Tuesday, November 12, 2013

Yang satu itu...


Saya dikaruniai Tuhan dengan kemampuan bergaul dan beradaptasi dengan cepat. Karenanya, saya mampu membaca situasi dan hal-hal yang sensitif dalam waktu singkat. Sehingga tak heran bila banyak orang mengakui bahwa saya memiliki banyak teman, kenalan dan relasi kerja. Teman-teman saya tersebar di seluruh penjuru dunia, ada di belahan benua manapun dan dengan status sosial beragam. Banyak sekali jumlahnya, mungkin ratusan atau bahkan ribuan. Sangking banyaknya, sampai saat ini, di usia menjelang 30, saya sudah kesulitan mengingat nama orang. Terlalu banyak. Terlalu luas....

Tetapi... Tidak dengan semua teman dapat kita buka perasaan hati... Tidak dengan semua teman dapat kita curahkan keluh kesah hati... Karena tak semua orang bisa mengerti dan tak semua teman memiliki hikmat...

Dan ketika hari hendak berakhir, namun hati masih saja gundah, saya tak pernah merasa nyaman menghubungi teman. Pada akhirnya saya menyadari bahwa saya hanya memiliki keluarga sebagai pijakan kaki dan tumpuan untuk berdiri. Karena pada akhirnya saya mengerti bahwa tidak ada satu pun orang di dunia ini yang akan menyayangi, menghargai, mengerti dan mencintai kita tanpa syarat apapun, selain keluarga... 

Dan tak peduli betapa sangat kacau balau, berantakan, dan amburadulnya sebuah keluarga itu, tetap mereka sajalah yang akan selalu menerima kita... Tetap hanya mereka sajalah yang akan menyayangi tanpa mempertanyakan kata 'mengapa'. Tetap hanya mereka sajalah yang akan mengerti tanpa penjelasan apapun dari bibir kelu kita... Dan tetap hanya keluarga sajalah tempat kita untuk mengadu dan pulang...

Hanya mereka. Dan hanya mereka.... Tak ada yang lebih mengerti selain keluarga. Tak ada yang lebih berharga selain keluarga....

-----

One should be thankful to have a family...

(Terima kasih untuk Mama-Papa Woru, Mama-Papa Rumbino, Yola, Krista & Kees untuk dukungannya yang tiada henti untuk saya & Heng)