Sunday, June 6, 2010

rumah roti

rumahku
dibangun dengan fondasi kuat
berisi sekarung semen yang kusebut rasa percaya
juga bongkahan batu kali berupa iman yang kokoh

rumahku
memiliki tiang-tiang penyangga yang teguh
kudirikan dengan besi-besi berbalut doa
dipancang juga kayu-kayu keterbukaan pada sisi-sisinya

rumahku
dialasi lantai putih kemurnian hati
atapnya ditutup oleh kekuatan Tangan Tuhan
melindungi seisi rumahku dengan kasih

rumahku
dindingnya berhiaskan gambar-gambar kesetiaan
pintu dan jendela kubiarkan terbuka
agar sinar mentari dan angin segar senantiasa bermalam

rumahku
bukan rumah mewah, hanya punya beberapa ruang
namun, semua bisa bertamu juga berkeluh kesah
rumahku adalah rumah roti, siapa saja boleh datang

rumahku
rumah sederhana yang selalu mempunyai kehangatan
pada cangkir-cangkir tehnya, pada roti juga kuenya
akan selalu ada makanan dan minuman didalamnya

rumahku adalah rumah roti
kuikrarkan itu jauh sebelum aku mendapatkannya
rumahku adalah bukti dari penyertaan Tuhan
kuberitakan pada siapapun yang berada didalamnya