Tuesday, January 31, 2012

First Thing First

Hi Bloggers.......
Apa kabarmu dibulan pertama tahun 2012 ini? Apakah kamu sudah melakukan hal yang signifikan untuk hidupmu, atau kamu malah masih berkutat dengan hal-hal monoton yang sama sekali tidak membangunmu bahkan tidak membuatmu bertumbuh?

Beberapa hari lalu saya mendapat banyak insight dari khotbah seorang pendeta di Gereja Duta Injil. Kamu pasti heran khan kenapa saya tiba-tiba alim hehehehe :) sama seperti tanaman yang membutuhkan siraman air, saya pun demikian. Saya membutuhkan siraman segar untuk jiwa saya yang sudah layu dan keropos. Saya meminum air segar itu seperti tak ada hari esok. Dan ooohhh sungguh menyegarkan.. Jadi begini ceritanya.

Judul khotbahnya: First Thing First. Dahulukan yang paling utama. Utamakan yang paling penting.
Ini berbicara tentang apa sih yang paling utama dan paling penting untuk didahulukan dalam hidupmu. Dalam seluruh aspek hidupmu, dalam seluruh rangkaian kegiatanmu, bahkan dalam pekerjaanmu ataupun ketika kamu sedang santai.
Intinya, kamu harus bertanya pada diri sendiri, dari hari ke hari, dari waktu ke waktu, apakah yang kamu kerjakan adalah hal yang memang harus kamu kerjakan, dan apakah yang kamu kerjakan itu adalah hal yang penting untuk kamu lakukan pada saat ini?

Setelah mendengar khotbah ini, saya langsung merenung.

Iya yah, apakah selama ini saya sudah begitu? Apakah selama ini saya memakai konsep dahulukan yang paling utama dan utamakan yang paling penting?

Ngobrol ngarol ngidul ditelpon berjam-jam dengan seorang teman yang ceritanya hanya membahas seputar masalah perusahaan yang ternyata tak kunjung usai. Basa-basi tetek bengek berminggu-minggu tanpa kejelasan sikap. Pembahasan demi pembahasan yang hanya berakhir dengan sebuah kesimpulan pepesan kosong. Atau misalnya, perencanaan ini dan itu untuk proyek kemanusian dengan ide yang cemerlang tapi tanpa ada timeline dan pengejewantahan, itu sama aja dengan berwacana.

Retorika tanpa aksi malahan membuat semua yang dikerjakan jadi gak penting.

Saya sempat terjebak dengan sesuatu yang pernah saya anggap penting. Misalnya yah seperti paragraf diatas barusan: ngobrol ngarol ngidul, seru-seruan bahas masalah ini itu, tapi hasilnya nol besar. Omdo, alias ngomong doang. Waktu, energi dan pikiran terbuang sia-sia tanpa hasil.

Harusnya saya malu, telah membuang waktu begitu lama untuk capek-capek memikirkan hal yang sama sekali gak penting. Dan yah, sekarang memang waktunya saya untuk malu sama diri sendiri karna begitu naifnya telah mengira hal remeh temeh itu sebagai hal yang penting.

Harusnya saat seorang senior dikantor mengajak ngobrol yang kira-kira akhirnya sudah bisa ketebak bakalan jadi sebuah pepesan kosong, pada saat itu pula saya cut and end that bullshit conversation.

Harusnya saat teman baik sedang mengeluh tentang pekerjaan yang membosankan selama berjam-jam, saya bisa memberikan action plan, dan mengajaknya bersama-sama untuk semangat lagi, bukan malah berlama-lama membahas ini itu tanpa pengejewantahan sebuah aksi.

Dan akhirnya, saya akan menutup tulisan ini dengan pertanyaan:

"Sudah berapa lama waktu yang kita habiskan hari ini untuk melakukan pekerjaan yang sia-sia?"
Dan ini pertanyaan yang paling penting:
"Sudahkah ada hal penting yang berhasil kita selesaikan pada hari ini?"

Bila kamu kesulitan menjawab pertanyaan saya yang kedua, berarti kamu masih hidup pada masa lalu. Kamu perlu tau, Tahun 2012 diciptakan untuk mereka yang mau berlari mengejar kebaikan dan cita-cita, sama sekali bukan tercipta untuk orang pembual, pemalas dan terutama bukan untuk si tukang pembuat alasan.

Too much in making excuses will make other people sick.

Yes, the message is so clear: first thing first.
Dahulukan yang utama. Utamakan yang penting.
So, stop making excuses, even to ourselves!