Sunday, August 22, 2010

Indonesian by Blood, American by Heart!



The reason why I love US so very much is: having myself exposed to a lot of opportunity!

Opportunity to absorp many things and opportunity to grow...


(Pic is taken at Sedona, AZ on Summer 2009)

Saturday, August 21, 2010

Hanya Butuh Nyali

Pintu rejeki, dan faith adalah beberapa strong words yang saya tangkap dari pembicaraan casual hari ini bersama sahabat kami: Bang Arman. Saya cukup kaget mendapati kehadiran Abang ini di kantor beberapa waktu lalu, karena jelas-jelas, semua karyawan biasanya datang ke kantor saya pasti hanya ada 2 pilihan: masalah warning atau mau resign. Ternyata saya kaget bukan kepalang, Bang Arman ga main-main dengan ucapannya. Dia resign beneran…

Gak ada satupun orang yang nyangka, di perusahaan sebesar dan semegah kantor saya kerja, ternyata ada pula orang yang berani resign. Bukan apa-apa, soalnya si Abang ini salah satu most valuable employee alias high performance employee dan merupakan company asset dengan segala spesifikasi keahlian yang dikuasainya.

Tapi, yang namanya hati, mau dipaksain juga tetap ga bisa bohong. Abang ini punya definisi dan standar lain mengenai kenyamanan kerja. Dan saat dia menemukan tempat kerja baru yang menerimanya dengan tangan terbuka, kami pun menerimanya dengan surprised karena, si Abang ini benar-benar membuktikan bahwa pintu rejeki memang hanya Tuhan yang pegang, hanya Tuhan yang atur. Gak gampang yah orang Indonesia bisa kerja di State tanpa bantuan multi national company yang well-established, tapi bolehlah, untuk Abang kita yang satu ini, dia bisa nerobos tembok-tembok besar dengan satu kata: “nyali”.

Kalau gak punya nyali, mungkin selamanya kita gak akan melihat dunia luar yang bisa kita taklukkan.

Kalau nyali kita gak besar, mungkin selama 20 tahun kita akan stuck dibawah bayang-bayang kenyamanan.

Kalau nyali kita gak besar, mungkin selamanya kita akan duduk diam dan menunggu keajaiban turun dari langit dan ga bisa melihat kemampuan dan keahlian kita sendiri yang sebenernya mampu to push the limit.


Hari ini saya belajar: saya hanya butuh nyali untuk berjalan ke depan.


(hebat sih hebat, tapi kalau jago kandang mah, Cuma jagoan kampung namanya. Bukti kita hebat adalah saat dapat bersaing secara sehat dengan National atau Expat, juga orang asal manapun di dunia ini!)


Btw, congrats for your new job & for the upcoming experience in US ya Bang! Jabat erat utk Mbak Gita 

Saturday, August 14, 2010

Anak Mama

Saya jarang menuliskan cerita tentang Mama. Beberapa tahun belakangan ini, hubungan saya dan Mama sempat renggang dengan masalah ini dan itu juga perbedaan ini dan itu. Mama mau ini, sedangkan saya mau itu. Tapi sudah setahun berjalan, saya dan Mama sudah akur lagi, no hard feeling tentunya karena sehebat apapun masalah diantara kami, saya dan Mama adalah anak dan Ibu, tetap saling sayang, saling kangen dan saling mendoakan.

Sampai sekarang pun, usia sudah setua ini, saya masih mencari pola untuk menyenangkan dan membahagiakan hati Mama. Membuat hati Mama senang dan bahagia bagi saya adalah suatu usaha yang berkepanjangan. Usaha yang harus terus saya lakukan sebagai anak. Kenapa? Karena saya sayang sekali sama Mama...

Sejak hidup terpisah dari Mama, yaitu 3 tahun belakangan, saya banyak merenung betapa bersyukurnya saya dapat dididik, diasuh serta belajar dari tokoh dengan kepribadian yang kompleks dan eksentrik yaitu: Mama.

Mama bukan Ibu yang sempurna, punya banyak kesalahan dan justru karena hal-hal tersebut saya banyak belajar dari pengalaman hidupnya. Satu hal yang sempurna dari hidup Mama adalah: Kesetiaannya. Mama setia terhadap suaminya. Setia terhadap rumah tangganya. Setia terhadap anaknya. Terlebih lagi, Mama setia terhadap Tuhannya. Hal ini yang menjadi pondasi kuat saya menjadikan Mama sebagai tempat saya belajar untuk hidup dialam bebas ini.

Mama adalah orang yang Setia.
Mencari perempuan yang setia saat hidup sedang susah bukanlah perkara mudah. Mama sudah mencontohkannya dengan sederhana didepan saya. Mentalnya membentuk pribadi saya menjadi perempuan yang setia terhadap kehidupan yang saya jalani. Setia adalah konsep yang berhubungan dengan sikap dan hasil dari setia adalah nama baik. Mama telah membuktikannya. Mama setia mendampingi Papa hingga saat ini, Papa adalah Jendral Papua pertama di jajaran TNI AD. Bukan perkara gampang meraih bintang, butuh jalinan kesetiaan tingkat tinggi dalam mendampingi tentara. Mama sudah membuktikannya. Setia terhadap keluarga dan Tuhannya. Setia adalah harga mati baginya.

Mama adalah orang yang Keras.
Saya benci setiap dikerasin Mama. Benci setiap dimarahin Mama. Benci sekali. Tapi itu dulu, sekarang setelah saya melihat dan bersentuhan langsung dengan dunia kerja yang dinamis, saya beruntung dididik dengan keras oleh Mama. Mama menjadikan saya perempuan tangguh dan tidak mudah menyerah. Mama sering bilang, perempuan harus bermental kuat, menangis boleh tapi jangan lembek. Mama mendidik saya menjadi perempuan mandiri, berani, bertanggung jawab dan bisa diandalkan.

Mama adalah orang yang Lembut.
Dua paradoks unik pada diri Mama. Keras tapi juga lembut. Pada banyak hal, Mama juga orang yang lembut. Mama mengajarkan saya sopan santun, tata krama dan budi pekerti lewat caranya bertutur dan bergaul dengan orang disekitar. Mama saya tidak suka orang kasar, keras boleh tapi bukan kasar. Indonesia bukan bangsa kasar tapi bangsa yang penuh dengan wawasan ramah tamah, demikian pula perempuan Indonesia yang dari sananya terkenal lembut, ayu dan berbudi luhur.

Mama adalah orang yang Energic.
Mama saya energic dan aktif. Sangat suka dengan semua hal yang sifatnya produktif dan fungsional. Mama menurunkan sifat ini kepada saya. Atasan di kantor selalu mengatakan, saya punya sifat "Can Do Attitude" yang membuat saya fleksibel dan cepat mengerjakan suatu task. Ini saya dapatkan dari Mama. Mama tidak pernah capek, selalu mobile, senang bergaul, selalu ceria, punya fleksibilitas tingkat tinggi yang membuatnya selalu berenergi pada setiap kesempatan. Mama saya bukan orang yang duduk diam saat masalah menghadang namun akan bangkit berdiri dan mencari solusinya secepat dan setepat mungkin, mengerahkan apapun yang dia miliki untuk menyelesaikan akar masalahnya.

Mama adalah orang yang feminin.
Mama mengajarkan saya menjadi seorang perempuan. Mama memberitahu saya cara merawat diri. Mencarikan pelembab dan bedak pertama bagi saya. Menularkan sifat mix & match pada selera berpakaian saya. Mengajarkan padu-padan warna pada baju yang akan saya pakai saat siang dan saat malam. Mama membelikan sepatu high heels, dan flat sandals untuk saya pakai, sejak masih kecil hingga sekarang pun tak berubah.

Mama adalah orang yang senang Berdoa.
Satu hal yang masih perlu saya miliki di dunia ini adalah: disiplin dengan jam doa. Mama saya mencontohkan sikap yang baik ini untuk saya dan saya mau menjadi perempuan pendoa, yang menyisihkan waktunya khusuk berdoa dan bergaul dekat dengan Sang Penciptanya...


Mama telah menjadi role model dan memberikan contoh bagaimana berlaku seperti Ibu yang baik... Bagi saya, Mama adalah Ibu yang baik. Telah mendidik dan mengasuh saya menjadi pribadi yang berguna dan produktif.

Saya anak Mama.
Saya sayang Mama.


Mumumuaaah :-)


(ini kecup dan binar kecil untuk Mama saya yang bernama Renny Massye...)

My Kinda Weekend!

My kind of weekend is waking up 8am in the morning, having a cup of hot jasmine tea with Hengky, then go jogging/hiking while Hengky enjoying taking some pics of the surroundings, after that we both have a great lunch and go to any bookstore all day long reading magz n books with a cup of watermelon juice standing right next to my arm hehehe.

Well now, since there are no bookstores here, Heng n I change it to enjoy our town's library which has lots of mags n books, no hot choco there but I'm pretty happy with it. As long as I get any mags to wash my brain then I'm all OK.

When we lived in Jakarta, weekend is another thing hohoho weekend to me means visiting any shopping center to spend money or to just window shopping n left with unnecessary things hahahaha.

When we lived in Phoenix, ohh boy.. Weekend is another story! Weekend means travelling, weekend means enjoying festivals, let me say; weekend means sightseeing USA hehehe. I never been expose to any traveling idea before living in state hahaha.
Well, I guess everthing is up to us what kind of weekend we want to have. Right now I'm focusing more on the quality of it. How me n Hengky get fresh n energize to go back to the routine.

I don't mind with spending weekend at home n reading Paulo Coelho's novel n eating strawberry ice cream...

Because weekend isn't always about places we go or things we do and not even where we go shopping, but it talks about how we energize our mind.. It talks more about moments maybe a short moments during your routine to refressh, recharge and rebooth your mind..

So now, tell me about you're kind of weekend, best palsss...

Tuesday, August 10, 2010

Nico Woru Jenderal TNI AD Papua Pertama

Cendrawasih Pos

Gubernur Sambut Jenderal TNI-AD Putra Papua Pertama

Ditulis oleh Loy/Papos
Rabu, 28 Juli 2010 00:00

BERSUA : Brigjen TNI Nico
Obaja Woru saat bersalaman
dengan Gubernur Papua
Barnabas Suebu, SH dan
Wakil Gubernur Papua Alex
Hesegem, SE ketika bertemu
diruang tunggu VIP Bandara
Sentani kemarin.


JAYAPURA [PAPOS]-
Kedatangan putra Papua
yang pertama
berpangkat Jenderal
dilingkungan TNI-AD yakni Brigjen TNI, Nico Obaja Woru disambut Gubernur Papua, Barnabas Suebu,SH di bandara Sentani Jayapura, Selasa (27/7) kemarin sekitar pukul 14.00 Wit.

Brigjen TNI,Nico Obaja Woru semasa berpangkat Kolonel bertugas di Kodam
XVII/Cenderawasih dengan jabatan Aster dan saat ini dipercayakan menjadi salah satu staff Menko Polhukam.

Kedatangan Brigjen Nico Obaja Woru bersama rekannya dari Staf Menko Polhukam turun
dari tangga pesawat Lion Air dijemput oleh Dandrem XVII/PWY Kolonel Daniel Ambat,
Dandim XVII/Jayapura, Letkol Arm Ihutma Sihombing,Waaster Kodam XVII/Cenderwasih
Letkol KAV, AH Napoleon, dan Kapendam XVII/Cenderwasih.

Tiba di ruang VIP bandara Sentani, Gubernur dan Wakil Gubernur langsung menyambut
dengan senyum dan tampak rasa kebanggaan atas pangkat Brigjen yang disandang putra
asli Papua itu, karena merupakan satu-satunya dan orang pertama putra Ppaua
menyangdang pangkat bintang di jajaran TNI-AD.

Selanjutnya, Gubernur dan Wakil Gubernur langsung mengarahkan Nico ke ruang tunggu
VIP Bandara Sentani untuk berbincang-bincang terkait kedatangannya di Jayapura ini,
bahkan dari wajah Gubernur terpencar rasa haru melihat Nico Obaja Woru.
“Bagus baru kali ini ada orang asli Papua menjadi Jenderal di TNI-AD dan ini perlu
diberitahukan kepada masyarakat di Papua melalui media,” kata Gubernur menanggapi
salah satu rombongan yang meminta waktu gubernur Suebu sebagai narasumber dalam
dialog di salah satu televisi local di Papua.

Hanya saja soal permintaan itu, gubernur tak bisa menerimanya karena terhalang agenda
akan bertemu dengan seorang mentri guna membahas Inpres Nomor No 5 Tahun 2007.

“Nanti kita akan carikan siapa pejabat yang menggantikan saya,”kata gubernur kepada Nico serta Staf Menko Polhukam tersebut
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga sempat bercengkarama dengan Brigjen TNI, Nico
Obaja Woru, putra asli Serui itu yang masuk AKABRI tahun 1978 lalu. “Ya, saya harap tidak cuma satu, putra asli Papua yang bisa menjadi jenderal, mudahan-mudah akan tumbuh jenderal-jenderal asal Papua lainnya,” harapan Gubernur tertawa dengan kesenangan.

Gubernur sempat memberitahukan kepada Nico Obaja Woru tentang Gempa Tekhctonik
yang terjadi di kepalauan Yapen dan Waropen baru-baru ini yang mengakibat banyak
kerusakan serta membawa korban jiwa. “Kejadian itu, korban jiwa sebanyak 10 orang serta banyak kerusakan disana, namun sampai saat ini masih dalam tahap rehabilitas,” tutur Gubernur.

Sementara itu, Brigjen TNI, Nico Obaja Woru saat ditanya wartawan tujuan kunjungannya di Papua, dia mengatakan bahwa kedatangannya di Papua untuk melihat keluarga saya dan mengajak masyarakat untuk lebih giat membangun daerah.
“Kunci menjadi seorang Jenderal, kata dia adalah belajar dan berlatih, karena tidak ada yang didapatkan secara cuma-cuma dan harus dibayar dengan keringat,” tuturnya.

Nico yang tak banyak berkomentar itu, juga mengharapkan kepada pemuda-pemuda Papua
massa kini untuk selalu menjaga kesehatannya, terutama menghindari minuman keras,
sehingga untuk menjadi TNI-AD khususnya menjadi berpangkat yang lebih tinggi harus
belajar dan berlatih,tandasnya.

Selanjutnya, Nico bersama rombongan Menko Polhukam langsung menuju penginapan di
Swisbell-Hotel untuk beristrahat dengan menggunakan Mobil TNI bernopol DS 2633 XVII
bersama para pejabat Utama Kodam XVII/Cenderwasih. [loy]