Tuesday, November 16, 2010

Aku dan Hujan

Ketika hujan datang, apa yang biasanya kau lakukan?
Menghindari riak dan rintiknya,
Memayungi sekujur tubuh agar jauh dari tetes airnya?
Atau secepat mungkin mencari tempat berteduh bagi tubuhmu?

Tidak begitu denganku.
Menurutku, hujan adalah sahabatku.
Makin lama, hujan makin mengerti hatiku,
Sebongkah hati yang sudah patah...

Bagaimana tidak, kau pasti percaya hal ini.
Hujan dan aku yang kian seirama
Menangis bersama di sore hari
Menyamarkan pipiku yang kian merah...

Rintik-rintiknya menutupi airmataku yang jatuh,
tangisku yang kian pecah ditutupinya dengan deras air,
hatiku yang galau dilukisnya pada awan mendung,
seluruh perasaanku yang hancur lebur dibawanya larut

Larut seluruhnya tergenang pada aliran sungai
tak terhingga jumlahnya, tak mampu kuutarakan,
Demikianlah hujan mengerti airmataku
Yang mampu membaca bisik lirih hatiku,


Bahkan ketika aku sekalipun tidak pernah berkata-kata...