Saturday, June 16, 2012

Kata Hati...



Kalau boleh jujur, saya juga gak ngerti kenapa hati bisa berubah drastis, ternyata hati itu benda hidup, dia bisa berubah dari hitam menjadi putih atau dari positif menjadi negatif, bahkan dari menyangkal menjadi menerima... Satu hal yang telah saya sadari dengan jujur adalah hati saya berubah setelah saya berdamai dengan Tembagapura... Saya telah menerima kenyataan bahwa saya benar-benar merasa nyaman di kota ini. Sulit untuk dibayangkan mengapa, tapi waktu selama 2 tahun ternyata mampu membuat saya berdamai dengan semua egoisme...

Saya telah terbuai dengan keberadaan kota kecil ini. Dengan semua kompleksitas masalah dan pesonanya, juga semua kontradiksi yang ada, saya pikir tak ada yang terlalu sulit untuk dihadapi asal ada "hati" yang mau menerima... Hati untuk menerima, hati untuk melayani...

Dan anehnya: Saya tak ingin pergi. Saya ingin disini.