Saturday, August 14, 2010

Anak Mama

Saya jarang menuliskan cerita tentang Mama. Beberapa tahun belakangan ini, hubungan saya dan Mama sempat renggang dengan masalah ini dan itu juga perbedaan ini dan itu. Mama mau ini, sedangkan saya mau itu. Tapi sudah setahun berjalan, saya dan Mama sudah akur lagi, no hard feeling tentunya karena sehebat apapun masalah diantara kami, saya dan Mama adalah anak dan Ibu, tetap saling sayang, saling kangen dan saling mendoakan.

Sampai sekarang pun, usia sudah setua ini, saya masih mencari pola untuk menyenangkan dan membahagiakan hati Mama. Membuat hati Mama senang dan bahagia bagi saya adalah suatu usaha yang berkepanjangan. Usaha yang harus terus saya lakukan sebagai anak. Kenapa? Karena saya sayang sekali sama Mama...

Sejak hidup terpisah dari Mama, yaitu 3 tahun belakangan, saya banyak merenung betapa bersyukurnya saya dapat dididik, diasuh serta belajar dari tokoh dengan kepribadian yang kompleks dan eksentrik yaitu: Mama.

Mama bukan Ibu yang sempurna, punya banyak kesalahan dan justru karena hal-hal tersebut saya banyak belajar dari pengalaman hidupnya. Satu hal yang sempurna dari hidup Mama adalah: Kesetiaannya. Mama setia terhadap suaminya. Setia terhadap rumah tangganya. Setia terhadap anaknya. Terlebih lagi, Mama setia terhadap Tuhannya. Hal ini yang menjadi pondasi kuat saya menjadikan Mama sebagai tempat saya belajar untuk hidup dialam bebas ini.

Mama adalah orang yang Setia.
Mencari perempuan yang setia saat hidup sedang susah bukanlah perkara mudah. Mama sudah mencontohkannya dengan sederhana didepan saya. Mentalnya membentuk pribadi saya menjadi perempuan yang setia terhadap kehidupan yang saya jalani. Setia adalah konsep yang berhubungan dengan sikap dan hasil dari setia adalah nama baik. Mama telah membuktikannya. Mama setia mendampingi Papa hingga saat ini, Papa adalah Jendral Papua pertama di jajaran TNI AD. Bukan perkara gampang meraih bintang, butuh jalinan kesetiaan tingkat tinggi dalam mendampingi tentara. Mama sudah membuktikannya. Setia terhadap keluarga dan Tuhannya. Setia adalah harga mati baginya.

Mama adalah orang yang Keras.
Saya benci setiap dikerasin Mama. Benci setiap dimarahin Mama. Benci sekali. Tapi itu dulu, sekarang setelah saya melihat dan bersentuhan langsung dengan dunia kerja yang dinamis, saya beruntung dididik dengan keras oleh Mama. Mama menjadikan saya perempuan tangguh dan tidak mudah menyerah. Mama sering bilang, perempuan harus bermental kuat, menangis boleh tapi jangan lembek. Mama mendidik saya menjadi perempuan mandiri, berani, bertanggung jawab dan bisa diandalkan.

Mama adalah orang yang Lembut.
Dua paradoks unik pada diri Mama. Keras tapi juga lembut. Pada banyak hal, Mama juga orang yang lembut. Mama mengajarkan saya sopan santun, tata krama dan budi pekerti lewat caranya bertutur dan bergaul dengan orang disekitar. Mama saya tidak suka orang kasar, keras boleh tapi bukan kasar. Indonesia bukan bangsa kasar tapi bangsa yang penuh dengan wawasan ramah tamah, demikian pula perempuan Indonesia yang dari sananya terkenal lembut, ayu dan berbudi luhur.

Mama adalah orang yang Energic.
Mama saya energic dan aktif. Sangat suka dengan semua hal yang sifatnya produktif dan fungsional. Mama menurunkan sifat ini kepada saya. Atasan di kantor selalu mengatakan, saya punya sifat "Can Do Attitude" yang membuat saya fleksibel dan cepat mengerjakan suatu task. Ini saya dapatkan dari Mama. Mama tidak pernah capek, selalu mobile, senang bergaul, selalu ceria, punya fleksibilitas tingkat tinggi yang membuatnya selalu berenergi pada setiap kesempatan. Mama saya bukan orang yang duduk diam saat masalah menghadang namun akan bangkit berdiri dan mencari solusinya secepat dan setepat mungkin, mengerahkan apapun yang dia miliki untuk menyelesaikan akar masalahnya.

Mama adalah orang yang feminin.
Mama mengajarkan saya menjadi seorang perempuan. Mama memberitahu saya cara merawat diri. Mencarikan pelembab dan bedak pertama bagi saya. Menularkan sifat mix & match pada selera berpakaian saya. Mengajarkan padu-padan warna pada baju yang akan saya pakai saat siang dan saat malam. Mama membelikan sepatu high heels, dan flat sandals untuk saya pakai, sejak masih kecil hingga sekarang pun tak berubah.

Mama adalah orang yang senang Berdoa.
Satu hal yang masih perlu saya miliki di dunia ini adalah: disiplin dengan jam doa. Mama saya mencontohkan sikap yang baik ini untuk saya dan saya mau menjadi perempuan pendoa, yang menyisihkan waktunya khusuk berdoa dan bergaul dekat dengan Sang Penciptanya...


Mama telah menjadi role model dan memberikan contoh bagaimana berlaku seperti Ibu yang baik... Bagi saya, Mama adalah Ibu yang baik. Telah mendidik dan mengasuh saya menjadi pribadi yang berguna dan produktif.

Saya anak Mama.
Saya sayang Mama.


Mumumuaaah :-)


(ini kecup dan binar kecil untuk Mama saya yang bernama Renny Massye...)