Tuesday, May 24, 2011

Where Have You Been?




Yaoloh, selama ini saya kemana aja sih...
Lupa banget sama betapa indahnya, betapa cantiknya, betapa beragamnya semua kebudayaan bangsa Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Jauh-jauh ke Paman Sam, ternyata baru bisa memetik betapa Indonesia itu negeri yang sungguh menawan. Bila di Amerika saya tergila-gila dengan patung Kokopeli (simbol asli penduduk yang menempati area Arizona & sekitarnya), juga sempat bela-belain ke Coboy Ranch untuk liat kampung orang, maka di Indonesialah tempat yang sesungguhnya harus saya pelihara dan sayangi sepenuh hati...

Akhir-akhir ini saya mulai berpikir, kenapa orang bule tetangga saya kok doyan banget sama benda-benda Art Craft sampai bela-belain nyari ke pelosok atau beli dengan harga mahal di pelelangan Art. Sekarang saya baru ngerti setelah salah seorang teman baik kami: Ginger Nelson menerangkan:

"Hon, you dont have to understand an art. Art is art. It is made for our pleasure. You just have to like it or not, that simple..."

Lalu saya mulai mengesampingkan pikiran-pikiran mengenai: mengapa harus membeli sebuah karya seni? harus ditaruh dimana karya seni tersebut? untuk apa saya beli?

Gak ada gunanya saya mikir lama-lama, toh akhirnya hal itu akan berakhir menjadi sebuah pepesan kosong. Menurut Ginger, bila hatimu menyukainya, ambil barangnya dan bayar, lalu letakkan dimanapun kamu ingin menempatkannya.

Untuk kali ini, saya memilih aksesoris dan pajangan rumah. Saya membeli beberapa di area Art Shop di Timika selagi ada kesempatan kesana. Pertama-tama, Saya membelinya karena alasan simple: saya suka dengan design canoe, tombak dan patung dari daerah Kamoro. Lama kelamaan, saya mulai mengerti filosofi dari masing-masing motif juga design art tersebut dan membeli makin banyak pajangan. Dan akhir-akhir ini saya merasa barang-barang ini it's not just a stuff, but it is more talking about our identity, our appreciation for the making of art itself...

Saya mulai menghargai proses pembuatannya, merasa selalu penasaran dengan cerita dibalik thema yang dipilih sang pengrajin, tenggelam dalam semua dongeng budaya dan menyatukan semuanya kedalam hati saya untuk seluruhnya dapat saya nikmati...

iya, Ginger benar sekali. Art itu masalah like and dislike, adanya di hati, makanya dinikmati saja yaaaa....

Sama seperti sebuah kain Tuban motif Manuk berdendang yang melelehkan hati saya di Sarinah kemarin, atau seperti sebuah ukiran kayu motif burung Bangau dan ikan yang selalu menetramkan hati saya saat jenuh...

:-)


Ladies, yuk kita cintai budaya Indonesia... Malu aahh, masa orang Bule justru lebih care sama budaya bangsa sendiri daripada kita?

p.s: sssttt, saya lagi naksir sama Tifa Tifa Papua nih... Sehabis ke Sheraton Rimba Papua Hotel, sungguh mati, saya ga bisa bobok hanya mikirin jajaran Tifa ini!!!