Thursday, May 13, 2010

Tersesat

Sebagai anak pertama yang lahir dari ayah seorang militer, saya selalu dididik untuk menjadi pribadi yang tangguh serta bertanggung jawab. Saya harus selalu sigap dan tanggap terhadap kehidupan sehari-hari.

Sebagai anak perempuan, saya secara alamiah memiliki sifat penyayang yang besar untuk keluarga, kerabat juga orang-orang disekeliling.

Dari latar belakang itulah, saya selalu berusaha untuk membahagiakan semua orang yang dekat dihati. Iya, semua orang. Walaupun kedengarannya tidak mungkin atau terlalu idealis, namun prinsip bahwa kebahagiaan datang dari melihat orang lain bahagia selalu terpatri dalam relung hati saya.

Tetapi, sekuat apapun saya berusaha untuk terus membahagiakan orang-orang terdekat, saya tetaplah saya. Saya adalah manusia. Manusia yang tetap bisa melakukan kesalahan. Manusia yang tetap bisa menyakiti hati orang terdekat.

Dan, apapun alasannya… Menyakiti hati orang bukanlah hal yang enak untuk diterima oleh siapapun, terutama kepada saya yang tak pernah lepas dari perasaan bersalah itu….

Iya, saya telah memilih suatu keputusan yang membuat seseorang merasa sakit.
Mungkin saya telah melukainya amat sangat.

Dan hari ini, mungkin kata maaf sudah terlalu terlambat untuk diucapkan…

Sepertinya saya tersesat,
Saya membutuhkan jalan terang untuk menemukan pintu maaf…