Friday, December 30, 2011

Ending 2011 by Working & Hanging Out with BFF





*BFF: Best Friend Forever

Yippie! Here we come to the end of the year! I spent the last working day in 2011 by having fun @ the office and hanging out with my BFF. I know it might sounds silly for not having any leave or short break at all on New Year's Holiday but it is what it is... Could't complain more as I enjoyed working (sounds funny hah?) *_*

I got lucky coz this friday is kinda calm at my office, all bosses are gone for vacay and there's only me and Uban, suddenly the office are ours! Gossiping, chit-chating and laughing all day, also: a permission to play music loudly! hakhakhak :-) It wasn't a busy day at all :-) And at lunch time, I spent the entire 2hours hanging out with my girls with the same activities: gossiping, chit-chating and laughing!!!

Yuhuuuu. Girl Talk! What more can I say...

Well anyway.........

I Thanked God that this year had been a terrific year for me to adapt and to learn new things in a whole aspect in life, as I discovered many good and positive will from my inner side. Thanked God for all opportunities that brought me to a stage of understanding my capability and also to accept my limitations within. Thanked God for all sorrow and sadness that build up a strength in me...

I thanked God for every breath that He's giving me to stand alive and for His long lasting mercy that endures forever...

Let's embrace life, Folks :-)

Wednesday, December 28, 2011

Kamoro Christmas at My Kamoro Home





Merry Christmas, dear Lovelies!

As you all know, I've been a big fan of Kamoro - Asmat art and crafts since I've been here on 2009, my home sweet home is decorated based on those two tribes' culture, and so does this christmas' theme! I've decided to put the Piring Sagu - Sagoo Bowl from Kamoro, (which I bought it since couple months ago) next to our big cubby (near to the door), that Piring Sagu described as a plate to fulfill our basic needs (foods) and it is believed as a miracle bowl as it holds our happiness! That Piring Sagu has a lot of meaning to the locals... It is beautifully crafted with grey color :-)

This year, We're celebrating christmas at mining town. I was a bit nervous because my parents in law were cancelled to come by as for some security issues and so there were only us (which are Me, Heng, Krista, Jacky, Keys and Saka). So, all six of us having a hard work to cook for about 60+ guest that planned to come to my house!

And so, all of our bestfriends from this mining site are showed up :-) and I'm so happy for having fun and laughs to the max with them :-) Having quality time with friends and families are precious thing!

Jadi, walopun tahun ini saya heboh sureboh nusuk ratusan sate ayam, bakar 5kilo ikan bumbu kuning dan goreng seloyang sambel goreng udang, rempooonggg dengan mie ayam jamur dan sup tom yam, tapiiiiiiiii sumpah deh, GAK KAPOK hihihihi :-)

H A P P Y

H A P P Y

H A P P Y

----

So I asked my friends about what Christmas means for them, and these are their answers:

~Natal itu waktu berkumpul bersama keluarga dan teman terdekat untuk berbagi kasih (Tari)
Cuittt Cuiwww

~Natal itu adalah moment mengenang dan bersyukur bahwa Tuhan Yesus telah hadir untuk menyelamatkan kita semua - manusia berdosa yang dikasihi Tuhan (Daniel)
Yessss indeed :-)

~Natal itu saat paling pas untuk pasang pohon natal dan tukeran kado! (Astrit)
Yaolohhhh tolong :-)

~Natal itu waktu untuk bermaaf-maafan dan bersayang-sayangan (Olyne)
Jiaaahhhh ellahhh Bowww...

~Natal itu waktunya makan kue dan makan babi kecap kiriman Mamah! (Owa)
Pasrah deh kalo Owa yang ngomong...

~Natal itu adalah saat yang tepat untuk cuti ke Singapore karena ada Xmas Great Sale! (Prita)
Mintaaa Ampuuunnn Aja Dah Gue sama Miss Jinjing inih...

~Natal is when you could say: Happy Birthday Dear Lord Jesus! and or: Jesus is Born! (Ita)
Yuhuuuuu :-) Benar sekaliiiihhh

~Natal itu berarti saya bisa nyanyi kenceng-kenceng lagu GLORIA IN EXCELSIS DEO (Coky)
Yesss, I Love That Song Tooo!

~Natal itu spending a time to stay in a quiet moment to thanked The Lord for coming into this world (Heng)
Rada dalemmm...

Dan bagi saya sendiri, natal selalu membawa aura yang membahagiakan karena saya dibesarkan dari keluarga Kristen yang menghargai makna natal sesungguhnya. Ibu dan Ayah ditengah semua keterbatasan, selalu berusaha untuk memberikan natal yang sempurna dari tahun ketahun bagi saya dan adik. Dalam kesederhanaan, kerap kali, Ibu memasak sup brenebon dan ayam rica di rumah sebagai suatu sajian kasih sayang yang sempurna sebelum berdoa dan makan bersama di meja makan. Walau kadang kami hidup didaerah terpencil mengikuti tugas Ayah sebagai tentara, namun kerap kali, Ibu membelikan beberapa baju baru yang cantik-cantik untuk kami kenakan saat masuk ke gereja pada ibadah hari raya natal. Bagi saya dan adik, natal selalu identik dengan limpahan cinta dan kasih sayang dari mereka.

Namun, ketika kami mulai beranjak dewasa, Ibu dan Ayah tak pernah lagi memusingkan hal-hal yang bersifat materi tersebut. Moment natal di keluarga kami selalu habis dengan perenungan firman dan berdoa bersama memanjatkan syukur karna Tuhan itu sungguh ada dan Ia hidup... Tuhan telah datang, Tuhan telah lahir... Tak pernah sekalipun kami lewatkan tiga hal tersebut, sesibuk apapun atau selelah apapun keadaannya.

Tradisi kekristenan yang telah sangat kuat dibangun oleh Ayah dan Ibu adalah bertumpu pada ketiga hal tersebut: Firman Tuhan, Berdoa dan Memanjatkan Syukur... Hal ini yang terus saya pegang selama ini... Walaupun natal identik dengan berkumpul dan berada dekat dengan keluarga, namun wangi semerbak dan dasar-dasar yang teguh dari makna natal yang sesungguhnya telah saya nikmati sejak kecil dan walaupun saat ini saya berada jauh ratusan kilometer dari mereka, namun keharuman kasih dan arti natal selalu melekat pada hati saya... Bahwa dengan pengalaman hidup, saya telah mengerti dan merasakan sendiri tentang kebenaran Tuhan dan sifat-sifat keilahian Tuhan melalui Sang Juruselamat yang hidup, yang telah lahir ke bumi, yang saya panggil namanya: Tuhan Yesus...

Bahwa dengan semua suka dan duka yang ditimbulkan oleh kehidupan, saya telah mengalami bagaimana rasanya berjalan dengan kebaikan dan kasih Tuhan...

----

Lalu, bagaimana cerita natalmu tahun ini?
Semoga menyenangkan!

FeLiZ NaVidaD :-)

Monday, December 26, 2011

desember ditiup angin

desember musim penghujan
hilang berlalu begitu saja
lenyap begitu cepat
seperti ditiup angin
hingga aku lupa
arti bulan desember yang sebenernya

Tuhan,
maafkan aku
tak sempat bersyukur
untuk kehadiranMu
untuk kebaikanMu
untuk penyertaanMu
sepanjang tahun ini...

Terima kasih Tuhan...

Sunday, December 18, 2011

Pantai Amai - Sentani...







Gak ada habisnya deh kalau ngomongin wisata bahari di Timur Indonesia :-) Salah satu pantai yang sempat saya dan keluarga jelajahi beberapa tahun lalu adalah Pantai Amai di Sentani (sekitar 2.5jam perjalanan dari Jayapura). Perjalanan kesananya lumayan horor karena jalannya kecil dan berliku-liku, walaupun pemerintah sudah membuat jalan aspal tapi masih banyak lubang gede banget dan ngerinya pas kiri-kanan ada jurang hihihii :-) bener-bener kudu berdoa yang banyak dah kalo nyetir di Indonesia ya Mak heheheh :-)

Tapi perjalanan selama 2.5 jam yang bikin dag-dig-dug terbayar dengan pemandangan pantai perawan inih :-) Cieh ellah, sengaja pake kata perawan, soalnya pas kita sampe sanah, buset dehhh, macam private beach Cong, kagak ada orang laen berwisata kesanah selain kita!! Belom ada losmen bahkan hotel, ataupun tukang asongan yang jualan gorengan... Belom ada bangunan beton yang tinggi, belom ada polusi udara dan kita hanya mendapati sedikit sampah...

Bener-bener masih sepiiii.... Well, honestly, ada penduduk lokal sih tapi itu pun cuma beberapa biji hihihi :-) Pantainya enak deh, pasirnya putih rada-rada abu-abu, mirip kek di Jimbaran. Terus yang nyenengin: di pantai ini ada lagoonnya... Jadi di lagoon itu kita bisa mandi-mandi juga, karena air tawar :-) Catet ya: AIR TAWAR... Canggih bener khan ini pantai bener-bener eksotis! Ada pantai air laut dan di sampingnya, ada semacam muara air tawar :-) Dua-duanya jernih dan bersih...

Begitu sampe, saya udah jejeritan pingin cepet-cepet nyungsep berenang di lagoon air tawarnyh :-) Sumpah mati, airnya tenang dan sejuk... Rasanya semua kejenuhan, keletihan dan kesumpekan langsung hilang hanya dengan berenang dan menikmati air kelapa :-) Sepanjang pantai ada banyak pohon kelapa, selama berenang ada banyak perahu kole-kole lalu-lalang mengangkut ikan, sepanjang siang saya hanya menikmati matahari :-)

Indahnya duniaaaaaaaahhhh :-)))

Untuk yang pingin kesini, sebaiknya bawa bekel makanan dari rumah secara disindang tintring ada jualan ya Mak... Pokonya private and secluded abisss... Jangan lupa siapin uang 50ribu perak untuk penyewaan honai tempat berteduh seharian penuh saat kita kesana. Tempat parkir disediakan & ukurannya lumayan luas...

And oooh, one more thing: CAMERA! Yess, bring your camera!!!

Pokonyah, pingin kesini lagihhh :-)))

Pantai Amai - Sentani




Saturday, December 17, 2011

Rimba Papua Hotel By The Pool...







I am obsessed with this hotel since I've been here for the first time on 2009. Loving the warm atmosphere here. Loving all the wood-carving here. Loving all the Kamoro and Asmat art and craft here. Loving all Papuan Theme for this hotel. Loving all the originality concept of this hotel. Loving all the uniqueness and complexity of the design including interior and exterior of this hotel.

And of course, most of all: I love the grand design of the lagoon pool... Breath-taking blue pool, not too big, not too small size, charming landscape with a touch of local culture. Well blended!

Enough talking. Take me there! Take me there!

Obsesi Weekend Ini: Rimba Papua Hotel





S.e.k.e.r.t.a.r.i.s



Tidak gampang mengemban pekerjaan sebagai sekertaris. Most of the time, we have to act and think as what our boss supposedly think. We need to make right decisions within second. Kadang, ada masa dimana saya benar-benar merasa pingin keluar dari pekerjaan. Ada masa dimana saya benar-benar pingin muntah dengan ratusan request yang masuk di-email (dan juga HP).

Beberapa hal yang membuat saya sering pusing tujuh keliling misalnya, jam kerja yang menuntut saya harus 24hour standby, aspek ketelitian dan keramahtamahan juga perlu diutamakan, tanpa peduli dengan suasana hati dan mood saat itu. Kadang mendapat telpon jam 11 malam hanya untuk membuat reservasi pesawat terbang. Atau, datang ke kantor pada hari sabtu hanya untuk memastikan laporan bulanan sudah terkirim. Bahkan harus rela basa-basi dengan koleganya bos, hanya untuk mendapatkan kepastian rapat dengan pihak terkait. Atau juga, harus rela mengorbankan hari minggu sore, demi mengecek lay-out sofa dan warna cat untuk ruangan barunya Pak Bos. Belum lagi, urusan approval yang sudah menunggu di kantor...

Beberapa kali pernah terlintas untuk mencoba pekerjaan lain. Tapi, bukankah semua pekerjaan selalu punya tantangan dan cobaan masing-masing... Bukankah, setiap pekerjaan memiliki tanggungjawab, kesusahan dan kesenangannya masing-masing... Bukankah setiap pekerjaan yang diberikan kepada kita memiliki berkatnya masing-masing... Bukankah setiap pekerjaan yang kita jalani adalah rejeki...

Terkadang, menikmati pekerjaan itu sama seperti bersekolah. Ada proses pembelajaran didalamnya. Ada ujian yang harus dilalui demi sebuah nilai akhir yang sempurna untuk selanjutnya dapat kita recall kembali pengalamannya. Ada sebuah proses perubahan dari "tidak mengerti" menjadi "paham & mengerti", ada sebuah proses dari "tidak tau" menjadi "mahir dan ahli" didalamnya...

Dan, tentu saja, setiap kali merasa down, bersyukurlah saya karena selalu diberikan banyak semangat dari sahabat dan rekan kerja untuk tetap betah duduk dikursi sekertaris :-) Seperti semangat yang diberikan oleh sahabat saya dari Vayatour Tpra hari ini dengan mengirimkan kado kecil, yang judulnya sih "terima kasih sudah sering pesen tiket di Vaya" heheheheh :-)

-------



"There's a purpose for everybody you meet: Some are there to test you, use you, some will teach you and some will bring out the best in you..."

Sunday, December 11, 2011

Sapardi Djoko Damono dan Saya Makin Cinta Sastra Indonesia

Setelah Katon Bagaskara membuat saya jatuh cinta pada Sastra Indonesia, ada seorang sosok yang makin membuat hati saya tak pernah lepas dari Sastra. Dia seorang yang sangat spesial karena melalui pemilihan kata-kata yang sederhana, justru sajak-sajaknya begitu kuat dan mengakar, baik bagi penikmat Sastra yang masih pemula, maupun bagi mereka yang sudah mahir dengan Bahasa Indonesia tingkat tinggi.

Sempat menyesal karena tidak berkuliah Sastra di UI Depok (padahal jarak Cijantung-Depok hanya selemparan batu), sempet menyesal karena tidak pernah mengambil Sastra Indonesia di UI (berharap diajarin sama Pak Dosen Sapardi Djoko Damono), tapi toh, sosok SPD selalu dekat dan ada di hati saya :-)

Berikut adalah sajak-sajak karya beliau yang masih selalu berkekuatan magis setiap kali saya membacanya :-)

Enjoy!!!

----

HUJAN BULAN JUNI
(1989)

Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan juni
Dihapuskannya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

-----

AKU INGIN

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

----

DALAM DIRIKU
(1980)

Dalam diriku mengalir sungai panjang,
Darah namanya;
Dalam diriku menggenang telaga darah,
Sukma namanya;
Dalam diriku meriak gelombang sukma,
Hidup namanya!
Dan karena hidup itu indah,
Aku menangis sepuas-puasnya


----


YANG FANA ADALAH WAKTU
(1978)

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
Memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
Sampai pada suatu hari
Kita lupa untuk apa.
“Tapi,
Yang fana adalah waktu, bukan?”
Tanyamu. Kita abadil


------


SIHIR HUJAN
(Perahu Kertas, Kumpulan Sajak, 1982)


Hujan mengenal baik pohon, jalan, dan selokan
swaranya bisa dibeda-bedakan;
kau akan mendengarnya meski sudah kaututup pintu dan jendela.
Meskipun sudah kau matikan lampu.
Hujan, yang tahu benar membeda-bedakan, telah jatuh di pohon, jalan, dan selokan
menyihirmu agar sama sekali tak sempat mengaduh waktu menangkap wahyu yang harus kaurahasiakan



----


TAJAM HUJANMU
(Perahu Kertas, Kumpulan Sajak, 1982)


tajam hujanmu
ini sudah terlanjur mencintaimu:
payung terbuka yang bergoyang-goyang di tangan kananku,
air yang menetes dari pinggir-pinggir payung itu,
aspal yang gemeletuk di bawah sepatu,
arloji yang buram berair kacanya,
dua-tiga patah kata yang mengganjal di tenggorokan
deras dinginmu
sembilu hujanmu

dunia indah # 22



Dunia indah itu saat pagi hari terbangun dan melihat Papah tertawa lepas sambil menggendong baby Alexa, sarapan pisang goreng keju dengan seduhan teh poci, dikasih madu sedikit, gangguin Mamah yang gak jelas sibuk ngapain di dapurnya, cubit-cubit pipinya baby Alexa, balik tiduran di kamar, gak perlu kuatir harus mandi cepat-cepat, karena waktu dapat menunggu....

Yang terutama adalah keluarga... Yang terindah adalah keluarga....

Pantai Tablanusu - Jayapura :-)







Desember datang lagi, udara dingin dan hujan deras kembali menyelimuti kota tambang ditempat tinggal saya... Gapapa deh kalau belom boleh cuti, gapapa deh kalau belom ada kesempatan untuk liburan, tapi bukan berarti saya gak boleh merencanakan tujuan vacay bulan depan khan... Huhuhuhu :-( Tadi pagi dapet sms dari temen baik yang akan liburan ke Tablanusu... Terus keingetan, saya belom sempat posting pantai ini hihihihi :-)

Liburan bulan depan, rencananyaaaa....Pingin sih ke pantai lagi :-) Pingin liat pohon kelapa lagi :-) Pingin itemin kulit biar sekalian terbakar matahari sampai perih :-) Pingin lari-lari di pasir sampe teler :-) Pingin berenang sampai kaki-kaki pegel dan sampai betis mau robek :-)

Untuk temen-temen yang penasaran sama wisata pantai diseputaran Jayapura, beberapa waktu lalu, saya dan keluarga mampir ke Tablanusu (sekitar 1jam perjalanan dari Sentani). Pantainya lumayan bersih. Uniknya, disini gak ada pasir tapi bebatuan, jadi pas berenang, kaki kita nginjek batu-batu gitu hihihi :-) Saran saya, harus pake crocs or sepatu sendal yang nyaman supaya gak sakit... Disini juga ada cottage kecil, lumayanlah nuansanya honai gitu, dikelola oleh keluarga Pak Bupati Habel Suwae. Ada penyewaan ban juga :-) Seneng deh jadi bisa fiksasi ke masa kecil berenang pakai ban, sok-sok leyeh-leyehan dipantai pakai ban itu hihihihihi :-) Ada tempat karaoke and resto gitu :-) Buat wedding venue juga OK karna ada function hall-nya juga... Masyarakat sekitar juga ramah-ramah :-) Khas pedesaan yang bersih dan kampungnya sangat rapih sekaliiii, juga tertata dengan baik :-)

Paling seneng: kenalan sama anak SD bernama Anjas (yaolohhhh tolong, ini anak Papua asli, lahir di Tablanusu, kok namanya bisa jawa begonoh yak), terus diajakan puter-puter pakai canoe kecilnya kelilingin pantai, sambil ngobrol-ngobrol tentang suasana desa pantai ituhhh... Jadi ini anak kalau udah pulang sekolah, nyambi jadi pengantar wisatawan keliling kampung dengan canoe-nya :-)

Paling seneng: Minum air kelapa diatas canoe kecil sambil ngelamun dan bengong sepanjang hari :-)

Lemme tell you guys, vacay means: enjoying days by daydreaming and doin' nothin'....
:-)


Paling bete: batunya kadang tajem jadi telapak kaki sakit-sakit :-(


But most of all, worth to see and Would love to go back there someday :-)

Pantai Tablanusu - Jayapura





Wednesday, December 7, 2011

Saya dan Pak Bos :-)

(Suasana pagi hari di kantor saya)

Pak Bos: "Nisye, sekali lagi saya ingetin ya. Jam kerja kita itu jam 7 pagi sampe jam 6 sore"
Saya: "Iya Pak maap telat, khan kemarin saya pulang malem jam 7an dari kantor abis ngerjain report"
Pak Bos: "Wahhh kalo itu sih DL-DL: Derita Loe, Derita Loe ^_^"
Saya: "Yaoloh Pak tega deh..."
*Sambil cengengesan melengos langkah seribu ke meja kantorku*

----

Pak Bos: "Nis, artinya Ababil apa seh? Kok anak saya sering ngomong itu dirumah
Saya: "Oohh, Ababil itu bahasa gaol: kepanjangan dari ABG Labil, Pak..."
Pak Bos: "Ohya? Saya kira: Abang-Abang Labil..."
Saya: "Jiaaahhhh ?!?!#%!"
*Abang sape emangnya Pak? Bang Thoyib? Qiqiiqiqiq :-)*


---

Pak Bos: "Nis, tolong pesenin untuk menu lunch siang ini saya coba Manohara"
Saya: "Hah? Apa Pak?!? Manoharaaa?"
Pak Bos: "Ahh kamu kelamaan Papeda sih, itu tuh yang Spagheti getoh"
Saya: "Ampuunn Pak, itu mah Spagheti Carbonara kaleeeeeh...."
Pak Bos: "Ehh iya itu deng kamsudnyahhh!"
Saya: ^_^ Hak Hak Hak Hak ^_^
*(sumpahhh mau pingsan dengernyah!)*

---

Pak Bos: "Nisyeeeeee, Asheeekkk cuti saya diapproved!"
"Kamu tolong bookingan pesawatnya yah...?"
Saya: "Girang amat Pak?"
Pak Bos: "Iya dong, kita khan mau kumpul bocah..."
Saya: "Lhaaa? Maksudnya kumpul keluarga kaleeee Pak..." ^_^
Pak Bos: "Sssttt, bodo amatanlah, mau kumpul ape aje nyang penting saya cuti.."
Saya: "hak hak hak hak ^_^ udah salah, maksa pulak nih si Bapak"

----

(Masih seputaran cuti)

Pak Bos: "Nisye, sorry dorry stroberry, saya cuti pas natalan ini, kamu standby di kantor ya"
Saya: "Yahh Pak, gak kesian apa muka saya udah kusem kucel begeneh..." (mengiba belas kasian ke Pak Bos)
Pak Bos: "Adoh kalo kusem dan kucel, tinggal pake pelembab muka dong"
Saya: "Jiaahhh, maksud saya bukan itu Pak, approved napeh short leave saya Pak..."
Pak Bos: "Makanya kalo ngomong yg jelas dunk ga usah pake bahasa kiasan"
Saya: "Iyeeehhh, cepetan ngapah Pak diapproved!!!"
Pak Bos: "Bujug buneng, iye iye saya approved sekarang deh. Takut saya sama kamu..."
Saya: "Yah ellah cuma 3 hari doang Pak..."
Pak Bos: "iyaaaa ahhh bawelllll.... Tuhh udah ya"

Hakhahakhakhak :-)

------

Bos saya orangnya perfeksionis dan serius sekali, tapi kadang-kadang juga bisa lucu setengah mati hihihihi :-)

Monday, December 5, 2011

Guilty Pleasure






Emang rada syusyah memegang prinsip kalau abis dapet uang "panas" hihihi :-) niatan untuk nabung buat dibeliin iphone udah keburu meluap setelah lirik-lirik butik Geulis Gendhis punyanya Mbak Lika. Ceritanya nih, dikantor sedang ada insentif-insentifan gitulah untuk karyawan yang tetap memilih bekerja, ihiiiiyyyy, itu duit juga ga seberapa sih, secara pan saya cuma admin, anak bawang doang :-) Tapi lumayanlah daripada manyun, alhamdulilah yahhh se su a tu bangettt :-)

Dan akhirnya setelah lirik-lirikan akhirnya naksir beneran dan terjadilah kegiatan jual beli hihihihi :-) Padahal baru sebulan lalu saya beli Sackdress Lurik dari butik ini, tapi begitu Mba Lika upload foto-foto baru (terutama rok dari kain Jepara dan bolero batiknya) ALAMAKJAAAANGG... MANA TAHHHAAANNN....

:-)

Good Lord this is my guilty pleasure. Feeling guilty for being a shopaholic but having lots of fun by doing it :-) Such a pleasure!

----


For more pics and gorgeous skirts and batik dress, kindly google Mba Lika's Geulis Gendhis Butik. Have fun, Ladies!

Sunday, December 4, 2011

dunia indah # 12

dunia indah ketika aku dapat memelukmu
erat-erat...

dunia indah ketika aku bisa menghentikan waktu
lambat-lambat...

dunia indah ketika aku hanya berdua denganmu
dekat-dekat...

dunia indah ketika aku mengerti arti panggilan sayangmu
amat sangat...

yang tersisa dari ulang tahun kemarin...





Sudah 2 tahun berturut-turut Heng offsite saat saya ultah :-( Tahun lalu, dia ke Mexico City dan tahun ini dia ke Jakarta, leaving me alone in this mining town.... Sad, sad, sad :-( Sigh...

Jumat pagi ngantor dengan sambutan happy birthday dari temen-temen! Happy me! Happy me! Semua anak-anak Airfast, anak-anak Vayatour juga nyamperin :-) Abis itu pada ngasihin kado!!! (Yaoloh, sumpah syeneng bgt dah ahhh). Thanked God I have you all, Lovelies... Dan tepat jam 7.30 pagi, datanglah surprised cake from hubby Heng :-) Hihihi :-) Ternyata dia inget istrinya ultah :-) hihihihi Sesuatu Banget :-)

Sedikit rempong karna saya ngadain makan-makan, ditagih anak-anak kantor, hadeeehhh teteuppp... 25 November yang heboh :-) Tambah rempong lagi pas buka HP, wadowww, dapet banyak SMS, BBM, dan Message Facebook untuk ucapan selamat ultah hihihi :-) Berasa macam kek artis dah ahhh :-) Beberapa ucapan selamat bahkan datang dari orang yang saya gak nyangka. Ada dari teman lama, ada dari bos besar saya, ada dari bos-nya temen (yang sebenernya bukan bos saya sih hihihi) atau dari kolega kerja yang hanya saya kenal lewat email :-)

Bener-bener bahagia sekali :-) Punya keluarga dan temen-temen yang sayang sama kita :-)

Satu ucapan selamat yang saya terima dan paling berkesan adalah dari seorang teman baik yang berprofesi sebagai wartawan surat kabar. Namanya Bang Lucky. Si Abang ini juga pernah meliput ayah saya saat kunjungan kerja beberapa tahun lalu di Jayapura. Banyak hal yang sering kita diskusikan terutama tentang kompleksitas masalah di Papua. Saya berteman dengan Bang Lucky sudah cukup lama dan selalu banyak mendapatkan pencerahan sehabis ngobrol santai dengan beliau :-)

Anyway, ucapan selamatnya Benar-bener menyentuh dah ahhh....

Ultah yah? Selamat eee Nisye...
Semangat terus, bikin hidup lebih bermakna
Biarkan mengalir seperti air
Berhembus seperti angin
Melambai seperti nyiur
Syukuri setiap detik
Karna waktu itu hadiah paling indah untukmu..
.

(Mari mampir ke blognya beliau di: http://ikansako.blogspot.com)

----

Katanya orang bijak, ada beberapa hal patut disyukuri didunia ini: kesehatan, keluarga dan persahabatan :-)

Amin. Amin. Amin.

Cinta Pertama Pada Sastra Indonesia: Ibu dan Katon Bagaskara

Saya beruntung memiliki Ibu yang tidak terlalu menuntut anaknya untuk pintar secara akademik, atau menerapkan standard yang tinggi untuk mata pelajaran tertentu. Saya menyadarinya saat menerima raport kelas 1 SD dan melihat nilai matematika yang tertulis dengan sebuah angka 6. Ibu hanya mengatakan, "Gapapa, Kaka, Kalau tidak bisa matematika nanti Kaka belajar lagi, mungkin Kaka pintarnya di Bahasa atau di pelajaran lain..."

Sesingkat dan sesederhana itulah pengertian Ibu dalam menyayangi saya. Tak ada penjelasan dan perkataan lain yang lebih menenangkan seorang gadis berusia 6 tahun yang hanya mendapat nilai 6 pada kelas matematikanya. Tak ada kalimat lain yang ingin saya dengar kala itu selain apa yang telah disampaikan Ibu. Betapa santainya Ibu yang pada kelanjutannya tak pernah bosan menerima raport dan memandang nilai matematika anaknya hanya bermain disekitar angka 6 dan maksimal 7. Dan untuk selanjutnya, Ibu makin sering memberikan buku-buku mengenai sastra, sajak dan puisi Indonesia. Saya makin sering membaca dan melahap semuanya seperti cemilan di sore hari.

Efeknya, saya semakin cinta dengan pelajaran Bahasa Indonesia. Saya semakin tenggelam dengan kekayaan Bahasa Indonesia. Mencintai setiap kata-kata dalam Bahasa Indonesia.

Bila ketika Sekolah Dasar saya hanya mengagumi keindahan kata demi kata dari Bahasa Indonesia dengan membaca, maka ketika mulai menginjak SMP, saya mulai berani menulis, tepatnya ketika saya pertama kali mengenal Katon Bagaskara. Saya ingat kala itu, Katon menulis lirik lagu "Gerimis" yang dinyanyikannya bersama grup musik "KLA". Begini bunyi liriknya:

"Gerimis"

Musim penghujan hadir tanpa pesan
Bawa kenangan lama telah menghilang
Saat yang indah dikau di pelukan
Setiap nafasmu adalah milikku

Surya terpancar dari wajah kita
Bagai menghalau mendung hitam tiba

Sekejap badai datang mengoyak kedamaian
Segala musnah... Lalu gerimis
Langitpun menangis

Kekasih, andai saja kau mengerti
Harusnya kita mampu lewati itu semua
Kekasih, andai saja kau sadari
Semua hanya satu ujian tuk cinta kita
dan bukan alasan untuk berpisah...

Dan untuk selanjutnya, saya amat menikmati semua larik kata pada lagu-lagu KLA. Hingga sampai pada satu sore, saya berada di toko buku dekat rumah dan menemukan sebuah buku kumpulan puisi Katon Bagaskara judulnya: Satu Kayuh Berdua. Begini baitnya:

"Satu Kayuh Berdua"

Ingin Kukirim bunga
Yang pantas kau terima
Atau tuliskan lagu
Sekedar menuang rindu
Apa saja kumampu
Asal itu buatmu
Kuharap engkau suka
Beri kecil binar mata

Ingin dengar candamu
di telepon bicara
Pastinya kau tersipu
Waktu aku merayumu
Apa saja kumau
Untuk meraih hatimu
Kuharap engkau suka
Beri kecil binar mata
Melekat erat di jiwa

Sudikah naik ikut perahuku
Berkain layar cinta
Arungi warna-warni gelombang dunia
Satu kayuh berdua
Untuk sampai disana,
Kau turut serta...


----

Dan sejak saat itulah, saya yang masih bau kencur, saya yang masih culun, mulai berani menulis sajak-sajak sederhana diatas buku diary pink yang dibelikan Ibu. Buku kumpulan puisi dari Katon, lirik-lirik lagu milik KLA dan buku diary pink selalu menjadi teman baik saya setiap hari. Saya semakin banyak meresapi sastra Indonesia setelahnya. Ada sesuatu disela-sela rangkaian kata pada sebuah karya sastra yang membuat saya selalu takjub. Pada kesempatan berikutnya, saya mulai berani menuliskan apa saja yang ingin saya ungkapkan. Menulis merupakan arena saya mengungkapkan semua rasa yang tak sempat saya utarakan dengan bibir. Menulis memberikan saya ruang untuk jujur terhadap hati nurani yang kadang hanya dipenuhi dengan logika. Menulis selalu membuat saya lebih santai dalam melihat dan melangkah.

Betapa ajaibnya sebuah kecintaan terhadap Bahasa dan Sastra dapat menjadikan seseorang lebih merasa hidup dan berarti. Betapa menyenangkannya dunia ini bila ada begitu banyak orang yang menghasilkan semangat dan cinta hanya dengan bermodalkan serangkaian kata. Betapa indahnya dunia saat semuanya memiliki pengertian dan penggunaan bahasa yang baik dan benar....

Betapa bahagianya dunia ini bila ada ribuan orang seperti Ibu dan Katon Bagaskara yang selalu penuh dengan cinta....

Monday, November 21, 2011

Saya dan Perempuan Bernama Iliam Komber







Saya jarang punya sahabat perempuan. Entah kenapa dari dulu, sahabat saya selalu laki-laki. Kadang, saya merasa, sahabatan dengan perempuan itu sama dengan mencari kerepotan. Beda dengan laki-laki yang biasanya easy going, careless, telling the truth about yourself and have no drama at all. Sedangkan, most of my female friends kebanyakan sih terlalu drama, kek macem banyak ribet and rempongnya dah ahhh, masalah cuma pake baju apa hari ini, masa nanya pendapat sih? Mau makan siang apa nanti, masa harus mikir lama-lama sih? Mau beli iphone atau BB masa harus kasak-kusuk kiri kanan sih? Hadeehhh... Pokonya remponglah kalau sahabatan sama perempuan ituuuhhh :-) no offense Ladies, you know it's so f*uckin true, right? hihihi :-)

Tapi jangan salah yaaa...
Temen perempuan saya banyaaakkk... Kalau ga percaya, liat nooohhh di FB, banyakan temen perempuan daripada lelaki hihihi :-) Hanya saja untuk dijadikan Sahabat ohh No, No, saya tukang milih... Gak mau sembarangan deket sama orang... Beberapa kali saya sempat kecewa dengan ulah perempuan-perempuan banyak gaya di lingkungan saya tinggal sekarang ini. Tapi memang dari dulu, dan sudah sejarahnya sih, saya jarang nyambung kalau curhat masalah yang DaLeM BaNgeT kepada temen perempuan... (Aneh khan yaa hihihi), mungkin sebenernya dulu sebelum reinkarnasi, saya ini lelaki atau bagaimana sih?!? (mulai jaka sembung, gak nyambung ihihihih)

Naahhh kali ini, saya mau cerita tentang seorang perempuan yang punya tempat khusus di hati saya sejak 2 tahun belakangan ini. She's a special woman in my life, since her heart is purely white, contains no evil at all, even though sometimes her behavior might confused you ihihihihi :-)

Meet my girl: Iliam Clementia Komber a.k.a Gil a.k.a Ili a.k.a Ilko.
Secara diese perempuan paling gila yang pernah saya ketemuin di dunia ini (dan dia ga setuju, protes-protes segala, karena menurut dia, saya yg paling Edan!)

Waktu kenalan pertama khan ceritanya waktu itu saya diminta jadi bintang tamu di satu acara, terus si Iliam juga merupakan lead MC-nya, nah waktu itu saya penasaran banget soalnya saya belom pernah kenal sebelumnya, (perasaan, ini perempuan Papua asal Amungme paling cantik yang saya pernah kenal deh...) saya seneng liat bodynya yang aduhai, dan terutama: tulang pipinya! She's really having that America's Next Top Model face, with a strong cheek bone, jadi kalau pake blush on, ini cewek bener-bener glowing mirip Afro American Girl-lah istilahnya! Huhuhuhu *_* Sempurna deh, dia badannya juga bagus, mirip model-modelnya Ajie Noto getoh... (Good Lord, Iliam loe jangan GR pas bacanya yak!)

Jiaaahhh elllaaahhh, ternyata abis acara itu, saya ketemu lagi pas mau interview kerjaan di departemen yang sekarang saya kerjain (?!?@$&?!) Pas masuk ruangannya, Iliam langsung suguhin teh, kue, permen gitu, lumayanlah untuk ngilangin panik sebelum wawancara sama calon bos :-)) Terus Iliam ngajak ngobrol santai getooh deehhh... Pokonya, kesan pertama begitu menggodalahhh. Dalem hati, ini cewek udah cantek, baek pulak ya Mak! (Kamsudnya khan jaman sekarang banyak bener film drama, pake acara bumbu-bumbu jealous... Biasalah wanita, kebanyakan ngirian, syirikan, dengkian kalo liat yg laen bahagia...) Tapi ini cewek gak gitu orangnya... Gak ada sifat jealous atau takut tersaingi sama sekali lho... Orangnya nyanteee bangettt... Welcome banget... Ramah banget... Bahkan sering ngasih masukan untuk saya yang waktu itu buta banget soal dunia Industrial Relations (secara Mak sebelumnya khan saya di General Affairs, lebih banyak ngurusin kontrak daripada service orang...) Yah pokonya enaklah, asiklah... Dan, sejak pertemuan pertama ituh, kita jadi temenan, tukeran HP, pin BB dan akhirnya jadi sahabatan sampe sekarang...

Alhamdulilah yah Sesuatu Bangettttt.... (Ala Syahrini....) qiqiqiiqiqiq :-))

Satu yang saya demen bener dari seorang Iliam Komber adalah sifatnya yang cuek bebek, mirip sifat laki-laki alias tomboy abess tapi anehnya diese banci dandan bowww :-))) dan hatinya yang tulus juga blak-blakan. Kalau saya salah, yah dia bilang saya salah. Kalau saya dosa yah dia bilang saya pendosa. Iliam ga pernah "muna", sok-sok polos, apalagi maksain keadaan... Pokonya asik deh orangnyah... :-)) *aaaww-aaaww*

Secara juga di kantor IR tuh yang judulnya wanita hanya saya dan Iliam, maka makin erat dan kuatlah hubungan kasih sayang kami berdua (Huhhahahhaha *gubraakkk* cih-cih apaan tuh artinyah?!?) Gimana kagak berkasih sayang, secara di kantor tuh ya, kita berdua sering jadi tempat makiannya bos-bos, tempatnya bos-bos marah-marah, sering jadi babunya bos-bos, tempat sampahnya bos-bos, bahkan sampe juga jadi tempat sayang-sayangnya bos-bos ihiiiiyyy :-) atau juga jadi sasarannya bos-bos bagi-bagi rejeki qiqiqiiqiq :-)))

Serulah kalau kantor ada Iliam (secara kadang diese sering ditugasin di Lowlands untuk ngurusin Bipartitelah, Mediasilah, PHI-lah, alahualamlah...). Rasanya sepiii banget kalo Iliam gak ada :-( Secara kita sama-sama penyuka teh melati, teh poci, teh hangat, segala macem teh deh you name it, we love it... kita suka... Perempuan penyuka teh :-)) Kita berdua sama-sama suka bangun siang (ssssttt...jangan bilang-bilang ini gawattt), kita berdua sama-sama suka dipijet (mamposss gak sih... banci pijet ketemu banci pijet hihihihihi), kita berdua sama-sama lahir tahun 1983, kita berdua sama-sama kuliah Psikologi (what kind of coincidence is that?!?), kita berdua sama-sama suka gado-gado dan ikan bakar (selera endonesah deh...), kita berdua sama-sama banci dandan (teteup ya Mak, make-up is important), dan yang paling kacau: waktu kuliah dulu, kita berdua sama-sama suka DuGeM! DisCo Abisss Sampe Pageeehhh!!! Aaancur dunia persilatan hakhakahakhaka :-) Parah banget khan yaaa... Tapi, walopun kita berdua sering DuGeM, dan seancur apapun kita dulu, kuliah is still numero Uno, saya dan Iliam sama-sama berhasil menyelesaikan S-1 Psikologi dalam waktu 7 tahun hakhkahakhak :-) Rusaakkkk... Bodo amatan ya Mak, loe mau bilang ancur kek, caur kek, nih liat ijasah kiteee :-) nadanya rada nyombong dikittt ala ABG Gaol hahahhaa :-)

intinya, Iliam dan saya, sama-sama menikmati hidup dan ceritanya nih, gak mau terkungkung jadi orang yang picik, pinginnya gaol terosssh getoh deh (asheeekkkk....gak nahan bahasanya....) hihihihi :-)))


Pokonya, selama 2 tahun belakangan, saya seneng banget bisa kenal sama ini orang, seneng banget bisa berbagi cerita, berbagi rasa, berbagi suka duka, bahkan berbagi lipstick&parfum dengan Iliam...

Dan bila ditanya sama orang, "Apakah harta paling berharga di dunia ini?'
Saya akan menjawabnya begini: "Bukan uang deh, tapi Sahabat yang berhati baik..." Bukan ape-ape, nyari sahabat jaman sekarang itu Susyeh Mak! Bisa sinting kalau dunia isinya hanya temen-temen doang, punya sahabat dan sahabattttannn toehhh baru nendang!!!

----

P.S: Iliam.... Saya Gak mau kehilangan semua seseruan inih!!! Jangankaaahhh..... Sioooohhh.... :-)))

Sunday, November 20, 2011

kamu batu

kamu batu,
dan aku begitu bodoh
mengira kamu air
menyirami daun-daun
dihatiku

kamu batu,
dan aku begitu dungu
mengumpamakan kamu angin
meneduhkan pohon-pohon
dihatiku

kamu,
batu...

menghujam hatiku.

Sunday, November 13, 2011

November Comes... November Goes...

November datang lagi. November sangat special bagi saya, karena Tuhan menyerahkan saya kepada ibu pada bulan November. Tanggal 25 nanti, usia saya bertambah menjadi 28. Hihihihi :-) Saya geli sendiri, ternyata saya ini sudah tua, tapi kalau dilihat dari tingkah laku, kadang masih kekanak-kanakan, masih seperti anak kecil.

Dan sudah sejak setahun belakangan ini, saya membiarkan semua sifat kekanak-kanakan itu tetap muncul dari diri saya. Sudah setahun belakangan ini saya berhenti menjadi orang tua. Saya ingin hidup seperti anak kecil. Saya belajar berhenti untuk membuat target apapun dalam kehidupan masa depan. Sama seperti anak kecil yang tidak pernah mengkhawatirkan apapun.

Tidak membuat target dalam hidup mungkin terkesan slebor dan careless, tapi hal ini justru membuat saya melangkah lebih ringan terhadap hari esok. Tidak membuat target apapun justru membuat saya lebih lapang dada dan membiarkan semuanya berjalan apa adanya, mengalir begitu saja...

Hal ini merupakan kontradiksi dari kebiasaan saya sebelumnya. Di usia early twenties, saya selalu menargetkan pencapaian sesuatu pada usia tertentu. Lulus kuliah Psikologi dalam waktu 4 tahun, bekerja selama 2 tahun, melanjutkan studi Program Profesi selama 2 tahun lalu menikah dan memiliki anak di usia 25.

Namun, tak ada seorang pun yang mampu membaca masa depan. Termasuk saya yang terlalu lugu dan dungu dengan semua kalkukasi itu. Ditengah perjalanan, ternyata ayah sakit dan saya yang saat itu masih kuliah semester lima, harus dipaksa keadaan untuk menerima semuanya dengan kedewasaan. Pada saat yang bersamaan, saya tidak mau kehilangan masa depan, karena bagi saya, pendidikan merupakan modal utama untuk menaiki tangga kehidupan, sehingga sekuat tenaga saya berusaha menyelaraskan antara kuliah dan bekerja, membiayai hidup sendiri, dan untuk pertama kalinya belajar berdiri di kaki sendiri. Target untuk menyelesaikan S-1 dalam waktu 4 tahun tidak tercapai kali itu. Tapi, proses pembelajaran hidup yang sangat mendewasakan diri saya, sungguh nikmat rasanya. Bila saya berkata, saya menyelesaikan kuliah S-1 dalam waktu 7 tahun, dengan bonus pengalaman kerja dan pembentukan karakter, tentu semua orang pasti akan tertarik mendengar cerita saya. Dan untuk itu, lagi-lagi saya tak pernah menyesal untuk mensyukurinya.

Atau mari kita bicara tentang target lain. Misalnya, tentang menikah dan memiliki anak. Hmmmm... Topik yang sensitif untuk dibicarakan, baik bagi wanita yang telah atau belum menikah, juga bagi wanita yang sudah atau belum memiliki anak. Seharusnya, menikah di usia tertentu tak perlu menjadi target dalam "things to do" bagi wanita segala bangsa. Saya selalu memimpikan punya anak di usia muda, seperti saya dan ibu, dengan usia yang terpaut tidak terlalu jauh. Dimana ketika kami berjalan di Mall, semua orang akan mengira kami seperti adik-kakak. Ibu melahirkan saya ketika usianya baru menginjak 20 tahun. Dan saya menginginkan hal ini terulang dalam siklus kehidupan saya, hamil di usia muda, mengandung bayi, melahirkan anak dan merasa lengkap, utuh juga sempurna sebagai seorang perempuan. Sampai detik ini, saya masih menantikan masa-masa itu. Namun target hanyalah target. Saya masih berusaha. Namun apalah arti semua usaha, bila Sang Empunya Hidup masih senang melihat perut saya buncit karena lemak, belum buncit karena anak. Saya bisa apa. Saya punya kekuatan apa. Saya tak dapat merubahnya. Dan karenanya, sampai saat ini, saya masih belajar untuk menerimanya dan berusaha berjalan dengan kenyataan.

Belakangan ini, saya banyak mendapatkan pencerahan bahwa pernikahan tidak melulu soal anak. Pernikahan tidak melulu berbicara tentang memiliki keturunan. Pernikahan tidak melulu harus melewati fase memiliki dan membesarkan anak. Ada banyak elemen yang terkandung didalamnya. Ada kompleksitas alasan untuk menjelaskannya. Ada gugusan hubungan sebab akibat yang saling melengkapi didalamnya. Saya masih butuh banyak waktu untuk memahaminya, namun saya sedang berjalan ke arah sana. Berusaha untuk mengerti jalan tersebut lebih baik, daripada tidak berusaha sama sekali, bukan?

Lalu, ada target apa lagi?
Sepertinya, target saya untuk melanjutkan studi Program Profesi sudah hanyut terbawa hujan ke pinggir sungai. Keinginan untuk menjadi Psikolog Klinis sudah tidak begitu menggebu-gebu. Saya diberikan pekerjaan oleh Sang Empunya Hidup di sebuah kota tambang, di sebuah remote area, jauh dari pusat pendidikan. Beberapa teman baik mengatakan, sungguh sayang tidak melanjutkan studi Program Profesi yang hanya berdurasi 2 tahun, karena licensed sebagai certified psychologist adalah hal langka di dunia industri dan organisasi. Tapi, sepertinya ada sesuatu yang berubah dengan diri saya. Saat ini, saya memandang sekolah bukan lagi prioritas utama yang nomer satu harus dilakukan. Mungkin juga karena saya masih ingin mengejar beberapa hal dalam pekerjaan yang saat ini saya jalani. Atau mungkin karena saya masih ingin menikmati semua keribetan dan kerempongan pekerjaan ini. Dan ternyata masih ada saja orang yang senang dengan kesibukan bekerja daripada belajar di kampus hehehehe :-). Tapi, satu hari nanti saya pasti akan kembali ke kampus, karena saya masih ingin belajar, hanya saja tidak dalam waktu dekat. Tentu juga, tidak dengan target apapun. Saya belajar karena saya haus dan lapar, membutuhkan asupan pengetahuan yang baru, bukan karena ingin mencapai suatu target.

Lalu, apabila ditanya, what's my wishes for this November?
Jawabannya tidak terlalu susah. Saya ingin menjadi perempuan yang bahagia. Menerima kehidupan dengan santai. Mengalir tanpa beban. Berhenti membuat target. Belajar menerima hal-hal yang tidak mengenakan dalam hidup sebagai suatu pembelajaran. Menikmati hal-hal yang manis dalam hidup sebagai suatu hadiah sebagai penanda hari. Menyerap sari pati kehidupan, menghirup inti sarinya dan menyimpannya erat-erat dalam hati untuk diingat kembali saat sedang kehilangan semangat...


Semangat yang sama, dan semangat itu juga yang akan saya keluarkan untuk menanti bulan November berikutnya.... Seperti semangat seorang anak kecil yang sedang tak sabar menanti untuk meniup kumpulan lilin yang bertengger diatas kue ulang tahunnya, tepat saat semua doa dan harapan dinaikkan pada Sang Empunya Hidup...


(November comes, November goes... Let my heart flows with love and laughter...)

Saturday, November 12, 2011

Hari Ini Ingin ke Ubud








Ubud dalam bahasa Bali berasal dari kata "Ubad" atau bila dibahasa-indonesiakan artinya: obat. Saya sependapat dengan arti kata Ubud tersebut, karena setiap kali berkunjung kesana, Ubud selalu menawarkan banyak kesegaran baru bagi orang sakit seperti saya. Kalau ditanya, kenapa orang sakit harus ke Ubud? Mungkin jawaban saya hanya satu: di Ubud selalu ada ketenangan.

Selama ini saya selalu mencari ketenangan. Load pekerjaan yang tinggi, gaya hidup modern yang selalu penuh target, jam kehidupan yang selalu berputar dan semua chaotic drama yang terjadi setiap hari dalam hidup, semakin membuat mata saya sadar bahwa mendapatkan ketenangan sungguh merupakan hal yang penting bagi makhluk hidup yang terus menerus di-set untuk berpikir dan bertindak seperti saya saat ini.

Apabila ditanya, ngapain aja di Ubud? Wah jawabannya banyak sekali. Saya bisa berhari-hari di Ubud tanpa merasa bosan sedikitpun. Pagi hari saya senang memandang sunrise, memulai hari yang baru sambil menikmati matahari terbit dengan berjalan kaki di area terasering / padi field seputaran sawah penduduk dan melihat bebek-bebek yang berenang di sungai rasanya hanya dengan melihat hijaunya sawah, pikiran dan hati saya sangat plong. Udara pagi Ubud yang segar selalu membawa saya bersemangat menikmati aktivitas hari itu. Mungkin setelahnya, saya akan menyeruput teh melati dan roti bakar di Pasar Ubud sambil menikmati lukisan dan artwork seniman Bali di sepanjang Ubud Downtown. Saya bisa menghabiskan berjam-jam hanya untuk menikmati seniman melukis, seperti sebuah mistis setiap kali menerka-nerka apa arti dan makna dibalik goresan lukisan itu.

Satu hal baru yang beberapa waktu lalu sempat saya coba dan saya senang adalah bersepeda mengelilingi pedesaan Ubud, melewati sawah, jalan setapak, melihat petani memanen padi, menikmati matahari yang pedis membakar gabah yang sengaja dijemur di aspal depan rumah penduduk, melihat langit biru dan hamparan sawah hijau yang melapangkan dada. Bersepeda dengan ditemani pemandangan alam yang indah, rasanya seperti mendapatkan obat kuat untuk jiwa dan raga :-)

Terus, terus, ngapain lagi di Ubud? Hmmm, saya selalu kangen merasakan suasana di perkebunan Satria Plantation. Selain banyak pilihan handmade coffee (favorite saya: Vanilla Coffee), ada banyak jenis tanaman disini. Perkebunan dan buah-buahan segar selalu membawa kenangan masa kecil nampak dekat di hati. Saya besar dengan bermain dan berlari-lari di kebun Opa dan Oma di Manado, sekarang walaupun sudah besar begini, saya selalu merasa seperti anak kecil tiap kali berada di tengah-tengah pohon rambutan, mangga, kelapa dalam lingkungan perkebunan!

Setelah puas keringetan bermain di perkebunan, saya juga suka dengan pemandangan Gunung Agung dan Danau Kintamani. Luar biasa indahnya. Ubud itu letaknya di dataran tinggi, tapi kontur tanahnya bagus sekali... Pemandangan gunung dan danau bisa langsung dinikmati dalam sekali tegukan air putih :-)

Hmmmm belom lagi Yoga Barn di Ubud Downtown, weleh-weleh, lengkap sudah semua kebahagiaan saya! Yoga, Yoga dan Yoga. Sejak mengenal Yoga, saya gak pernah bisa lepas karenanya. Apalagi di Ubud, gak boleh dilewatkan. 90 menit latihan Yoga itu sama dengan 1 hari melakukan detoksifikasi. Yoga merupakan pembersihan diri. It's like recharging your inner side, recharging your soul... Being present to yourself is an important thing...

Saat menjelang matahari terbenam, saya gak pernah absen untuk ngintip anak-anak SD yang lagi belajar tari Bali di Pura Agung Ubud, mereka cantik sekali dengan kain tenun khas Bali dan gerakan lentik yang gemulai. Rasanya, matahari senja indah sekali saat diiringi musik tradisional dan tarian mereka. Very refreshing!

Tentu saja, saya bisa menuliskan berlembar-lembar hal yang menjadi kesukaan saya tiap kali berkunjung ke Ubud. Tapi, yang jelas, setiap orang memerlukan obat untuk jiwa yang letih, dan bagi saya, Ubud selalu menyegarkan dan tak pernah lelah memberikan pencerahan, entah hanya mampir 2 hari ataupun 2 bulan, khasiatnya selalu sama yaitu: ketenangan lahir dan bathin.



(*Ketenangan itu yang selalu saya bawa pulang setiap kali meninggalkan Ubud...)


Terima kasih untuk Nyoman, teman baik saya yang sudah memperkenalkan Ubud. Check out his Cycling Tour and google his name: Jegeg Bali Cycling Tour.

Happy Weekend, Fellas!