Saturday, November 12, 2011

Hari Ini Ingin ke Ubud








Ubud dalam bahasa Bali berasal dari kata "Ubad" atau bila dibahasa-indonesiakan artinya: obat. Saya sependapat dengan arti kata Ubud tersebut, karena setiap kali berkunjung kesana, Ubud selalu menawarkan banyak kesegaran baru bagi orang sakit seperti saya. Kalau ditanya, kenapa orang sakit harus ke Ubud? Mungkin jawaban saya hanya satu: di Ubud selalu ada ketenangan.

Selama ini saya selalu mencari ketenangan. Load pekerjaan yang tinggi, gaya hidup modern yang selalu penuh target, jam kehidupan yang selalu berputar dan semua chaotic drama yang terjadi setiap hari dalam hidup, semakin membuat mata saya sadar bahwa mendapatkan ketenangan sungguh merupakan hal yang penting bagi makhluk hidup yang terus menerus di-set untuk berpikir dan bertindak seperti saya saat ini.

Apabila ditanya, ngapain aja di Ubud? Wah jawabannya banyak sekali. Saya bisa berhari-hari di Ubud tanpa merasa bosan sedikitpun. Pagi hari saya senang memandang sunrise, memulai hari yang baru sambil menikmati matahari terbit dengan berjalan kaki di area terasering / padi field seputaran sawah penduduk dan melihat bebek-bebek yang berenang di sungai rasanya hanya dengan melihat hijaunya sawah, pikiran dan hati saya sangat plong. Udara pagi Ubud yang segar selalu membawa saya bersemangat menikmati aktivitas hari itu. Mungkin setelahnya, saya akan menyeruput teh melati dan roti bakar di Pasar Ubud sambil menikmati lukisan dan artwork seniman Bali di sepanjang Ubud Downtown. Saya bisa menghabiskan berjam-jam hanya untuk menikmati seniman melukis, seperti sebuah mistis setiap kali menerka-nerka apa arti dan makna dibalik goresan lukisan itu.

Satu hal baru yang beberapa waktu lalu sempat saya coba dan saya senang adalah bersepeda mengelilingi pedesaan Ubud, melewati sawah, jalan setapak, melihat petani memanen padi, menikmati matahari yang pedis membakar gabah yang sengaja dijemur di aspal depan rumah penduduk, melihat langit biru dan hamparan sawah hijau yang melapangkan dada. Bersepeda dengan ditemani pemandangan alam yang indah, rasanya seperti mendapatkan obat kuat untuk jiwa dan raga :-)

Terus, terus, ngapain lagi di Ubud? Hmmm, saya selalu kangen merasakan suasana di perkebunan Satria Plantation. Selain banyak pilihan handmade coffee (favorite saya: Vanilla Coffee), ada banyak jenis tanaman disini. Perkebunan dan buah-buahan segar selalu membawa kenangan masa kecil nampak dekat di hati. Saya besar dengan bermain dan berlari-lari di kebun Opa dan Oma di Manado, sekarang walaupun sudah besar begini, saya selalu merasa seperti anak kecil tiap kali berada di tengah-tengah pohon rambutan, mangga, kelapa dalam lingkungan perkebunan!

Setelah puas keringetan bermain di perkebunan, saya juga suka dengan pemandangan Gunung Agung dan Danau Kintamani. Luar biasa indahnya. Ubud itu letaknya di dataran tinggi, tapi kontur tanahnya bagus sekali... Pemandangan gunung dan danau bisa langsung dinikmati dalam sekali tegukan air putih :-)

Hmmmm belom lagi Yoga Barn di Ubud Downtown, weleh-weleh, lengkap sudah semua kebahagiaan saya! Yoga, Yoga dan Yoga. Sejak mengenal Yoga, saya gak pernah bisa lepas karenanya. Apalagi di Ubud, gak boleh dilewatkan. 90 menit latihan Yoga itu sama dengan 1 hari melakukan detoksifikasi. Yoga merupakan pembersihan diri. It's like recharging your inner side, recharging your soul... Being present to yourself is an important thing...

Saat menjelang matahari terbenam, saya gak pernah absen untuk ngintip anak-anak SD yang lagi belajar tari Bali di Pura Agung Ubud, mereka cantik sekali dengan kain tenun khas Bali dan gerakan lentik yang gemulai. Rasanya, matahari senja indah sekali saat diiringi musik tradisional dan tarian mereka. Very refreshing!

Tentu saja, saya bisa menuliskan berlembar-lembar hal yang menjadi kesukaan saya tiap kali berkunjung ke Ubud. Tapi, yang jelas, setiap orang memerlukan obat untuk jiwa yang letih, dan bagi saya, Ubud selalu menyegarkan dan tak pernah lelah memberikan pencerahan, entah hanya mampir 2 hari ataupun 2 bulan, khasiatnya selalu sama yaitu: ketenangan lahir dan bathin.



(*Ketenangan itu yang selalu saya bawa pulang setiap kali meninggalkan Ubud...)


Terima kasih untuk Nyoman, teman baik saya yang sudah memperkenalkan Ubud. Check out his Cycling Tour and google his name: Jegeg Bali Cycling Tour.

Happy Weekend, Fellas!