Friday, March 9, 2012

Menyepi di Jimbaran Bali






Saya selalu tergila-gila dengan Bali. Entah mengapa, Bali selalu punya sejuta daya tarik yang tak pernah habis memuaskan rasa penasaran tiap orang. Bali sepertinya selalu menjadi tujuan untuk segala macam kehausan dahaga. Bali itu perpaduan antara tradisionalitas dan modernitas, semacam paradoks, semacam putih dan hitam, semacam langit dan bumi atau juga semacam hingar-bingar dan tempat menyepi. Dua hal kontradiktif yang selalu menyatu pada langit-langit Bali.

Saya selalu menemukan pencerahan setiap kali berkunjung ke Bali. Kemarin, saya mempraktikan "The Art of Doing Nothing" di Jimbaran. Pantai abu-abu putih yang tenang, ombak laut yang hangat, sinar matahari, daun kelapa, dan dipan leyeh-leyeh benar-benar membuai saya ke langit ke-tujuh. Hanya dengan memandang hamparan biru laut dan langit, saya merasa semua ketegangan hilang dan luruh. Rutinitas dan stress pekerjaan yang selama ini saya bawa benar-benar hanyut terbawa pasir pantai ke tengah lautan. The Art of Doing Nothing baru kali ini saya rasakan keindahannya. Liburan sejenak benar-benar me-recharge tubuh dan membuat kita back on track untuk kembali semangat. The Art of Doing Nothing mengajarkan saya bahwa liburan ga melulu harus berburu belanjaan atau wisata kuliner di resto paling hip, tapi merupakan keinginan jiwa untuk sejenak berhenti dari hingar bingar dunia, berhenti memaksa tubuh untuk terus-terusan mengikuti ego diri dan membiarkan pikiran (juga hati) berada pada zona relax sejenak :-)

Happy weekend, Folks! Selamat mempraktikan The Art of Doing Nothing...

---

p.s: all pictures are taken @ Keraton Jimbaran Hotel