Wednesday, January 11, 2012

tautan doa

Tuhan,
apakah aku pantas menghabiskan puluhan juta, hanya untuk berlibur dengan alasan stres dan butuh suasana baru
sedangkan seorang saudaraku menjadi janda dan mungkin saat ini sedang galau memikirkan tagihan bulanannya, biaya susu anaknya, atau uang sayur untuk esok hari

Tuhan,
apakah aku pantas melihat halaman fashion di majalah, membeli baju dan tas puluhan juta demi kepuasan sehari
sedangkan seorang saudaraku disana terpaksa menjadi janda karena keadaan dan mungkin saat ini tengah dilanda kecamuk bathin tak terhingga akankah anak-anaknya dapat mengenyam bangku kuliah

Tuhan,
apakah aku pantas merencanakan renovasi rumah dengan biaya ratusan juta rupiah hanya demi kebanggaan sementara
sedangkan seorang saudaraku nun jauh disana meratapi nasibnya menjadi janda, kehilangan suami sebagai harta utamanya, kehilangan harapan dan masa depannya dalam sekejap mata runtuh sudah dunianya, tak ada lagi atap baginya untuk berteduh

Tuhan,
apakah aku pantas bersolek, berdiri angkuh dan berjalan membusungkan dada
sedangkan saudaraku disana kian layu, mengumpulkan sisa-sisa keberaniannya untuk kembali tegak menatap hari yang suram, yang walaupun dunianya runtuh namun dipaksakan juga kakinya untuk berjalan


dan Tuhan...
aku tak bisa apa-apa,
berdoa saja belum becus...

tapi Tuhan,
dengan kaki berlutut
dan kedua tangan yang bertaut
aku manusia yang berdosa ini,
yang tidak tau berdoa ini,

memohon belas kasihan dari padaMu
sedikit saja Tuhan
sedikit saja...

untuk hal ini, Tuhan, amat sangat aku meminta belas kasihMu;

kekuatan

penghiburan

kasih

dan pengharapan

hanya kepada saudaraku nun jauh disana...