Wednesday, October 27, 2010

Life isn't a Laboratorium

Setengah suntuk saya nyeruput teh melati yang udah dari tadi diseduh dengan cinta oleh Mas Heru. Suasana hati kurang ok akibat bbrp masalah. Saya kalo dongkol kadang cuma mau selonjoran diatas karpet sambil nge-teh. Heng sering geleng-geleng kalo liat saya dongkol. Kadang dia juga sering ngasi masukan, nasihat, saran, blah blah blah biar mood dan emosi saya stabil lagi hehehe ;-) maklumlah dibanding Heng, saya orgnya lebih emosian huehuehue padahal yg Papua siapa, yg Jakarta siappah (siapa emangnyah hahhahay)

Lagi gondok, tiba tiba aja Heng bilang gini;
"Sayang, kamu adlh org yg paling tdk fair kalau maunya dimengerti oleh orglain terus-terusan.. Mungkin kalo dlm keluarga, bolehlah bikin mood n standar begitu, tapi kalo di kantor, di dunia luar, dan dgn teman ya ga bisa gitu.. Isn't fair at all.. "
" Honey, this is real life. We're not livin' in a laboratorium where we cud control all variable and where we cud predict all factors..."
"This is real world..."

Face it! You can't control others but surely you can control yourself, right..."

Hmmmm..
Langsung diem aja doung saya diomongin gitu.. Otak saya walopun masih esmosi jiwa mendadak mikir... Iya sieh ini hidup bukan laboratorium ya..

Hhehhehe iya deh, ga mau dongkol lagi.. Jalanin aja..


Yuk semangat lagiiii ;-)

dunia indah # 18

bagi perempuan bekerja seperti saya,
dunia sangatlah indah saat semua kerjaan rampung pada jam 5 sore dan lalu membenamkan diri untuk jogging di treadmill sepuasnya!
punya waktu untuk nge-gym selama 1 jam sangat berharga bagi saya yang selalu lembur dengan tugas kantor....

yuuuu mareee

Still Looking for a Place Called Home...

Setelah diajak Heng puter-puter US from south coast to the east coast, setelah nangis-nangis hidup di negeri orang, setelah ngubek-ngubek the megapolitans and even went down to a small town, a.k.a remote area, after all I've been thru'...

it so weird that I'm not even interrested to live in Jakarta anymore.

i dont know why. I just dont...

dulu

dulu aku pernah merindu
kepadamu yang telah berlalu
yang membuatku dingin dan beku
pada suatu langit abu-abu
kukatakan untukmu,

sungguh aku pernah menyayangmu...
maksudku dulu, waktu yang lalu.