Saturday, November 27, 2010

You...



You can be a sweetdream or beautiful nightmare,
Eitherway...
I don't wanna wake up in you

Tattoo your name across my heart
So it will remain
Not even death can make us part

Saturday, November 20, 2010

The Morning After Dark



The Lord knows how i need a break from this routine...

and,

Hengky knows how i need a pair of sun glasses, flat sandals and one HOT vacation, out from this hectic overload job I have...

---


(Sehabis menangis semalam setelah benar-benar merasa jenuh dan kelelahan yang luar biasa... Lalu, menyadari bahwa 'Liburan' ternyata bukan lagi 'Kebutuhan Tertier' bagi saya... )

Washington DC




Sedang berkhayal, "Kapankah Jakarta Sang Ibukota negeri besar ini dapat menjadi teratur, indah, elegant, ramah dan nyaman seperti Washington DC...?"

Home is Whereever I'm With You...

Tuesday, November 16, 2010

Aku dan Hujan

Ketika hujan datang, apa yang biasanya kau lakukan?
Menghindari riak dan rintiknya,
Memayungi sekujur tubuh agar jauh dari tetes airnya?
Atau secepat mungkin mencari tempat berteduh bagi tubuhmu?

Tidak begitu denganku.
Menurutku, hujan adalah sahabatku.
Makin lama, hujan makin mengerti hatiku,
Sebongkah hati yang sudah patah...

Bagaimana tidak, kau pasti percaya hal ini.
Hujan dan aku yang kian seirama
Menangis bersama di sore hari
Menyamarkan pipiku yang kian merah...

Rintik-rintiknya menutupi airmataku yang jatuh,
tangisku yang kian pecah ditutupinya dengan deras air,
hatiku yang galau dilukisnya pada awan mendung,
seluruh perasaanku yang hancur lebur dibawanya larut

Larut seluruhnya tergenang pada aliran sungai
tak terhingga jumlahnya, tak mampu kuutarakan,
Demikianlah hujan mengerti airmataku
Yang mampu membaca bisik lirih hatiku,


Bahkan ketika aku sekalipun tidak pernah berkata-kata...

Wednesday, November 10, 2010

I Missed The Old Days

Saya ingin kembali pada jaman dulu, dimana telekomunikasi tidak secanggih hari ini, tidak ada internet, apalagi email. Tidak ada fax, apalagi mesin scan.

Dunia yang benar-benar sederhana seperti saat hanya ada telepon rumah, tak ada handphone apalagi smart phone dengan teknologi push email, browswer, fasilitas Skype, YM, Google Talk juga BBM.

Dunia yang hanya mengenal surat-menyurat via kantor pos.

Dunia yang sangat simple dan tidak hectic seperti hidup saya yang sibuk dan ribet sejak "mengenal teknologi..."

....




saya butuh berlibur
bergelayut dalam lenganmu,

tidak perlu jauh-jauh
erat-erat menggandeng tanganmu,

bila perlu tak usah pulang
tamasya malu-malu

disini,
dalam kolam renang khayalanku
berdua denganmu...

Merindukan Sahabat

Merindukan sahabat, rasanya sama seperti jatuh cinta. Di pikiran dan di perasaan hanya ada dia dan dia. Menusuk-nusuk relung hati. Dia lagi, dia lagi. Saya ingin dia tau bahwa saya sangat merindukannya, menginginkannya berada di dekat saya setiap hari, berbagi tawa, canda, air mata dan duka. Bersama-sama. Hanya ada kita. Dia di hati saya, dan juga sebaliknya.

Tapi gak mungkin aaah rasanya saya mengatakan ini kepada dia setiap hari, nanti dia pikir saya gila, tidak waras dan sebagainya.

Padahal saya benar-benar seperti orang jatuh cinta. Bedanya, bila sedang jatuh cinta: saya tau bagaimana mengekspresikannya, sedangkan saat merindukan sahabat: saya tak pernah dapat mengatakannya secara gamblang. Plus, kata-kata "kangen" dan "rindu" sepertinya terbuat untuk para pecinta, pasangan yang sedang bercinta.

Lalu bagaimana dengan perasaan saya?

Tidak tau ahhh...
Saya bingung.

Yang jelas saya kangen.
Menemukan sahabat yang berwawasan sama dengan hati dan pikiran kita adalah yang sulit. Merajut hari bersama dan merangkai kenangan bertahun-tahun adalah yang langka untuk jaman sekarang.

Saya merindukan sahabat saya. Dia yang sedang melanjutkan hidupnya di New Orleans sana. Yang sungguh jauh dari tempat saya hidup. Dia yang sedang asyik dengan kegiatan barunya dan adaptasinya dengan kultur budaya baru. Yang mungkin juga sudah menemukan sahabat baru disana. Yang membuat saya cemburu setengah mati hingga malam ini rasanya ingin kembali ke tahun 2004, tahun pertama dimana Tuhan memperkenalkannya kepada saya dan membawa sejuta berkat dan bumbu-bumbu kehidupan yang indah bagi saya nikmati.

----


Saya kangen sekali...

Hermelia Gustin Simbiak, ini sajak untukmu...

Thursday, November 4, 2010

Partner in Crime

Salah satu keasyikan dari Being Indonesian adalah, kita punya sense untuk membedakan mana 'teman baik' atau mana yang hanya basa-basi ingin berteman :-) dan di salah satu lokasi tambang tembaga & emas terbesar di dunia, dilalah kok saya kerap dipertemukan sama orang-orang yang asyik-asyik, salah satunya adalah si empunya blog ini: http://tripletees.wordpress.com

Namanya Olivina Basyuni, cukup panggil dia Vina. She's cute with a bright smile and a long sexy leg (I love her tall skinny body). Si Vina ini sih lebih tepatnya dipanggil adek, karena usianya jauh lebih muda, tapi seneng aja kongkow sama ni anak karena pribadinya yg selalu membawa aura tenang sehingga saya yang bringas dan ganas menjadi kalem (hahhaha). To be honest, saya ga pernah nyangka profil anak pejabat kayak ni anak bisa bener-bener pinter dan low profile. She's such a perfect combination of young, clever, bright career & charming!

Plus, She and I love love love BALI so much. Isn't it great? Kita jarang ngobrol tapi sama-sama tau dari mata dan hati masing-masing bahwa kita suka Bali...

And, the funniest part of all is: We both think that:

Miners Are Sexy!

(kata kata itu keluar dari bibirnya Vina lho haahhaha cateeett)

Yes they are sexy, and we're proud to become a part of their life!

Wednesday, November 3, 2010

Perpuluhan

berkomitmen memberi perpuluhan,
merasa terheran-heran
karena tak pernah berkekurangan
diberkati berkelimpahan
selalu berkecukupan
dan tak pernah ragu tentang masa depan...


ini aku ya Tuhan,
ini rasa syukurku yang tak pernah berkesudahan...