Monday, August 26, 2013

Tips Membangun Rumah Impian di Daerah Tropis


Adalah hal yang sangat menyenangkan bila setiap orang memiliki kesempatan untuk dapat membangun rumah impian yang diidam-idamkan selama ini di atas lahan di daerah tropis. Saya dan Heng pun demikian, kami berdua sangat memiliki keinginan yang kuat untuk membangun rumah dengan 8 konsep dasar yang menjadi pilar utama kami. 8 hal ini sengaja kami share di blog, barangkali diperlukan oleh-oleh teman-teman yang sedang berencana untuk membangun rumah impian.

1. Memiliki Unsur Alam
Karena Indonesia memiliki iklim tropis, maka rumah yang baik hendaknya menghadirkan unsur alam di dalamnya. Rumah tersebut harus memiliki banyak tanaman dan pohon, juga terdapat unsur air yaitu kolam ikan atau kolam renang. Diharapkan terdapat keserasian antara bangunan dan alam yang dapat dinikmati dari dalam rumah.
(Key point: tanaman, air dan view)

2. Banyak Bukaan
Salah satu ciri hunian yang sehat tentunya memiliki banyak bukaan (jendela kaca yang besar atau tambahan pintu jaring dibalik pintu kayu, dsb) untuk sirkulasi udara yang lancar. Bukaan ini juga mendapatkan fungsi maksimal bila didesain untuk menikmati secercah pemandangan alam atau ke taman. Selain itu, banyaknya bukaan dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan sinar cahaya yang dapat menghemat penggunaan energi AC & lampu pada siang hari.
(Key point: bukaan, sirkulasi udara & hemat energi)

3. Memanfaatkan Iklim Tropis
Rumah yang memanfaatkan iklim tropis tentu banyak mempertimbangkan sisi pencahaayaan matahari. Rumah yang memperhatikan jatuhnya sinar matahari adalah satu nilai plus, karena: cahaya matahari dapat dimanfaatkan sebagai shadow sehingga pemilik dapat bermain dengan sinar matahari lewat bentuk-bentuk interiornya (misal: ukiran pada atap, bentuk penampang yang unik bila tertimpa sinar matahari, dsb). Menggunakan potensi bayangan dari sinar matahari adalah salah satu keuntungan dari membangun rumah di daerah tropis.
(Key point: iklim tropis, cahaya matahari & sun shadow)

4. Low Maintenance
Dikarenakan saya dan Heng sama-sama tinggal di mine site sehingga intensitas dan waktu tinggal yang jarang ke rumah pribadi, maka hunian kami pun mengacu pada prinsip low maintenance. Exterior maupun interiornya sengaja dipilih yang tidak bikin repot. Biaya perawatan yang rendah dan mudah sangat penting untuk keberlangsungan rumah. Hal ini perlu dipikirkan sebelum membangun rumah agar tidak menyesal saat rumah telah jadi. Dinding tak perlu dilakukan pengecatan berulang-ulang. Pada beberapa area juga tak perlu memakai keramik, acian semen biasa sudah cukup nyaman. Seorang arsitek favorit kami yaitu: Yu Sing pernah membahas tentang hunian low maintenance yang tak perlu 'maksa' memakai keramik karena dengan acian semen, lantai bisa nyaman (dapat juga dimodifikasi dengan tikar atau karpet agar suasana lebih hangat). Follow his tips on instagram: @iniyusing atau mampir ke blognya di http://rumah-yusing.blogspot.com
(Key point: rumah dengan perawatan yang rendah dan mudah)

5. Inspirasi Tradisional
Sebagai bagian dalam pelestarian budaya, saya dan Heng sepakat untuk selalu menghadirkan inspirasi tradisional dalam setiap hunian kami. Selalu prihatin bila melihat bangunan yang berdiri di Indonesia namun tidak memiliki salah satu ciri khas daerah di Indonesia. Sudah banyak rumah bergaya european, victorian, french cottage, american dsb berdiri di Indonesia, walaupun sebenarnya hal ini merupakan preference masing-masing indvidu, namun dalam relung hati terdalam, kami sepakat untuk menghadirkan suasana etnik dalam rumah sebagai salah satu wujud cinta kami kepada budaya Indonesia. Karena saya dan Heng sama-sama berasal dari Papua, kami sepakat menjadikan rumah sebagai galeri atau tempat memajang kerajinan tangan, arts & crafts dari Asmat, Kamoro dan Biak (juga dari suku-suku lain di Papua). Ada banyak tifa dan ukiran di rumah kami. Budaya selalu menjadi akar dalam segala sesuatu yang kami lakukan. Selain interior, menghadirkan nuansa Papua dalam exterior juga dapat ditampilkan pada fasad bangunan atau pada list dekat atap rumah yang dapat diukir dengan kayu besi dari para pengukir Kamoro di Timika. Saya mendapat inspirasi ini ketika berkunjung dan melihat para pengukir kayu sedang membuat list atap diatas kayu yang telah dibentuk seperti papan berwarna coklat kekuningan di Kal Muller Kamoro Center di Timika.
(Key point: unsur etnik Papua pada exterior & interior)

6. Menggunakan Material yang Awet
Pemilihan material juga perlu diperhatikan secara seksama. Mengeluarkan biaya agak besar demi kualitas yang baik tentunya merupakan hal yang bijak. Karena saya dan Heng biasanya tinggal dirumah setiap cuti saja sehingga material yang awet hingga puluhan tahun menjadi pilihan kami. Baja, beton, kayu besi / damar laut / ulin menjadi varian utama.
(Key point: menggunakan material awet hingga puluhan tahun)

7. Memaksimalkan Fungsi Ruang
Pembangunan rumah hendaknya berdasar pada kegunaan dan fungsi ruang yang sebenarnya. Bila nantinya saya dan Heng memutuskan untuk tidak memakai jasa asisten rumah tangga, sedari awal seyogyanya kami harus sepakat untuk mendesain rumah yang tidak terlalu besar, cukup untuk menampung aktivitas sehari-hari juga aktivitas kegemaran yang sering kami lakukan. Rumah perlu memiliki unsur pemaksimalan ruangan dengan benar-benar didesain sefungsional mungkin. Misalnya, ruang tamu yang juga berfungsi sebagai ruang keluarga yang dapat juga diletakkan rak TV beserta rak buku dan storage untuk penyimpanan. Contoh lain: adanya lemari built-in pada kamar yang memaksimalkan fungsi dinding sebagai penyangga sekaligus penutup dari lemari tsb.
(Key point: fungsi ruang)

8. Long Lasting Trend
Beberapa dekade terakhir terdapat bermacam-macam trend rumah, mulai dari mediterania hingga minimalist, entah akan ada trend apalagi di tahun mendatang. Saya dan Heng sepakat untuk hanya berpatokan pada rumah dengan desain tropis yang tak lekang oleh waktu, kami meminta jasa arsitek untuk diberikan desain yang timeless, tidak outdated dan tidak terlihat kuno setelah beberapa dekade kedepan sehingga minor renovation.
(Key point: rumah classic, minor renovation)

---

Semoga dapat membantu teman-teman yang sedang mencari ide untuk membangun rumah impian di garis Khatulistiwa :-)