Wednesday, December 28, 2011

Kamoro Christmas at My Kamoro Home





Merry Christmas, dear Lovelies!

As you all know, I've been a big fan of Kamoro - Asmat art and crafts since I've been here on 2009, my home sweet home is decorated based on those two tribes' culture, and so does this christmas' theme! I've decided to put the Piring Sagu - Sagoo Bowl from Kamoro, (which I bought it since couple months ago) next to our big cubby (near to the door), that Piring Sagu described as a plate to fulfill our basic needs (foods) and it is believed as a miracle bowl as it holds our happiness! That Piring Sagu has a lot of meaning to the locals... It is beautifully crafted with grey color :-)

This year, We're celebrating christmas at mining town. I was a bit nervous because my parents in law were cancelled to come by as for some security issues and so there were only us (which are Me, Heng, Krista, Jacky, Keys and Saka). So, all six of us having a hard work to cook for about 60+ guest that planned to come to my house!

And so, all of our bestfriends from this mining site are showed up :-) and I'm so happy for having fun and laughs to the max with them :-) Having quality time with friends and families are precious thing!

Jadi, walopun tahun ini saya heboh sureboh nusuk ratusan sate ayam, bakar 5kilo ikan bumbu kuning dan goreng seloyang sambel goreng udang, rempooonggg dengan mie ayam jamur dan sup tom yam, tapiiiiiiiii sumpah deh, GAK KAPOK hihihihi :-)

H A P P Y

H A P P Y

H A P P Y

----

So I asked my friends about what Christmas means for them, and these are their answers:

~Natal itu waktu berkumpul bersama keluarga dan teman terdekat untuk berbagi kasih (Tari)
Cuittt Cuiwww

~Natal itu adalah moment mengenang dan bersyukur bahwa Tuhan Yesus telah hadir untuk menyelamatkan kita semua - manusia berdosa yang dikasihi Tuhan (Daniel)
Yessss indeed :-)

~Natal itu saat paling pas untuk pasang pohon natal dan tukeran kado! (Astrit)
Yaolohhhh tolong :-)

~Natal itu waktu untuk bermaaf-maafan dan bersayang-sayangan (Olyne)
Jiaaahhhh ellahhh Bowww...

~Natal itu waktunya makan kue dan makan babi kecap kiriman Mamah! (Owa)
Pasrah deh kalo Owa yang ngomong...

~Natal itu adalah saat yang tepat untuk cuti ke Singapore karena ada Xmas Great Sale! (Prita)
Mintaaa Ampuuunnn Aja Dah Gue sama Miss Jinjing inih...

~Natal is when you could say: Happy Birthday Dear Lord Jesus! and or: Jesus is Born! (Ita)
Yuhuuuuu :-) Benar sekaliiiihhh

~Natal itu berarti saya bisa nyanyi kenceng-kenceng lagu GLORIA IN EXCELSIS DEO (Coky)
Yesss, I Love That Song Tooo!

~Natal itu spending a time to stay in a quiet moment to thanked The Lord for coming into this world (Heng)
Rada dalemmm...

Dan bagi saya sendiri, natal selalu membawa aura yang membahagiakan karena saya dibesarkan dari keluarga Kristen yang menghargai makna natal sesungguhnya. Ibu dan Ayah ditengah semua keterbatasan, selalu berusaha untuk memberikan natal yang sempurna dari tahun ketahun bagi saya dan adik. Dalam kesederhanaan, kerap kali, Ibu memasak sup brenebon dan ayam rica di rumah sebagai suatu sajian kasih sayang yang sempurna sebelum berdoa dan makan bersama di meja makan. Walau kadang kami hidup didaerah terpencil mengikuti tugas Ayah sebagai tentara, namun kerap kali, Ibu membelikan beberapa baju baru yang cantik-cantik untuk kami kenakan saat masuk ke gereja pada ibadah hari raya natal. Bagi saya dan adik, natal selalu identik dengan limpahan cinta dan kasih sayang dari mereka.

Namun, ketika kami mulai beranjak dewasa, Ibu dan Ayah tak pernah lagi memusingkan hal-hal yang bersifat materi tersebut. Moment natal di keluarga kami selalu habis dengan perenungan firman dan berdoa bersama memanjatkan syukur karna Tuhan itu sungguh ada dan Ia hidup... Tuhan telah datang, Tuhan telah lahir... Tak pernah sekalipun kami lewatkan tiga hal tersebut, sesibuk apapun atau selelah apapun keadaannya.

Tradisi kekristenan yang telah sangat kuat dibangun oleh Ayah dan Ibu adalah bertumpu pada ketiga hal tersebut: Firman Tuhan, Berdoa dan Memanjatkan Syukur... Hal ini yang terus saya pegang selama ini... Walaupun natal identik dengan berkumpul dan berada dekat dengan keluarga, namun wangi semerbak dan dasar-dasar yang teguh dari makna natal yang sesungguhnya telah saya nikmati sejak kecil dan walaupun saat ini saya berada jauh ratusan kilometer dari mereka, namun keharuman kasih dan arti natal selalu melekat pada hati saya... Bahwa dengan pengalaman hidup, saya telah mengerti dan merasakan sendiri tentang kebenaran Tuhan dan sifat-sifat keilahian Tuhan melalui Sang Juruselamat yang hidup, yang telah lahir ke bumi, yang saya panggil namanya: Tuhan Yesus...

Bahwa dengan semua suka dan duka yang ditimbulkan oleh kehidupan, saya telah mengalami bagaimana rasanya berjalan dengan kebaikan dan kasih Tuhan...

----

Lalu, bagaimana cerita natalmu tahun ini?
Semoga menyenangkan!

FeLiZ NaVidaD :-)