Thursday, April 28, 2011

Hi Mario ~ Ciao Mario!

For me: "Goodbye" isn't meant for bestfriends.

Saya mengenal Mario sekitar akhir tahun 2006, ketika pertama kali bekerja di Freeport. Saya justru mengenal sosok anak lulusan Teknik Mesin ITB tersebut jauh lebih lama sebelum saya mengenal Heng. In fact, Mario is the man behind the scene between me and Heng.

Menyebut nama Mario berarti sama dengan menyebut kata: "Jiwa Korsa", "Semangat", "Mimpi" dan juga "Kontroversial". Bagi saya, Mario adalah seorang dengan kepribadian paling kompleks! He is undeniably faithful, incredibly smart and enourmously gorgeous (as a best friend).

Mario adalah orang pertama yang berani menyuruh saya memilih "hidup susah" atau "hidup senang", Mario adalah orang yang mendengarkan saya menangis sesenggukan di tengah malam yang suram saat saya memilih sebuah jalan menuju "hidup senang", Mario adalah orang yang berada di ujung telpon mendengarkan rintik-rintik airmata yang jatuh saat saya meninggalkan sebuah kenangan masa lalu. Mario adalah orang yang memberikan hatinya untuk menampung semua kekuatiran, kegelisahan dan ketakutan akan masa depan yang saat itu sedang saya jalani.

Mario yang saat itu baru bergabung dengan Freeport 6 bulan lebih dulu dari saya, adalah seperti batu pijakan bagi kaki saya melangkah, adalah seperti tongkat bagi mata saya yang buta tentang arah, adalah pelita bagi hati saya yang naif, adalah mata air bagi saya yang haus akan informasi.

Mario yang berani membukakan mata saya tentang kejamnya masa depan bila kaki saya salah langkah, Mario jugalah yang memperlihatkan indahnya dunia bila hati saya percaya. Mario yang mengajarkan saya bermimpi.

Selama 5 tahun belakangan, Mario selalu menjadi bagian dalam pembicaraan saya dan Heng selama ini. Mario selalu terbawa dalam doa-doa yang kami ucapkan, selalu menjadi bagian dalam hidup kami.

Mario yang akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dan menjadi entrepreneur. Mario yang hatinya tetap "idealis", yang menantang Goliath dengan ketapel kecil ditangan kanannya, yang kontroversial dengan sikapnya, yang hidup dengan prinsipnya tanpa peduli dengan apapun di dunia ini.

Mario yang kini pergi membawa semua keahlian, keterampilan dan harapannya ke surga barunya saat ini.

---------

Time will tell.
Only time will tell, why his charm personality always brigths our day,
Only time will tell, when will we meet again...