membuat saya biasa hidup prihatin walopun juga tiap hari berkecukupan tanpa kekurangan sandang, pangan & papan tapi selama ini, ide traveling paling jauh bagi saya hanyalah ke Bali dan Lombok ;) Maklum deh anak kolong, terbiasa pindah sana-sini ikut tugas orang tua... Tohhh itu kan namanya juga jalan-jalan (antar kota antar propinsi) walaupun baru di dalam negeri saja ;) Dulu, sebelum menikah dengan Heng, bagi saya ide untuk traveling overseas hanyalah sebuah kemewahan yang mungkin masih lama akan tercapai... Saya sendiri sudah cukup puas dengan pengalaman menemani Papa dinas dan tinggal berpindah-pindah tempat setiap tahun ke Bandung, Makassar, Manado, Serang, dan Papua. Dengan banyaknya perpindahan dinas dari Papa, saya cukup bangga dengan wawasan per-traveling-an saya ;) Dan sangking easy-to-pleased nya saya diajak jalan sama Heng ke Jogja saja rasanya sudah sangat bersyukur ;) 

Prinsip saya memang aneh, urusan traveling berada di list paling bawah dari hal penting lain yang perlu saya lakukan, misalnya: daripada buang-buang uang mendingan ditabung, masukin reksadana & dibelikan properti atau emas saja ;) Saya tidak hobby traveling, karena tidak terlalu suka menghabiskan uang hanya untuk kesenangan/kepuasan yang sifatnya hanya sesaat, misalnya masuk wahana ini-itu seharga ratusan dollar demi menikmati roller coaster / bungee jumping etc yang hanya mendatangkan kepuasan sehari saja. Atau daripada jauh-jauh menghabiskan uang ke luar negeri mendingan saya belanja barang-barang yang berguna untuk kehidupan saya & keluarga sepuasnya di Jakarta hahahahahay *_* Alesan saya aneh banget ya ;) 

Karena Heng sudah tau nih gelagat saya kayak gini makanya setelah nikah, dia langsung boyong saya ke Phoenix dan ajak saya putar-puter obrak-abrik Amerika hanya demi memuaskan rasa ingin travelingnya juga ingin menjelajah sampai ke pelosok Paman Sam dan katanya sih saat kita merantau, kita belajar hidup dan menjadi pribadi yang menghargai kehidupan...

Nah boleh dikatakan, selama ini saya sering jalan sana sini karena menemani Heng yang doyan jalan. Jangan kaget, karena dia memang high-traveler sejak masa kuliah, jurusan yang dia ambil saat kuliah dulu nih: Tambang Eksplorasi, jadi darah explorernya emang sudah eksis sejak muda *_* dan makin menjadi-jadi tiap tahun. Heng juga hobby fotografi sehingga setiap kita jalan, selalu banyak ide jepretan foto di berbagai spot di belahan dunia ini. 

Sejak menikah dengan Heng, saya mulai terekspose dengan dunia tambang yang akhirnya juga menyeburkan saya sekaligus dalam segala macam dunia per-traveling-an ini ;) Selain jalan-jalan vacation biasa, alasan lain yang juga maha penting adalah menemani company business alias tugas dinasnya Heng (entah untuk study banding, Mine Visit, Mining Tour, komparasi alat berat, atau apapun yang urusannya berhubungan dengan Tambang) dan akhirnya saya pun ikutan bersamanya indehoy dan susah-senang sama-sama ;) 

Dari perjalanan 7 tahun kami bersama-sama, hanya benua Afrika saja yang belum kami kunjungi ;) Walaupun tidak terlalu hobby traveling namun saya amat menikmati semua perjalanan liburan yang kami lalui bersama, setiap kota (baik di dalam negeri atau di luar negeri) selalu memberikan pencerahan bagi kami berdua, tak terkecuali dengan trip ke Eropa pada pertengahan maret lalu ;) Menghabiskan 2 Minggu di Eropa bersama dengan orang yang kita sayang merupakan peristiwa yang amat menyenangkan! Dan walaupun saya selalu mengatakan bahwa saya tidak begitu hobby traveling, adalah kebohongan bila saya tak mau mengakui betapa nikmatnya perjalanan demi perjalanan yang telah saya lalui berdua dengan Heng ;)

Beberapa waktu lalu saya banyak mendapat pertanyaan: 

"Gimana caranya traveling tanpa menghabiskan banyak uang?" 

"Situs traveling apa yang terpercaya?"

"Apa kalian suka traveling back-packer?"

"Gimana cara yang gampang apply visa US & Eropa?" 

"Gimana cara traveling yang aman tanpa kehilangan barang?"

"Gimana caranya kelihatan cantik saat traveling sehingga bisa ambil foto narsis yang enak dipandang?" 

---

OK baik, saya coba jawab satu persatu ya... Seperti yang sudah berulang kali saya jelaskan diatas, saya adalah tipe orang yang tidak suka menghamburkan uang demi kepuasan sesaat. Sehingga pada setiap ajakan traveling yang ada, saya selalu memastikan apakah:
 1. Kondisi keuangan keluarga memungkinkan?
 2. Apa tujuan, faedah, manfaat & kegunaan yang dapat dipetik dari traveling ini? 

Berangkat dari 2 hal tersebut maka saya dan Heng bisa mengambil keputusan apakah kita jadi traveling atau memilih untuk tinggal di rumah. Kebanyakan dari alasan kami berdua adalah ketika traveling, kami sama-sama ingin melepas kejenuhan dan rutinitas yang tiap hari mendera dalam pekerjaan. Semakin hari, seiring dengan promosi, tanggung jawab kerja dan load pekerjaan Heng yg semakin menggila, rasanya bepergian selama beberapa waktu terbukti ampuh dalam menghilangkan stres dan membuat performa kerja kembali membara... Karena alasan tersebut maka pada beberapa kasus, liburan bukan lagi kami pandang sebagai kebutuhan tertier/sekunder melainkan sebagai kebutuhan primer yang harus segera dilaksanakan, sehingga kami pun sengaja mengalokasikan sejumlah uang dari pendapatan kami dan membuat pos khusus untuk pengeluaran liburan ;) Perlu diketahui juga, kami tidak pergi liburan fancy atau ke luar negeri tiap bulan... Walau memang kami membutuhkan liburan namun hal ini tidak perlu dilakukan sering-sering bukan? Lagi pula, kegiatan yang dilakukan secara terus menerus pasti juga akan memberikan efek jenuh. Intinya, setelah dana siap, maka liburan baru boleh dilakukan dengan syarat, tidak melebihi jumlah yang telah disepakati. 

Selain itu, kebiasaan lain yg saya lakukan sebelum liburan jarak jauh, adalah: terlebih dahulu mempersiapkan sejumlah uang yang ditinggalkan untuk orang tua dan adik adik handai taulan sekalian sebagai kompensasi karena mereka belom dapat join dengan kami. Kompensasi lain adalah, saya dan Heng selalu membeli oleh2 cinderamata bagi keluarga, teman baik dan kolega. Bahkan beberapa koper sering penuh dengan isi hanya berupa barang oleh2 saja. 

Pastikan dulu, kamu sudah memiliki dana pensiun, dana investasi masa tua & dana darurat sebelum melakukan traveling yang jauh dengan jangka waktu yang panjang. First thing first: Secure your money for the future, stick to the designated budget & have yourself a lil fun...

Lanjut ke topik berikutnya. Situs terpercaya untuk traveling yang paling banyak saya dan Heng gunakan adalah: Trip Advisor, Lonely Planet & Agoda. Kami banyak mendapatkan insight perihal bagaimana cara & gaya hidup masyarakat setempat dari ke-3 situs tersebut. Setiap traveling, saya & Heng selalu berusaha avoiding any touristy area coz we wanna learn how the local live plus we don't like crowdedness & busy situation... Banyak-banyaklah browsing tentang daerah yang akan dikunjungi, perkaya diri dengan banyak membaca dan tentu saja, nikmati seluruh prosesnya ;) 

Lanjut ke topik berikutnya: back-packer. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada para back-packers, sejujurnya saya tidak bisa (dan juga tidak mampu) melakukan traveling dengan tingkat penghematan yang tinggi, serba pas-pasan dan atau harus irit sana-sini... Kalau uangnya belum cukup untuk beli tiket pesawat yang punya kabin luas, mending tunda saja dulu daripada harus maksa perjalanan berjam-jam kempit-kempitan kaki, makan seadanya di atas pesawat & seblahan dengan orang yang jarak bersinnya hanya 5 cm dari hidung kita ;) Saya tidak sanggup demikian sodara-sodara ;) Kalau di tempat tujuan hanya mampu tinggal di penginapan murah meriah dan nginap dempet2an dengan kualitas kamar buruk, mendingan sabar aja nabung dulu biar afford untuk ambil room yang bagus & nikmatin viewnya. Kalau nanti di tempat liburan tiap hari hanya mampu makan pop-mie hasil bawaan dari Indonesia mah menih tunggu bulan depan atuh saat tabungan sudah mencukupi, tanggung kan pas sampai tujuan tapi gak sempat nyobain makanan khas setempat atau kalau tiap hari makan McD & chinese food kan malah nanti kena sembelit plus sariawan karena kebanyakan MSG lho... Gak mau akhhh.... 

Bukan berarti juga tiap traveling harus jor-joran bergaya jet-set nan eksklusif kesana kemari. Tapi perlu diingat bahwa kenyamanan itu perlu modal dan melakukan ritual liburan itu adalah untuk seneng, bukan bawa diri untuk susah dan sengsara kan ;) bagi saya, Vacation time adalah saat kita untuk relax menenangkan dan menentramkan jiwa raga, bukan saat untuk bersusah-susah raya di kota lain ;) 

Tetapi apabila rasa berkorban dan rasa keingintahuanmu lebih besar dari rasa ingin nyaman, tentu saja opsi back-packer bisa jadi cocok untukmu... Kalo kamu memang pingin dan gak keberatan sih gpp lho, yang penting enjoy aja kan!!!

OK lanjut ke topik visa US & Schengen. Hmmmm ini susah susah gampang ya jawabnya. Kalau masalah visa US memang ada beberapa teman yang susah dapatnya karena sering ditolak. Tapi jaman sekarang kan jaman teknologi, bisa browsing yg banyak di Internet dan cari tahu lebih dalam dari orang orang yang mempersiapkan diri dengan baik dan lulus mendapatkan visa US tsb. Coba lagi dan coba terus ya! Saya sendiri gak pernah mengalami masalah penolakan visa US karena Heng kan kerjanya di salah satu perusahaan Amerika & saat apply visa tinggal ikut American Chamber (list gabungan perusahaan Amerika di Indonesia) biasanya interview dilaksanakan tiap hari Rabu di US Embassy. 

Kalau Visa Schengen seru nih! Saya dan Heng pernah ditolak oleh kedutaan Jerman yang berlokasi di LA. Jadi saat itu, visa kerja US punya Heng memang sudah expired, tapi karena emang kita mau pulang ke Indo for good ya ngapain kita perpanjang itu Visa & balik lagi ke Phx, mendingan langsung pulang Indo aja (tapi mampir ke Eropa dulu dari NY) tapi ya karena entah lagi sial atau emang syaratnya gitu, jadi ditolak deh sama Kedubes Jerman. Akhirnya setelah dinas dari Phx ya kita gak jadi ke Eropa tapi puter-puter dan obrak-abrik USA dari Miami, Orlando, DC sampe ke NYC ;) Sampe sekarang saya jadi males mau ke Jerman lagi. Mungkin masih bete karena penolakan visa kemarin ya?!? Lagipula, kalo gak kepepet banget ya ngapain sih kesana? Masih banyak negara tujuan lain yg lebih unik dan cantik kok, misalnya: Skandinavia, Eastern Europe, Athens atau Morocco! 

Anehnya, kemarin sebelum ke Paris, permohonan visa schengen saya & Heng 
amat sangat mudah tuh dibantu oleh agen tanpa repot sana sini hanya datang ke Kuningan untuk cap jari selama 10 menit dan udah jadi... Idihhhh ngapain coba pake ditolak-tolak sama kedubes Jerman di LA? Lha wong negara lain di Eropa juga toh meloloskan permohonan kami untuk jalan-jalan dan buang duit di negara orang... 

Masih sewot ^__*
Hahahahahahay ;)

Ok, baiklah... Sebenarnya saya gak gitu sewot juga sih toh juga kalau suatu hari nanti jalur yang paling memungkinkan dari Indo ke Eastern Europe memang harus dari Frankfurt yaudah berarti emang harus ke Jerman kan ;) Visa Schengen itu bisa dilihat dari kota pertama yang hendak kita tuju saat tiba di Eropa atau kota terlama yang akan kita singgahi selama disana... Jadi, selamat melamar visa ya! Persiapkan sebaik dan selengkap mungkin. Kalau sudah diapproved, visa Schengen berlaku selama 5 tahun, kita hanya perlu datang ke kantor pembuatan visa untuk cap jari buat legalitas perpanjangannya. 

Pertanyaan lain yang banyak saya dapatkan adalah: Bagaimana caranya traveling secara aman tanpa kehilangan barang? 

Terus terang, saya bukan orang yang rapih dan well-organized dalam urusan packing & traveling ;) Jadi, saya hanya bisa mengandalkan banyak banyak mengucapkan doa kepada Tuhan... Sebelumnya (di paragraf atas) saya sudah jelaskan bahwa bila memungkinkan saya dan Heng selalu ingin melakukan perjalanan wisata bersama dengan keluarga sehingga bisa membagi kebahagiaan bersama mereka namun karena alasan satu & lain hal kami gak bisa selalu traveling bersama, maka ritual yang tak pernah putus kami lakukan adalah: banyak memberi! Memberi sejumlah uang untuk keluarga dan membelikan oleh2 yang banyak untuk saudara teman dan handai taulan sebagai kompensasi! Yup, somehow if we give a lot, we will be given & being granted for so many blessings including guidance, penyertaan dan penjagaan dari Sang Pemilik Semesta... 
Syukur puji Tuhan, selama ini saya dan Heng gak pernah mengalami kehilangan barang yang berarti. Saya pernah sakit parah, keracunan makanan (food poisoning) di Charters Tower - QLD Australia. Muntah-muntah, mencret, pusing, pening dan pucat sampai bibir berwarna biru, juga badan pun lemah gak kuat berdiri. Waktu itu Heng sampai panik dan panggil ambulans, setelah disuntik anti kram perut, saya langsung dilarikan ke RS. Di dalam RS saya diinfus dan kembali disuntik, badan sudah membaik tapi tidak dengan kepala saya yang pusing nyut-nyutan, bukan karena sakit tapi mikirin, aduhhh gimana bayarnya inih... Soalnya saya dan Heng kemarin gak beli asuransi perjalanan!!! Tapi percayalah, dalam kesulitan paling parah sekalipun, kalau hatimu baik, Tuhan pasti selalu membantumu... Singkat cerita, pada tengah malam itu juga setelah badan saya sehat dan bisa berjalan, sang dokter keturunan India membolehkan saya pulang tanpa membayar uang sepeserpun! Heng hanya perlu tanda tangan surat tanpa perlu menunjukkan paspor atau visa ataupun copy kartu kredit! Aneh sekali bukan??? Puji Tuhan, rasanya hanya bisa bersyukur sama Tuhan... Besokannya bahkan saya dan Heng langsung ke Townsville dan naik pesawat menuju Bali tanpa kesulitan kesehatan yang berarti! God is good... Benar-benar luar biasa penyertaan dan penjagaan dari Sang Pemilik Semesta...

Kalimat paragraf diatas merupakan penjelasan secara pendekatan rohani, kalau secara logika, saya selama ini bawa paspor kami berdua kemanapun kami pergi! Gila ya? Hahahhahahay ;) Banyak juga yg menyarankan: semua barang berharga harus disimpan di safety box inside dalam lemari kamar hotel!!! Tapi saya ini gaptek dan jadilah semuanya saya bawa dalam tas qiqiqiqiqi ;) Selama ini setiap mau keluar kamar, saya memecah kekuatan keuangan kami menjadi 3: yaitu uang ada di dompet saya, ada di dompet Heng dan sebagian di tinggal dalam koper dibawah tumpukan baju ;) Saya juga tidak terlalu membawa cash dalam jumlah banyak, karena resiko jatuh, hilang dan kecopetan besar ya... Saya biasanya membeli makanan dengan cash dan membeli barang mahal dengan kartu kredit atau via debit tabungan dengan menggunakan pin ATM. Saya juga selalu sedia uang kecil untuk transaksi santai seperti membeli tiket train atau bis juga memberi sedikit uang kepada pengamen-pengemis di jalan. Tidak memperlihatkan kepada umum sesuatu yang mewah dan berlebihan juga sangat membuat perasaan kita aman dan nyaman. Kecuali mau fancy dinner, tea time dan shoping cantik di hotel mewah boleh deh pamerin itu perhiasan dan tas mahal ;) Tapi kalau hari itu kita mau sight-seeing putar puter kota dengan modal kaki dan transportasi umum mungkin harus pikir panjang untuk mengenakan fancy blink-blink thing ya... 

Baiklah, sampai juga akhirnya kita di topik membuat foto narsis yg enak dipandang ;) Jadi diawal kan saya sudah pernah bilanga bahwa Heng sangat tergila-gila dengan fotografi, waktu kita masih tinggal di Phx, dia punya satu set kamera dan beberapa lensa sekaligus yg untuk foto jarak jauhlah, lensa untuk moving objectlah, lensa fish-eyelah, lensa ini dan itu pokonya lengkap! Tapi karena setiap traveling, barang bawaan kita sangatlah banyak dan berjubel oleh2 jadinya sekarang Heng cuma pake iPhone / HP Samsung doang hehehheeh ;) 

Sebelum traveling, sebaiknya googling dulu pakaian yg pas selama berada di kota tujuan dan berpakaianlah sesuai dengan konsep foto yg kamu inginkan. Saya selalu senang dengan gaya High-Fashion yg berkesan mewah ;) Tapi kalau cuma ke pantai di Bali atau di Jayapura ya casual chic juga OK kok... Biasanya sebelum liburan, outfit merupakan hal pertama yg saya persiapkan! Saya gak mau pulang traveling tanpa membawa hasil foto yg bagus, minimal ada foto dengan orang yg disayang sebagai kenangan dan pemacu semangat ;)

Biasanya kalau saat traveling lagi pingin photo-shoot, saya juga bawa persediaan make-up, aksesoris pemanis (bandana, scarf, topi, etc) & beberapa sepatu heels (yg tentunya akan saya pakai di TKP dan setelah itu ganti sepatu teplek lagi hehehehe) Sayang dunk udah sampai di tempat tujuan tapi fotonya cuma ala kadar mah di rumah juga bisa ;) Berfoto dengan pakaian yg enak dipandang, pemandangan yg indah plus resolusi pixel yg baik pasti akan memberi efek positif bagi penikmatnya tak terkecuali dengan kita! Hasil foto gak hanya dipajang di sosmed tapi juga bisa jadi pajangan rumah & ketika suntuk, memori kenangan juga energi dalam foto tsb akan memberikan efek semangat lho... Gak percaya? Coba sendiri deh! Pasti nagih ;)