Tuesday, August 27, 2013

Because Life is Short...


Harus bersyukur kepada Tuhan karena walaupun selama ini saya telah mengucapkan doa yang salah, tetapi kasih dan karuniaNya senantiasa melingkupi....

Tak putus bersyukur kepada Tuhan karena walaupun doa yang saya panjatkan selama ini salah, tetapi Tuhan yang maha pengasihan selalu memberkahi hidup...

Dulu, ketika kita baru berjalan menapaki jenjang karir, mungkin setiap malam, pokok doa yang dipanjatkan melulu seputar penyertaanNya pada karir, promosi dan materi. Pandangan ini tidak salah karena saya pun demikian. Meminta Tuhan untuk melakukan ini dan itu sesuai dengan keinginan hati. Kerap kali memintaNya untuk memberkati dan menyertai adalah bukan sesuatu yang salah karena Tuhan sesungguhnya maha besar, maha mengerti dan maha mendengar.

Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai menyadari sepertinya saya perlu merevisi doa yang selama ini saya panjatkan. Saya tak lagi memusingkan masalah karir, promosi dan materi. Beberapa waktu belakangan ini, saya hanya memintaNya melakukan 3 hal saja. Saya memohon kepadaNya untuk senantiasa memberikan 1). kesehatan, 2). umur panjang, 3). bersama Heng menghabiskan masa tua.

Saya tau, Dia maha pendengar. Dia maha memberi. Dan bila selama ini saya bersama Heng telah diberikan hal-hal yang bahkan tak pernah terucapkan di bibir, sekali lagi saya memintaNya untuk melakukan 3 hal tersebut...

Selain mengucapkan syukur, dalam doa saya hanya meminta 3 hal tersebut karena saya sadar dengan kendali Tuhan Sang Empunya Semesta. Bahwa hanya kepada Tuhan saja, 3 hal tersebut dapat tercapai. Karena setelah bekerja bertahun-tahun saya paham bahwa nama baik dan ethos kerja dapat membawa kita kepada kesuksesan karir dan hasilnya, materi akan menyertai. Karena setelah bekerja bertahun-tahun saya menyadari bahwa promosi dan rejeki didapat dengan mudah hanya bermodalkan kerja keras dan kejujuran. Tetapi kesehatan, umur panjang dan kesempatan menghabiskan masa tua bersama dengan orang yang kita sayangi diperoleh hanya karena belas kasihan Tuhan.

Kenapa?

because life is short...

---



Monday, August 26, 2013

Tips Membangun Rumah Impian di Daerah Tropis


Adalah hal yang sangat menyenangkan bila setiap orang memiliki kesempatan untuk dapat membangun rumah impian yang diidam-idamkan selama ini di atas lahan di daerah tropis. Saya dan Heng pun demikian, kami berdua sangat memiliki keinginan yang kuat untuk membangun rumah dengan 8 konsep dasar yang menjadi pilar utama kami. 8 hal ini sengaja kami share di blog, barangkali diperlukan oleh-oleh teman-teman yang sedang berencana untuk membangun rumah impian.

1. Memiliki Unsur Alam
Karena Indonesia memiliki iklim tropis, maka rumah yang baik hendaknya menghadirkan unsur alam di dalamnya. Rumah tersebut harus memiliki banyak tanaman dan pohon, juga terdapat unsur air yaitu kolam ikan atau kolam renang. Diharapkan terdapat keserasian antara bangunan dan alam yang dapat dinikmati dari dalam rumah.
(Key point: tanaman, air dan view)

2. Banyak Bukaan
Salah satu ciri hunian yang sehat tentunya memiliki banyak bukaan (jendela kaca yang besar atau tambahan pintu jaring dibalik pintu kayu, dsb) untuk sirkulasi udara yang lancar. Bukaan ini juga mendapatkan fungsi maksimal bila didesain untuk menikmati secercah pemandangan alam atau ke taman. Selain itu, banyaknya bukaan dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan sinar cahaya yang dapat menghemat penggunaan energi AC & lampu pada siang hari.
(Key point: bukaan, sirkulasi udara & hemat energi)

3. Memanfaatkan Iklim Tropis
Rumah yang memanfaatkan iklim tropis tentu banyak mempertimbangkan sisi pencahaayaan matahari. Rumah yang memperhatikan jatuhnya sinar matahari adalah satu nilai plus, karena: cahaya matahari dapat dimanfaatkan sebagai shadow sehingga pemilik dapat bermain dengan sinar matahari lewat bentuk-bentuk interiornya (misal: ukiran pada atap, bentuk penampang yang unik bila tertimpa sinar matahari, dsb). Menggunakan potensi bayangan dari sinar matahari adalah salah satu keuntungan dari membangun rumah di daerah tropis.
(Key point: iklim tropis, cahaya matahari & sun shadow)

4. Low Maintenance
Dikarenakan saya dan Heng sama-sama tinggal di mine site sehingga intensitas dan waktu tinggal yang jarang ke rumah pribadi, maka hunian kami pun mengacu pada prinsip low maintenance. Exterior maupun interiornya sengaja dipilih yang tidak bikin repot. Biaya perawatan yang rendah dan mudah sangat penting untuk keberlangsungan rumah. Hal ini perlu dipikirkan sebelum membangun rumah agar tidak menyesal saat rumah telah jadi. Dinding tak perlu dilakukan pengecatan berulang-ulang. Pada beberapa area juga tak perlu memakai keramik, acian semen biasa sudah cukup nyaman. Seorang arsitek favorit kami yaitu: Yu Sing pernah membahas tentang hunian low maintenance yang tak perlu 'maksa' memakai keramik karena dengan acian semen, lantai bisa nyaman (dapat juga dimodifikasi dengan tikar atau karpet agar suasana lebih hangat). Follow his tips on instagram: @iniyusing atau mampir ke blognya di http://rumah-yusing.blogspot.com
(Key point: rumah dengan perawatan yang rendah dan mudah)

5. Inspirasi Tradisional
Sebagai bagian dalam pelestarian budaya, saya dan Heng sepakat untuk selalu menghadirkan inspirasi tradisional dalam setiap hunian kami. Selalu prihatin bila melihat bangunan yang berdiri di Indonesia namun tidak memiliki salah satu ciri khas daerah di Indonesia. Sudah banyak rumah bergaya european, victorian, french cottage, american dsb berdiri di Indonesia, walaupun sebenarnya hal ini merupakan preference masing-masing indvidu, namun dalam relung hati terdalam, kami sepakat untuk menghadirkan suasana etnik dalam rumah sebagai salah satu wujud cinta kami kepada budaya Indonesia. Karena saya dan Heng sama-sama berasal dari Papua, kami sepakat menjadikan rumah sebagai galeri atau tempat memajang kerajinan tangan, arts & crafts dari Asmat, Kamoro dan Biak (juga dari suku-suku lain di Papua). Ada banyak tifa dan ukiran di rumah kami. Budaya selalu menjadi akar dalam segala sesuatu yang kami lakukan. Selain interior, menghadirkan nuansa Papua dalam exterior juga dapat ditampilkan pada fasad bangunan atau pada list dekat atap rumah yang dapat diukir dengan kayu besi dari para pengukir Kamoro di Timika. Saya mendapat inspirasi ini ketika berkunjung dan melihat para pengukir kayu sedang membuat list atap diatas kayu yang telah dibentuk seperti papan berwarna coklat kekuningan di Kal Muller Kamoro Center di Timika.
(Key point: unsur etnik Papua pada exterior & interior)

6. Menggunakan Material yang Awet
Pemilihan material juga perlu diperhatikan secara seksama. Mengeluarkan biaya agak besar demi kualitas yang baik tentunya merupakan hal yang bijak. Karena saya dan Heng biasanya tinggal dirumah setiap cuti saja sehingga material yang awet hingga puluhan tahun menjadi pilihan kami. Baja, beton, kayu besi / damar laut / ulin menjadi varian utama.
(Key point: menggunakan material awet hingga puluhan tahun)

7. Memaksimalkan Fungsi Ruang
Pembangunan rumah hendaknya berdasar pada kegunaan dan fungsi ruang yang sebenarnya. Bila nantinya saya dan Heng memutuskan untuk tidak memakai jasa asisten rumah tangga, sedari awal seyogyanya kami harus sepakat untuk mendesain rumah yang tidak terlalu besar, cukup untuk menampung aktivitas sehari-hari juga aktivitas kegemaran yang sering kami lakukan. Rumah perlu memiliki unsur pemaksimalan ruangan dengan benar-benar didesain sefungsional mungkin. Misalnya, ruang tamu yang juga berfungsi sebagai ruang keluarga yang dapat juga diletakkan rak TV beserta rak buku dan storage untuk penyimpanan. Contoh lain: adanya lemari built-in pada kamar yang memaksimalkan fungsi dinding sebagai penyangga sekaligus penutup dari lemari tsb.
(Key point: fungsi ruang)

8. Long Lasting Trend
Beberapa dekade terakhir terdapat bermacam-macam trend rumah, mulai dari mediterania hingga minimalist, entah akan ada trend apalagi di tahun mendatang. Saya dan Heng sepakat untuk hanya berpatokan pada rumah dengan desain tropis yang tak lekang oleh waktu, kami meminta jasa arsitek untuk diberikan desain yang timeless, tidak outdated dan tidak terlihat kuno setelah beberapa dekade kedepan sehingga minor renovation.
(Key point: rumah classic, minor renovation)

---

Semoga dapat membantu teman-teman yang sedang mencari ide untuk membangun rumah impian di garis Khatulistiwa :-)




Jayapura for a short break :)

Syukur Puji Tuhan after such a long time and over 3 years I could go back to visit Jayapura and vicinities with Hubby Heng. Heng actually has been visiting this place once a year for work related, since I was working and always ran-out-of-stock for my leave days therefore I cudnt go there as much as Heng.
Anyway here's the detail of what kinda things we'd love to do every time we visit Jayapura and vicinities. 

1. Merpati Airlines
We went there with MZ. Here's the thing about MZ flight is you have to be really flexible because some flights could have such a long delay for no exact reason to be told before. Luckily, Mister & I this time only experiencing 20 minutes delay. The price is Rp 100k cheaper than Garuda but I heard from our travel agent that if you are canceling the flight you have to pay the same exact regular price to reschedule your next flight. This won't happen if you buy Garuda. 
Too bad that from our city there's only 3 flights to take us from Timika to Jayapura which are: Airfast, Merpati and Garuda. Above all, Airfast is the cheapest one. Anyway inside MZ flight we only get 1 bread that taste delicious (I think it's because I'm hungry at that time LOL) and a cup of aqua. Not bad for a 30minutes flight tho :)

2. Seafood eatery by the sea at Ruko Pacific Dok 2

Actually we went there for 1 main reason: to get my credit card from BCA at Ruko Pacific Dok 2 after 5 in consecutive months of delay! I'm so glad that finally I got an approval to have my BCA credit card after I closed my BCA before moving to Phoenix Arizona on 2008 and going back to Indonesia makes me realized that actually most of my fave store & cafe  are much more cheaper when we are paying it with BCA card. BCA also keep on continuing they're promotion from Starbucks, The Body Shop and XXI cinema. Therefore I reapply for the card but this time instead of having the Visa Batman I chose the Master MC2. I read on female daily that besides CIMB Niaga Master, BCA MasterCard also has the best exchange rate :) since Heng and I are an overseas frequent traveller of course that I would do anything to have this BCA MC2 card.
And after getting that precious card, we went to a seafood restaurant at the same place (Ruko Pacific Dok 2) named Duta Seafood. This restaurant has the best grilled seafood you named it: prawns, fish, calamari etc. Heng and I went here several times and got so excited for their varieties of Sambal. They have Sambal Dabu-Dabu, Sambal Woku, Sambal Balado, Sambal this and Sambal that :) we've tried the stir fry morning glory aka kangkung as well as their Sayur Tauge Ikan Asin and both taste delicious. What so special bout this place is because they're having the restaurant on the sea (building is on the water and made by strong scaffolding from local woods) so we could see the boat and the ship from Jayapura harbor from the restaurant as well as watching sunset :) One lovely experience with Heng by my side...

3. Beef Corned, Twisties Snack & Bakery at Jayapura Downtown

This is heaven on earth! I could buy those three of my most fave items all in one spot! In front of Primagarden bakery there is a small store (not even have a box or sort of name on it) that is selling P&G beef corned and Twisties snack. Both are local foods that is taken from Papua New Guinea not sure if they're selling those legally coz we've asked the seller why don't they put the foods on the shelf and they said it is not allowed to display import products for the guess but they're actually selling the foods :) price is cheaper than Skyline area. 1 can of beef corned sold for IDR 70.000 and 1 box of 42 Twisties sold for IDR 165.000 I think this is a pretty good price :) this store also has banana cake :) and right after that we went to Primagarden which just across the street to have chocolate pie yummmm yummmm :)

4. Skyline to Enjoy The View & Fresh Coconut Milk

This is amazing. From Skyline we could see the view of Jayapura, the Sea, small surrounding island and also Lake Sentani. Mostly Jayapura will have a mild temperature not too cold not too hot and to enjoy the warm breeze of it we all should have the fresh drink from coconut milk :) 

5. Grilled Tilapia / Mujair Bakar 

There are numerous restaurant in Jayapura and vicinities serving grilled Tilapia. Tilapia isn't the type of local dish because actually the locals do fishing at the sea or at the lake. But since the Javanese came from Transmigration program 

Jayapura for a short break :)






Syukur Puji Tuhan after such a long time and over 3 years I could go back to visit Jayapura and vicinities with Hubby Heng :) Heng actually has been visiting this place once a year for work related matters, since I was working and always ran-out-of-stock for my leave days therefore I cudnt go there as much as Heng.
Anyway here's the detail of what kinda things we'd love to do every time we visit Jayapura and vicinities. 

1. Merpati Airlines

Usually we take Airfast or Garuda but this time we went there with MZ. Here's the thing about MZ flight: you have to be really flexible, because some flights could have such a long delay for no exact reason to be told before time. Luckily, this time Mister & I only experiencing 20 minutes delay. The price is Rp 100k cheaper than Garuda but I heard from our travel agent that if you are canceling the flight, you have to pay the same exact regular price to reschedule your next flight. This won't happen if you buy Garuda. 

Too bad that from our city there's only 3 flights to take us from Timika to Jayapura which are: Airfast, Merpati and Garuda. Above all, Airfast is the cheapest one. Anyway inside MZ flight we only get 1 bread that taste delicious (I think it's because I'm hungry at that time LOL) and a cup of aqua. Not bad for a 30minutes flight tho :)

2. Seafood eatery by the sea at Ruko Pacific Dok 2



Actually we went there for 1 main reason: to get my credit card from BCA at Ruko Pacific Dok 2 after 5 in consecutive months of delay! I'm so glad that finally I got an approval to have my BCA credit card after I closed my BCA card right before moving to Phoenix Arizona on 2008 and going back to Indonesia makes me realized that actually most of my fave store & cafe are much more cheaper when we are paying with BCA card. BCA also keeps on continuing they're promotion with Starbucks, The Body Shop and XXI cinema. Therefore I reapply for the card but this time instead of having the Visa Batman I chose the Master MC2. I read on female daily that besides CIMB Niaga Master, BCA MasterCard also has the best exchange rate :) since Heng and I are an overseas frequent traveller it is obvious that I would do anything to have this BCA MC2 card.
And after getting that precious card, we went to a seafood restaurant at the same place (Ruko Pacific Dok 2) named Duta Seafood. This restaurant has the best grilled seafood you named it: prawns, fish, calamari etc. Heng and I went here several times and got so excited for their varieties of Sambal. They have Sambal Dabu-Dabu, Sambal Woku, Sambal Balado, Sambal this and Sambal that :) which i totally forgot what the name was for there are so many Sambal served on the table hihihihi :) we've tried the stir fry morning glory aka Cah Kangkung as well as their Sayur Tauge Ikan Asin and both taste delicious. What so special bout this place is because they're having the restaurant on the sea (building is on the water and made by strong scaffolding from local woods) so we could see the boat and the ship from Jayapura harbor from the restaurant as well as watching sunset :) One lovely experience with Heng by my side...
I have to thank Heng for being able to accompany me this time on his busy schedule managing DOZ Production :)

3. Beef Corned, Twisties Snack & Bakery at Jayapura Downtown

This is heaven on earth! I could buy those three of my most fave items all in one spot! In front of Primagarden bakery there is a small store (not even have a sign or sort of name on it) that is selling P&G beef corned and Twisties snack. Both are local foods that is taken from Papua New Guinea not sure if they're selling those legally coz we've asked the seller why don't they put the foods on the shelf and they said it is not allowed to display import products for the guess but they're actually selling the foods :) price is cheaper than Skyline area. a can of beef corned sold for IDR 70.000 and 1 box of 42 Twisties sold for IDR 165.000 I think this is a pretty good price :) this store also has banana cake :) and right after that we went to Primagarden which just across the street to have chocolate pie yummmm yummmm :)

Asked Heng for the location! He knows every thing about local eatery :)



4. Skyline to Enjoy The View & Fresh Coconut Milk

This is amazing. From Skyline we could see the view of Jayapura, the Sea, small surrounding island and also Lake Sentani. Mostly Jayapura will have a mild temperature not too cold not too hot and to enjoy the warm breeze of it we all should have the fresh drink from coconut milk :) 

5. Grilled Tilapia / Mujair Bakar 

There are numerous restaurant in Jayapura and vicinities serving grilled Tilapia. Tilapia isn't the type of local dish because actually the locals do fishing at the sea or at the lake. But since the Javanese took part the Transmigration program late 70s (I assume) then I think ever since the whole town growing this delicious fish. I heard that they have big pond and farm at Arso area or known as kabupaten Arso (we could find lots of Javanese farming over there). 
Anyway, we went to Nusantara Resto, Lestari Resto & Murni Rasa Resto to taste this grilled tilapia which is served with fresh veggies, and a very hot Sambal (I bet they put ginger inside the Sambal so the taste is spicy and hot enough to melt you down) hahaha! 



6. Base G Beach at Jayapura



Never miss this one beautiful exotic beach when you're visiting Jayapura. I personally think that this beach is actually more beautiful than Nusa Dua and hopefully the government could make the most of it. Its pristine white sandy beach is so amazing!! 
I just wish that people (local or the tourist) could have preserved the beach by not loitering anything into the beach... Love the nature please...

Anyway, the price for 2.5 hours parking is  IDR 50.000, ticket price to get in for 1 car IDR 10.000, bathroom price IDR 15.000/person. 

Heng enjoy taking pictures here. He made lots of wonderful pics thru his Iphone Lens. Love to see him happy and relax!



7. Mal Jayapura

This one is the newest edition of shopping center in Jayapura. I'm surprised that they have J.Co donuts, Matahari Dept Store and Expresso Coffee there :) 

8. Gramedia book store

Love love love their book collections here. The book store is clean and comfy enough to browse your hunger about books :)

9. Aneka Batik Papua

Of course that they will have this batik store here :) watch the price as they could be really expensive :)

10. Rempah-Rempah Restaurant at Abepura

Accidentally Heng and I went here. The place has Papua character inside. Cozy cafe concept, comfy enough with smoking and non smoking rooms available but too bad when we went there the choice of foods are limited and dunno why most of the foods are out of stock...




11. Yougwa Restaurant overlooking Lake Sentani

Serving local foods for many many years this restaurant has been an icon to the province. Loving the Papeda :) hot turmeric soup served fish fresh cooked fish... The place is as amazing as the food: set between the road and the lake. Enjoy the view while eating :)

12. Hawai Bakery at Sentani Jayapura

The bread tastes so good. We finally found it at Sentani Airport waiting area :) 




13. Red Bass, Tuna or Snapper at Dok 9 & Hamadi Area

The thing about Jayapura is: they have wide varieties of fresh fish to be sold :) we could even bargain the price. They even have a special container like a small igloo with the ice inside to put the fish as fresh as you can get in case you would fly them to other area :)

15. Four Star Hotels

Swisbel Hotel Jayapura, Aston Jayapura and Sahid Jayapura hotel are to name a few :) on 2010 Heng and I tried the banana fried at Swisbel Cafe seating in front of the pool watching sunset :) one lovely time :)

14. Garuda Indonesia

Finally we went back home with GA flight. Love this airline so much because of their premium service. First, they don't delay the flight without giving notification to all passengers BEFORE the check in time. Second, they have wide range local and national newspaper. Third, they have  a good on board entertainment system which we could watch video and listening to the music killing boredom. Another thing is: they also have GA magazine which I think it is a great mag as it has lots of review regarding travel destination around the world :) and of course the last but not least: GA serves better foods than other airlines! 
So that is why GA tix price is a bit higher :)

---

I'm looking forward to have another visit to Jayapura with Heng :) 

Monday, August 19, 2013

Arsitek untuk Semua: Yu Sing

Arsitektur identik dengan kesan bangunan megah, mewah, dan mahal. Tapi, di tangan Yu Sing, rumah dengan desain arsitektur nan indah bisa dijangkau dengan harga yang murah.

AHMAD BAIDHOWI, Jakarta

NUANSA alam terasa begitu kental di ruangan 8 x 10 meter itu. Kayu dan bambu tampak mendominasi bagian atap, dinding, lantai, hingga perabotan di dalamnya. Letak jendela dan ventilasi yang apik seolah mempersilakan cahaya dari luar masuk menerangi ruangan tanpa harus menyalakan lampu. Begitu pula angin semilir yang menyelusup di celah-celah bilik bambu, menyejukkan ruangan tak ber-AC itu.

Di luar, dedaunan dan batang bambu menari dibelai angin. "Mestinya semua rumah bisa menghadirkan sensasi seperti ini," ujar Yu Sing saat ditemui Jawa Pos Rabu pekan lalu (24/7).

Itulah gambaran kantor Studio Akanoma yang dikelilingi kebun bambu. Letaknya agak terpencil. Dari jalan aspal di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, masih masuk sekitar 1,5 kilometer melalui jalan pedesaan. Lalu naik ke perbukitan.

Akanoma adalah singkatan dari Akar dan Anomali. Akar merujuk pada makna potensi alam dan persoalan mendasar yang dihadapi manusia. Anomali menggambarkan sosoknya yang tidak ingin larut dalam arus besar (mainstream) dunia arsitektur.

Di tempat itulah pria kelahiran Bandung, 5 Juli 1976, tersebut memupuk idealismenya sebagai seorang arsitek. Idealisme itu tumbuh dan berkembang, membuahkan berbagai program seperti Desain Rumah Murah dan Papan untuk Semua.

Yu Sing mengakui, setelah menimba ilmu arsitektur di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan lulus pada 1999, dirinya sempat menjadi bagian dari "arsitek biasa" yang memenuhi order klien tentang desain rumah atau bangunan yang diinginkan. Ketika itu, saat krisis moneter, profesi arsitek seakan meredup seiring dengan terpuruknya sektor properti.

"Saat itu banyak arsitek di-PHK developer (perusahaan pengembang properti, Red). Bersama seorang teman yang juga baru lulus kuliah, saya memutuskan untuk merintis usaha konsultan arsitek sendiri. Kantornya kami namai Genesis. Tapi, tidak lama setelah itu, teman saya kerja di Singapura. Sehingga saya sendirian mengurus Genesis yang menjadi cikal bakal Akanoma," kenangnya.

Pengalamannya mendesain rumah murah dimulai ketika dia membangun rumah sendiri pada 2004 di Cimahi, Bandung. Ketika itu suami Jane Tanggalung tersebut memimpikan rumah yang asyik untuk ditinggali, ramah lingkungan atau green building (hemat energi, hemat penggunaan bahan kimia seperti cat), serta memanfaatkan banyak unsur alam seperti kayu dan materi daur ulang semisal pecahan marmer maupun keramik bekas.

Melalui perenungan dan olah kreasi, terwujudlah rumah dua lantai dengan luas bangunan sekitar 100 meter persegi di atas lahan 136 meter persegi. Total biaya pembangunan rumah itu sekitar Rp 180 juta. Hasil yang memuaskan membuat orang tuanya juga ingin dibuatkan rumah dengan konsep yang sama. "Saat itu saya makin yakin, dengan memanfaatkan potensi dan bahan-bahan dari alam, rumah murah dengan desain menarik bisa diwujudkan," ucapnya.

Setelah itu, daya kreasi dan imajinasi Yu Sing terus mengeksplorasi desain-desain untuk rumah dengan biaya terjangkau alias rumah murah. Dia pun lantas menawarkan konsepnya kepada beberapa perusahaan pengembang dan calon klien. Namun, idenya yang di luar mainstream tersebut membuatnya tidak mudah diterima.

Mimpi Yu Sing awalnya sederhana: setiap tahun bisa membuat lima desain rumah murah untuk masyarakat dengan uang pas-pasan yang ingin membangun rumah. "Jika saya dianugerahi umur panjang, misalnya 20 tahun ke depan, setidaknya saya bisa membantu membuatkan seratus desain rumah murah. Paling tidak, itulah sumbangsih saya dalam memasyarakatkan arsitektur," ucapnya.

Ayah Arga Kaleb Prabhaswara tersebut mengakui, selama ini dunia arsitektur seolah dijauhkan dari masyarakat kurang mampu. Seolah arsitektur hanya dimonopoli orang-orang kaya yang ingin membangun rumah mewah dan bangunan megah.

Rupanya, kondisi itu memiliki efek yang tidak sepele. Karena mayoritas masyarakat Indonesia adalah kelompok kelas menengah dan bawah yang tidak mampu menjangkau biaya jasa arsitektur, rumah-rumah mereka dibangun seadanya, tanpa desain arsitektur yang sehat dan enak dilihat. Akibatnya, wajah fisik sebuah kota atau suatu wilayah menjadi tidak sedap dipandang, menghadirkan suasana sumpek dan muram.

"Bayangkan kalau rumah-rumah itu dibangun dengan arsitektur dan perencanaan yang baik, tidak harus mahal, pasti wajah kota menjadi lebih tertata dan enak dilihat. Masyarakat yang tinggal di situ pun bisa bangga dengan rumahnya dan lebih peduli merawat lingkungannya," tutur dia.

Ide tersebut terus disuarakannya, baik di lingkungan para arsitek yang tergabung dalam Asosiasi Arsitek Indonesia (AIA) maupun perkumpulan lainnya. Namun, ide itu jadi perbincangan ramai setelah pada 2007 Yu Sing menulis opini di sebuah harian ibu kota. Opini tersebut berisi tentang pentingnya desain arsitektur bagi masyarakat kurang mampu. Dalam artikel itu, dia juga menyatakan kesediaannya untuk membantu mendesainkan rumah murah bagi siapa yang membutuhkan jasanya.

Undangannya langsung mendapatkan respons dari 80 orang yang ingin digambarkan arsitektur rumah murahnya. Kebanyakan calon pengantin atau keluarga muda yang ingin membangun rumah, namun dananya terbatas. Tapi, ada pula yang sudah memiliki rumah dan ingin merenovasinya.

Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia, mulai Aceh, Pekanbaru, Jakarta, hingga Papua. Profesi mereka beragam. "Ada karyawan swasta, buruh, guru, PNS, dan polisi. Ada pula pekerja perkebunan karet di Sumatera yang untuk mengirim e-mail saja harus pergi jauh ke warnet dan meminta tolong penjaga warnet untuk membantunya mengirim e-mail," ceritanya sambil geleng-geleng kepala.

Dengan tekun Yu Sing membalas surat elektronik yang masuk itu satu per satu. Sebelum mendesain rumah, dia meminta beberapa data teknis. Misalnya luas tanah, luas bangunan yang diinginkan, serta posisi tanah (arah mata angin). Juga data nonteknis seperti jumlah keluarga, pekerjaan, hobi anggota keluarga, hingga adakah filosofi daerah yang ingin dimunculkan dalam desain rumahnya.

Begitu mendapatkan data, Yu Sing mulai bekerja. Hasil desain lantas di-e-mail balik ke para pengirim. Beberapa rumah akhirnya berdiri dengan desain arsitekturnya. Tapi, ada pula yang belum terwujud karena dananya belum cukup.

Puluhan desain itulah yang kemudian dituangkannya dalam buku Mimpi Rumah Murah. Dalam buku tersebut dia menukilkan delapan desain rumah dengan konsep yang berbeda-beda. Yakni Rumah Daur Ulang, Rumah Perpaduan Tradisi Lokal dan Masa Kini, Rumah Mimpi Buruk dan Mimpi Indah, Rumah Publik, Rumah Liburan, Rumah Cinta Segi Tiga (Hobi, Pekerjaan, dan Jalan Hidup), Rumah 700 Pohon, serta Rumah Desa.

Namun, pengalaman mendesain rumah murah itu ternyata kerap membawa konsekuensi di kemudian hari. Sebab, banyak masyarakat kurang mampu yang akhirnya kebingungan menyelesaikan rumahnya. Maka, selain membantu desain rumah murah, Yu Sing tidak jarang merogoh koceknya untuk membantu biaya pembangunan rumah kliennya. Dia pun menggandeng beberapa rekannya untuk menggalang dana dengan skema crowd funding, salah satunya melalui komunitas wujudkan.com.

"Salah satunya di Dago (Bandung), ada rumah yang sudah tua, mau roboh, kami desain ulang, lalu dibangun dengan dana Rp 27 juta," kisahnya.

Program filantropi semacam itu lantas berlanjut melalui aksi Papan untuk Semua. Bukan hanya itu, Yu Sing juga aktif dalam kegiatan Habitat for Humanity, sebuah lembaga nirlaba internasional yang membantu masyarakat kurang mampu untuk memiliki atau memperbaiki rumah dengan sistem menabung secara berkelompok. Di Indonesia lembaga ini mengusung slogan "Good Design for Everyone".

Ketika diundang sebagai pembicara di forum seminar atau diskusi kampus, Yu Sing juga selalu menyebarkan virus kepada para arsitek muda agar lebih peduli kepada masyarakat kurang mampu. Hasilnya, kini muncul arsitek-arsitek muda di beberapa kampus yang membentuk jaringan advokasi desain rumah murah di wilayah masing-masing.

Dengan perhatiannya yang begitu besar pada desain rumah murah, apakah usaha jasa konsultan Yu Sing meredup" Tidak juga. Saat ini, dengan dibantu empat staf di Studio Akanoma, Yu Sing bisa mendapatkan hingga 20 proyek desain dari klien-klien besar setiap tahun. "Kami hanya bisa bersyukur," ujar arsitek dengan karakter unik tersebut.

---

Sumber: www.jpnn.com

Sunday, August 18, 2013

The Yellow Factor

Wearing my polkish pencil skirt with yellow top and playing matchie matchie with this yellow bag from Fossil called Hunter Shopper Bag East West :)

I love wearing bright color! It brings you sunshine and makes you cheer up all day... 



Detail:
Top from Mango
Skirt from Forever21
Bag from Fossil
Bangle from Kate Spade
Shoes from American Eagle Outfitters
Watch: Fossil
Belt from Everbest


Saturday, August 17, 2013

Niluh Djelantik Shoes at Bali


If you Gals happen to visit Bali, you are obligate to find Niluh Djelantik Shoes at Seminyak & Kerobokan!

The heels are SUPER comfy, classy and define!!!

I'm in love with all of her shoes... Can't stop talking bout it and Thanked God Heng is kind enough to buy me some :) 



Menjaga Berat Badan


Saya prihatin tiap kali denger cerita aneh-aneh tentang cara penurunan berat badan dari teman-teman dekat... Ada yang mengeluarkan ongkos pijat 800ribu per satu kali datang untuk kurus, ada yang membeli suplemen makanan dari berbagai produk hingga jutaan rupiah, ada pula yang bela-belain hanya makan sedikit mirip pengemis selama berbulan-bulan, atau cerita dari teman baik yang membeli treadmill tapi alat tersebut hanya tersimpan manis di ujung tempat tidur, bahkan ada juga yang rela membeli korset bustier seharga belasan juta rupiah...

Agak miris mendengar cerita dari teman-teman... Saya sendiri paling ga suka mencoba hal aneh-aneh untuk menurunkan berat badan karena pada prinsipnya, penurunan berat badan hanya bisa dicapai dengan pembakaran kalori. Untuk menjaga berat badan pun begitu, kalori dan lemak harus dibakar secara continue... 

Sudah 2 tahun ini saya rutin berolahraga untuk menjaga berat badan. Saya tidak suka dengan konsumsi obat atau vitamin karena tidak mau memiliki terlalu banyak kandungan kimia dalam darah. Saya juga tidak mau terlalu banyak mengeluarkan biaya dengan membeli ini atau itu karena menurut saya lebih baik uangnya disumbangkan kepada yayasan lain yang lebih memerlukan uang dibanding saya yang hanya memerlukan uang tersebut hanya untuk masalah berat badan :) Maka prinsip yang saya jalankan hanya sesuai anjuran dokter:

"Berolahraga yang baik itu harus dilakukan secara continue melakukan cardio workout diatas treadmill / cross trainer dengan formula: 50 menit setiap 2-3hari sekali, 5 menit awal : pemanasan, 20 menit : pembakaran gula, 20 menit : pembakaran lemak & 5 menit akhir : pendinginan"

Dan yang terlebih penting dari semuanya adalah; olah raga harus dilakukan sebagai aktivitas yang menyenangkan... Lakukanlah dengan hati yang senang...

----

Demikian tips menjaga berat badan dari saya. Saya melakukannya untuk memiliki badan yang fit, side effectnya tidak hanya sehat tapi juga kurus dengan cara hemat dan sehat :)



Friday, August 16, 2013

Animal Defenders Jakarta


Hello Lovelies!

Kemarin saya dibuat terenyuh dan mewek-mewek setelah nonton Metro TV. Ternyata di Indonesia (khususnya di Jakarta) masih banyak anak-anak muda yang memiliki hati sangat mulia untuk mengabdikan hidupnya dalam membantu hak hidup binatang, khususnya anjing & kucing. Para anak muda yang berhati mulia ini tergabung dalam organisasi nirlaba bernama Animal Defenders. You guys could check out their website at http://animal-defenders.net and I'm so thankful for them, as you all know that I love love love dogs. May God bless their heart... My mom taught me to love dogs and to have a compassion towards the animal since I was a kid, even up until now, we still have lots of dog in my mom's home at Cijantung. We're both even think that if reincarnation do exist, in our past life that before we were born, hundred years ago, we are probably: a dog :-)

Tapi sepertinya kadar kecintaan terhadap hewan anjing dari Mama saya lebih parah... Sangking cintanya, Mama bahkan dengan rela hati menampung anjing-anjing yang sudah tidak dipelihara oleh pemiliknya yang dibiarkan berkeliaran di jalanan. Mama dengan rela hati memberikan makanan dan memelihara mereka di rumah. Karena saya di Papua, dan tidak bisa turun tangan langsung, jadi bagian saya hanya sebagai donator setia saja ^_^ hihihihi :-)

Anyway, kalau boleh jujur dan terus terang, rasanya hati saya seperti disayat-sayat setiap melihat perlakuan manusia yang keji terhadap binatang. Saya sering kali miris dan sering kesulitan bernafas setiap kali membaca atau melihat perlakuan yang kejam bagi anjing, kucing dan hewan lainnya. Mahatma Gandhi once said: "The greatness of a nation can be judged by the way its animals are treated". Salah satu indikator dari negara yang berjaya adalah memiliki masyarakat yang bermoral. Tak heran bila kita meilirik di negara adidaya, perilaku masyarakatnya dalam berkehidupan dilandasi dengan hati yang menghormati hak dari seluruh makhluk hidup (termasuk binatang). Di Arizona, saya banyak melihat animal shelter, animal hospital dan bahkan lebih dari itu, saya melihat ada banyak orang yang memiliki hati untuk menyayangi binatang.

Setelah pindah ke Indo, dari relung hati terdalam, saya merindukan kiranya hak hidup binatang juga turut diperhatikan, tak perlu memanjakan binatang dengan berlebihan, tapi dihormati dengan sebagaimana mestinya. Anjing yang tidak bersalah dan tidak tau apa-apa, jangan dijadikan sasaran kemarahan, jangan dilempar, jangan dipotong ekor/kakinya, atau lebih parahnya lagi: dijadikan menu santapan makanan... Khusus untuk alasan terakhir, saya sangat prihatin. Di beberapa negara berkembang, saya menemukan banyak menu santapan makanan dengan hewan anjing sebagai salah satu bahannya (misalnya di Indonesia & di Vietnam). Mohon maaf, saya bukan vegetarian tapi sejak kecil, hati saya tidak bisa menerimanya... Menurut saya pribadi, anjing adalah teman...

Menelisik lebih dalam, anjing adalah hewan paling setia... Hal ini bahkan telah menginspirasi film Hachiko (based on trus story) tentang kesetiaan seekor anjing yang menunggu tuannya datang dan turun dari statius kereta setiap hari hingga bertahun-tahun bahkan setelah tuannya meninggal, Hachiko masih terus dengan setia menunggu tuannya datang hingga akhirnya Hachiko meninggal di stasiun kereta tersebut. You could find Hachiko statue at Shibuya station - Japan, it's not a statue but to many people, it's a symbol of loyalty.

Anyway, untuk menutup cerita ini, saya ingin mengetuk hati Teman-Teman untuk dapat bergabung dengan masyarakat pecinta binatang di banyak negara, bila ada waktu mungkin kita dapat membantu menjadi volunteer... Bila tidak memiliki waktu, mungkin dengan sedikit uang receh dapat kita berikan untuk memberkati keberlangsungan hak hidup dari binatang di dunia... Bila belum punya waktu atau belum sempat memberikan donasi pun tak apa-apa, mungkin kita bisa memulainya dengan tidak memperlakukan hewan semena-mena, tak perlu memelihara, cukup laporkan saja hewan tak bertuan tsb ke hotline Animal Defenders. Dengan menghormati hak hidup binatang, kita telah menjadi pusat dari bangsa yang bermartabat, pusat dari kasih sayang dan menjadi contoh bahwa manusia masih memiliki hati...

----

(kembali menulis setelah merasa keterlaluan karena mampu mengoleksi tas segala rupa tapi belum pernah berdonasi untuk hak hidup binatang... Saya telah memulainya di bulan Agustus ini, ketika Indonesia sedang berulang tahun, wujud cinta saya adalah dengan mengambil bagian bersama masyarakat Indonesia yang bermoral, bermartabat, memiliki kasih sayang & berhati mulia dalam keberlangsungan hak hidup binatang...)

Bagaimana dengan panggilan hatimu, Kawanku...?


http://nisyeworu.blogspot.com



Sunday, August 11, 2013

What Best Friend Means...


Best friends are they whom never get tired of hearing your pointless drama in life over and over again.... 









Sunday Style



Do not worry to give up the good for The Great 💖 

-wearing my all time fave: Lasem batik handbag, am mixing it with Leopard heels. Reminiscing the time I cherished this bag hunting with my BFF @pritasetiyani 

Family Portrait


Blood is thicker than paper...



My Family = My Hero = My Pride

Thursday, August 8, 2013

Colorado 2013

It was my first trip to Colorado and the second for Heng. On 2008, Heng asked me to go to Colorado as He has a short course at Colorado School of Mines but silly me, at that time I preferred staying at home in Phoenix. Regret to know the truth that I have to admit: Colorado is a beautiful picturesque place! Lucky us for being able to see the very last snow at the end of April... 

I am so grateful for having this chance to meet up with my gals: Lucy, Mbak Handaru & Novline. They're my friends from Freeport and whom lucky enough cud get together & sharing great moments at Colorado :) 

Because I only have a limited time there, so I do what I wanna do: SHOPPING TIME to the MAX!! Why? Hello, there's a Burlington there!! Burlington is famous for having lots of great stuffs with an affordable price... I just couldn't help myself to shop and buy and spend until the very last penny I have hihihihi :)

This time, Heng is way too busy and too jetlag to take pictures hihihihi :) He and his colleagues having a mine visit at Henderson. They're studying something about the method that cud be implemented at Freeport underground mine. Good luck for the boys!

Now, here's some pics...

----

Be careful of what you wish for, dreams DO come true...



Monday, August 5, 2013

keluarga

Adakah yang lebih indah dari....
keluarga yang menyayangi tanpa syarat, meskipun masing-masing anggotanya terdiri dari mereka yang jauh dari sempurna.

Menurutku, keluarga tidak perlu sempurna atau bahkan juga tak perlu normal, mungkin masing-masing personilnya sedikit menyimpang dari norma-norma yang berlaku di masyarakat namun yang terlebih penting adalah didalamnya terdapat keterikatan cinta dan adanya ribuan maaf terhadap satu sama lain...

---

karena tidak ada yang lebih penting selain pulang ke rumah, kepada keluarga...
karena tidak ada yang lebih besar selain dicintai tanpa syarat apapun...

Sunday, August 4, 2013

Saturday, August 3, 2013

Nusa Dua Bali


What i love most about Bali is: the pristine beach of Nusa Dua! It is a relaxing experience to have a chance to visit Nusa Dua after such a hectic weekdays. Lots of fun activity there. I love walking the beach in the sunset with Heng and cruising Bali Collection for gastronomical experience ;) Btw there's a seafood restaurant called Ulam at Tanjung Benoa that has a great tasty delicious food! 

Bali, you are truly Land of God...