Thursday, December 16, 2010

Kopi Susu

kuberitahu kau tentang sesuatu,
menghabiskan sore yang hujan tak akan seru
tanpa ada secangkir kopi susu
jangan lupa ambil juga kue bolu
nikmati keduanya bersama sahabatmu
dengan tawa dan senda gurau

seperti sore-ku hari ini,
sungguh menyenangkan ditengah hal-hal sederhana...

:-)

[mencintaimu...]

mencintaimu rasanya hampir sama seperti mendengarkan alunan lagu
irama dan melodi yang menyatu
sayup-sayup nan lembut menyapa telingaku
membuat rasa tak ingin cepat ditinggal waktu

bila kau ingin tau,
dekap erat dadaku
didalamnya ada senandung lagu
semua liriknya bertuliskan namamu...

Tuesday, December 14, 2010

Dear Lord...

Lord God,
If one day I woke up and lose my hope,

Let my eyes see
that Your Will is way better
than my dreams....

---

Couple weeks ago Heng was interviewed by a Canadian based company thas has one gold mining operation in Guanajuanto, Mexico. Chris B - The Vice President himself had spent one full hour havin' a great discussion (It was more look like a discussion to me rather than an interview session) with ofcourse my lovely guy: Heng.

I don't really know why both of us wanna move out (or resigning from Freeport) but, seems like there's many other challenges and opportunities out there waiting for us to grab them... Compensation and benefit isn't really our top priority. Opportunity to conquer the world would probably one of the top reason. Also, to see other challenge working with the expat is another cool one :-)

Chris B- The VP Operations have arranged both of us having site visit to the mining area at Guanajuanto, Mexico at the end of November this year and ofcourse they're hoping to get Heng hired as soon as possible after the offering and administrative procedures are done.

We're both are so excited especially Heng. He will be working the same Long/Short Range Planning for this mining company as a project manager (it sounds really reaally cool huh?). They kinda like Heng because I guess between Heng and the company have same chemistry (especially Chris B, they both seems like an old friend).

And so, Heng went to Mexico Embassy and got his Visa!!! He got the visa within 1 hour and everything went well. But then a ring from jobsite shocked both of us. One of Heng's foreman (whom is our bestfriend too) got a terrible fatal accident. They sent him right away to the hospital and because he lost lots of blood, after couple days at the ICU room our best friend passed away.

This was a big shocked for both of us. Not because of the accident. It's about a sign. The universe. The earth. The Lord. Communication. Contemplation. Human. Plan. Will.

We're havin' our quiet moment right now. We need some more time to contemplate. We both need The Lord to guide our way.

One question passes our mind every single day:

"Lord, if this isn't Your will, then please let our eyes see, tell us that Your plans are way better than our dreams..."


Amen...

Wednesday, December 8, 2010

Perempuan Paling Kuat Sedunia

Bagiku, perempuan paling kuat bukanlah seorang wanita berjabatan CEO di satu perusahaan.
Bukan juga seorang wanita super power yang punya banyak perusahaan.

Aku baru saja berkenalan dengan perempuan itu.
Menurutku, dia kuat dan tegar sekali.

Nama lengkapnya Fitria Margo Ronsumbre.
Setelah 8 hari kepergian suaminya, Fitria masih bisa menanyakan kabar sahabatnya, menangis dalam-dalam, menyembunyikan perasaan getirnya dengan senyum dan tetap mengurus anaknya dengan cinta,

Fitria masih mampu berdiri walau dunianya baru saja hancur dan runtuh sekejap mata setelah Tuhan mengambil suaminya dalam satu kecelakaan fatal...


Dia kuat sekali.
Dia perempuan paling tabah dan paling tegar yang pernah saya kenal di dunia ini...
Tuhan... please take a good care of her...

Monday, December 6, 2010

Janganlah Kiranya Aku Menjadi Angkuh & Sombong...

Syukur puji Tuhan hari ini tumben-tumbenan aku bisa-bisanya gak nangis mewek-mewek setelah dimarahin bos... Alhamdulilah aku kuat secara mental dan spiritual menghadapi si bos ini... Ya Allah,kalau ga dikuat-kuatin mungkin ini airmata udah jatoh tik-tik-tik depan pipi, secara yang bener aja, masa marahinnya di depan anak buah laen, plus si bos suaranya gedaaa pulak! Tengsin aaah... (tengsing banget padahal hiksss), tapi namanya dunia kerja, pasti ada dinamikanya, ada naik turunnya :-) dinikmatin aja yukkk hehhehe ngibur hati sendiri :-)

Jadi kejadiannya pas sore, si bos nelpon n manggil bicara ke ruangannya, buset dah pas nyampe ruangannya udah ada personal assitant dia juga disono sambil ngeliat hasil kerja buatanku, nah pas masuk pintunya, langsung deh tuh omelan, kritikan dan kata-kata pedes masuk ke telinga plus dengan suaranya yang gedaaaaaa... Huaaaaaa... Mau nangis tapi tahan-tahan-tahan... breath... breath... breath...

Alhamdulilah...

pertama, aku akhirnya berhasil ga nangis (akika emang cengen banget anaknya fren hehehe)

kedua, akhirnya berhasil menarik kesimpulan dari peristiwa ini dengan lapang dada...

ketiga, berusaha to let it go... Hadapi saja...


Kalo diinget-inget, yaoloh, bertahun-tahun aku ngajar bhs indo ke Expat, juga 2 thn kerja di Freeport Jkta, sempat ngicipin kerja di Arizona, ya ampun... bisa-bisanya dimarahin bos walopun dengan kesalahan yang gak sepenuhnya karena pekerjaan tanganku...

Tapi gapapa, karena tentunya, hal ini semua membuatku semakin menikmati proses...

Hal ini juga membuat hatiku kian berdoa: "Ya Tuhan, janganlah kiranya aku menjadi angkuh dan sombong dengan segala pengalaman pun juga kelebihan yang aku miliki..."


Abis ngebathin dan berdoa,
langsung inget pay-check kemarin plus bonus PBA yang baru aku dapet (Yeiiii!!!)...
Amin... Ga boleh punya mental tempe, dikit-dikit layu & lembek, harus kuat seperti baja, dan juga halus seperti merpati...

Maju terus pantang mundur....


Amin ya Tuhan aku bersyukur untuk semua proses ini :-)

Saturday, November 27, 2010

You...



You can be a sweetdream or beautiful nightmare,
Eitherway...
I don't wanna wake up in you

Tattoo your name across my heart
So it will remain
Not even death can make us part

Saturday, November 20, 2010

The Morning After Dark



The Lord knows how i need a break from this routine...

and,

Hengky knows how i need a pair of sun glasses, flat sandals and one HOT vacation, out from this hectic overload job I have...

---


(Sehabis menangis semalam setelah benar-benar merasa jenuh dan kelelahan yang luar biasa... Lalu, menyadari bahwa 'Liburan' ternyata bukan lagi 'Kebutuhan Tertier' bagi saya... )

Washington DC




Sedang berkhayal, "Kapankah Jakarta Sang Ibukota negeri besar ini dapat menjadi teratur, indah, elegant, ramah dan nyaman seperti Washington DC...?"

Home is Whereever I'm With You...

Tuesday, November 16, 2010

Aku dan Hujan

Ketika hujan datang, apa yang biasanya kau lakukan?
Menghindari riak dan rintiknya,
Memayungi sekujur tubuh agar jauh dari tetes airnya?
Atau secepat mungkin mencari tempat berteduh bagi tubuhmu?

Tidak begitu denganku.
Menurutku, hujan adalah sahabatku.
Makin lama, hujan makin mengerti hatiku,
Sebongkah hati yang sudah patah...

Bagaimana tidak, kau pasti percaya hal ini.
Hujan dan aku yang kian seirama
Menangis bersama di sore hari
Menyamarkan pipiku yang kian merah...

Rintik-rintiknya menutupi airmataku yang jatuh,
tangisku yang kian pecah ditutupinya dengan deras air,
hatiku yang galau dilukisnya pada awan mendung,
seluruh perasaanku yang hancur lebur dibawanya larut

Larut seluruhnya tergenang pada aliran sungai
tak terhingga jumlahnya, tak mampu kuutarakan,
Demikianlah hujan mengerti airmataku
Yang mampu membaca bisik lirih hatiku,


Bahkan ketika aku sekalipun tidak pernah berkata-kata...

Wednesday, November 10, 2010

I Missed The Old Days

Saya ingin kembali pada jaman dulu, dimana telekomunikasi tidak secanggih hari ini, tidak ada internet, apalagi email. Tidak ada fax, apalagi mesin scan.

Dunia yang benar-benar sederhana seperti saat hanya ada telepon rumah, tak ada handphone apalagi smart phone dengan teknologi push email, browswer, fasilitas Skype, YM, Google Talk juga BBM.

Dunia yang hanya mengenal surat-menyurat via kantor pos.

Dunia yang sangat simple dan tidak hectic seperti hidup saya yang sibuk dan ribet sejak "mengenal teknologi..."

....




saya butuh berlibur
bergelayut dalam lenganmu,

tidak perlu jauh-jauh
erat-erat menggandeng tanganmu,

bila perlu tak usah pulang
tamasya malu-malu

disini,
dalam kolam renang khayalanku
berdua denganmu...

Merindukan Sahabat

Merindukan sahabat, rasanya sama seperti jatuh cinta. Di pikiran dan di perasaan hanya ada dia dan dia. Menusuk-nusuk relung hati. Dia lagi, dia lagi. Saya ingin dia tau bahwa saya sangat merindukannya, menginginkannya berada di dekat saya setiap hari, berbagi tawa, canda, air mata dan duka. Bersama-sama. Hanya ada kita. Dia di hati saya, dan juga sebaliknya.

Tapi gak mungkin aaah rasanya saya mengatakan ini kepada dia setiap hari, nanti dia pikir saya gila, tidak waras dan sebagainya.

Padahal saya benar-benar seperti orang jatuh cinta. Bedanya, bila sedang jatuh cinta: saya tau bagaimana mengekspresikannya, sedangkan saat merindukan sahabat: saya tak pernah dapat mengatakannya secara gamblang. Plus, kata-kata "kangen" dan "rindu" sepertinya terbuat untuk para pecinta, pasangan yang sedang bercinta.

Lalu bagaimana dengan perasaan saya?

Tidak tau ahhh...
Saya bingung.

Yang jelas saya kangen.
Menemukan sahabat yang berwawasan sama dengan hati dan pikiran kita adalah yang sulit. Merajut hari bersama dan merangkai kenangan bertahun-tahun adalah yang langka untuk jaman sekarang.

Saya merindukan sahabat saya. Dia yang sedang melanjutkan hidupnya di New Orleans sana. Yang sungguh jauh dari tempat saya hidup. Dia yang sedang asyik dengan kegiatan barunya dan adaptasinya dengan kultur budaya baru. Yang mungkin juga sudah menemukan sahabat baru disana. Yang membuat saya cemburu setengah mati hingga malam ini rasanya ingin kembali ke tahun 2004, tahun pertama dimana Tuhan memperkenalkannya kepada saya dan membawa sejuta berkat dan bumbu-bumbu kehidupan yang indah bagi saya nikmati.

----


Saya kangen sekali...

Hermelia Gustin Simbiak, ini sajak untukmu...

Thursday, November 4, 2010

Partner in Crime

Salah satu keasyikan dari Being Indonesian adalah, kita punya sense untuk membedakan mana 'teman baik' atau mana yang hanya basa-basi ingin berteman :-) dan di salah satu lokasi tambang tembaga & emas terbesar di dunia, dilalah kok saya kerap dipertemukan sama orang-orang yang asyik-asyik, salah satunya adalah si empunya blog ini: http://tripletees.wordpress.com

Namanya Olivina Basyuni, cukup panggil dia Vina. She's cute with a bright smile and a long sexy leg (I love her tall skinny body). Si Vina ini sih lebih tepatnya dipanggil adek, karena usianya jauh lebih muda, tapi seneng aja kongkow sama ni anak karena pribadinya yg selalu membawa aura tenang sehingga saya yang bringas dan ganas menjadi kalem (hahhaha). To be honest, saya ga pernah nyangka profil anak pejabat kayak ni anak bisa bener-bener pinter dan low profile. She's such a perfect combination of young, clever, bright career & charming!

Plus, She and I love love love BALI so much. Isn't it great? Kita jarang ngobrol tapi sama-sama tau dari mata dan hati masing-masing bahwa kita suka Bali...

And, the funniest part of all is: We both think that:

Miners Are Sexy!

(kata kata itu keluar dari bibirnya Vina lho haahhaha cateeett)

Yes they are sexy, and we're proud to become a part of their life!

Wednesday, November 3, 2010

Perpuluhan

berkomitmen memberi perpuluhan,
merasa terheran-heran
karena tak pernah berkekurangan
diberkati berkelimpahan
selalu berkecukupan
dan tak pernah ragu tentang masa depan...


ini aku ya Tuhan,
ini rasa syukurku yang tak pernah berkesudahan...

Wednesday, October 27, 2010

Life isn't a Laboratorium

Setengah suntuk saya nyeruput teh melati yang udah dari tadi diseduh dengan cinta oleh Mas Heru. Suasana hati kurang ok akibat bbrp masalah. Saya kalo dongkol kadang cuma mau selonjoran diatas karpet sambil nge-teh. Heng sering geleng-geleng kalo liat saya dongkol. Kadang dia juga sering ngasi masukan, nasihat, saran, blah blah blah biar mood dan emosi saya stabil lagi hehehe ;-) maklumlah dibanding Heng, saya orgnya lebih emosian huehuehue padahal yg Papua siapa, yg Jakarta siappah (siapa emangnyah hahhahay)

Lagi gondok, tiba tiba aja Heng bilang gini;
"Sayang, kamu adlh org yg paling tdk fair kalau maunya dimengerti oleh orglain terus-terusan.. Mungkin kalo dlm keluarga, bolehlah bikin mood n standar begitu, tapi kalo di kantor, di dunia luar, dan dgn teman ya ga bisa gitu.. Isn't fair at all.. "
" Honey, this is real life. We're not livin' in a laboratorium where we cud control all variable and where we cud predict all factors..."
"This is real world..."

Face it! You can't control others but surely you can control yourself, right..."

Hmmmm..
Langsung diem aja doung saya diomongin gitu.. Otak saya walopun masih esmosi jiwa mendadak mikir... Iya sieh ini hidup bukan laboratorium ya..

Hhehhehe iya deh, ga mau dongkol lagi.. Jalanin aja..


Yuk semangat lagiiii ;-)

dunia indah # 18

bagi perempuan bekerja seperti saya,
dunia sangatlah indah saat semua kerjaan rampung pada jam 5 sore dan lalu membenamkan diri untuk jogging di treadmill sepuasnya!
punya waktu untuk nge-gym selama 1 jam sangat berharga bagi saya yang selalu lembur dengan tugas kantor....

yuuuu mareee

Still Looking for a Place Called Home...

Setelah diajak Heng puter-puter US from south coast to the east coast, setelah nangis-nangis hidup di negeri orang, setelah ngubek-ngubek the megapolitans and even went down to a small town, a.k.a remote area, after all I've been thru'...

it so weird that I'm not even interrested to live in Jakarta anymore.

i dont know why. I just dont...

dulu

dulu aku pernah merindu
kepadamu yang telah berlalu
yang membuatku dingin dan beku
pada suatu langit abu-abu
kukatakan untukmu,

sungguh aku pernah menyayangmu...
maksudku dulu, waktu yang lalu.

Sunday, August 22, 2010

Indonesian by Blood, American by Heart!



The reason why I love US so very much is: having myself exposed to a lot of opportunity!

Opportunity to absorp many things and opportunity to grow...


(Pic is taken at Sedona, AZ on Summer 2009)

Saturday, August 21, 2010

Hanya Butuh Nyali

Pintu rejeki, dan faith adalah beberapa strong words yang saya tangkap dari pembicaraan casual hari ini bersama sahabat kami: Bang Arman. Saya cukup kaget mendapati kehadiran Abang ini di kantor beberapa waktu lalu, karena jelas-jelas, semua karyawan biasanya datang ke kantor saya pasti hanya ada 2 pilihan: masalah warning atau mau resign. Ternyata saya kaget bukan kepalang, Bang Arman ga main-main dengan ucapannya. Dia resign beneran…

Gak ada satupun orang yang nyangka, di perusahaan sebesar dan semegah kantor saya kerja, ternyata ada pula orang yang berani resign. Bukan apa-apa, soalnya si Abang ini salah satu most valuable employee alias high performance employee dan merupakan company asset dengan segala spesifikasi keahlian yang dikuasainya.

Tapi, yang namanya hati, mau dipaksain juga tetap ga bisa bohong. Abang ini punya definisi dan standar lain mengenai kenyamanan kerja. Dan saat dia menemukan tempat kerja baru yang menerimanya dengan tangan terbuka, kami pun menerimanya dengan surprised karena, si Abang ini benar-benar membuktikan bahwa pintu rejeki memang hanya Tuhan yang pegang, hanya Tuhan yang atur. Gak gampang yah orang Indonesia bisa kerja di State tanpa bantuan multi national company yang well-established, tapi bolehlah, untuk Abang kita yang satu ini, dia bisa nerobos tembok-tembok besar dengan satu kata: “nyali”.

Kalau gak punya nyali, mungkin selamanya kita gak akan melihat dunia luar yang bisa kita taklukkan.

Kalau nyali kita gak besar, mungkin selama 20 tahun kita akan stuck dibawah bayang-bayang kenyamanan.

Kalau nyali kita gak besar, mungkin selamanya kita akan duduk diam dan menunggu keajaiban turun dari langit dan ga bisa melihat kemampuan dan keahlian kita sendiri yang sebenernya mampu to push the limit.


Hari ini saya belajar: saya hanya butuh nyali untuk berjalan ke depan.


(hebat sih hebat, tapi kalau jago kandang mah, Cuma jagoan kampung namanya. Bukti kita hebat adalah saat dapat bersaing secara sehat dengan National atau Expat, juga orang asal manapun di dunia ini!)


Btw, congrats for your new job & for the upcoming experience in US ya Bang! Jabat erat utk Mbak Gita 

Saturday, August 14, 2010

Anak Mama

Saya jarang menuliskan cerita tentang Mama. Beberapa tahun belakangan ini, hubungan saya dan Mama sempat renggang dengan masalah ini dan itu juga perbedaan ini dan itu. Mama mau ini, sedangkan saya mau itu. Tapi sudah setahun berjalan, saya dan Mama sudah akur lagi, no hard feeling tentunya karena sehebat apapun masalah diantara kami, saya dan Mama adalah anak dan Ibu, tetap saling sayang, saling kangen dan saling mendoakan.

Sampai sekarang pun, usia sudah setua ini, saya masih mencari pola untuk menyenangkan dan membahagiakan hati Mama. Membuat hati Mama senang dan bahagia bagi saya adalah suatu usaha yang berkepanjangan. Usaha yang harus terus saya lakukan sebagai anak. Kenapa? Karena saya sayang sekali sama Mama...

Sejak hidup terpisah dari Mama, yaitu 3 tahun belakangan, saya banyak merenung betapa bersyukurnya saya dapat dididik, diasuh serta belajar dari tokoh dengan kepribadian yang kompleks dan eksentrik yaitu: Mama.

Mama bukan Ibu yang sempurna, punya banyak kesalahan dan justru karena hal-hal tersebut saya banyak belajar dari pengalaman hidupnya. Satu hal yang sempurna dari hidup Mama adalah: Kesetiaannya. Mama setia terhadap suaminya. Setia terhadap rumah tangganya. Setia terhadap anaknya. Terlebih lagi, Mama setia terhadap Tuhannya. Hal ini yang menjadi pondasi kuat saya menjadikan Mama sebagai tempat saya belajar untuk hidup dialam bebas ini.

Mama adalah orang yang Setia.
Mencari perempuan yang setia saat hidup sedang susah bukanlah perkara mudah. Mama sudah mencontohkannya dengan sederhana didepan saya. Mentalnya membentuk pribadi saya menjadi perempuan yang setia terhadap kehidupan yang saya jalani. Setia adalah konsep yang berhubungan dengan sikap dan hasil dari setia adalah nama baik. Mama telah membuktikannya. Mama setia mendampingi Papa hingga saat ini, Papa adalah Jendral Papua pertama di jajaran TNI AD. Bukan perkara gampang meraih bintang, butuh jalinan kesetiaan tingkat tinggi dalam mendampingi tentara. Mama sudah membuktikannya. Setia terhadap keluarga dan Tuhannya. Setia adalah harga mati baginya.

Mama adalah orang yang Keras.
Saya benci setiap dikerasin Mama. Benci setiap dimarahin Mama. Benci sekali. Tapi itu dulu, sekarang setelah saya melihat dan bersentuhan langsung dengan dunia kerja yang dinamis, saya beruntung dididik dengan keras oleh Mama. Mama menjadikan saya perempuan tangguh dan tidak mudah menyerah. Mama sering bilang, perempuan harus bermental kuat, menangis boleh tapi jangan lembek. Mama mendidik saya menjadi perempuan mandiri, berani, bertanggung jawab dan bisa diandalkan.

Mama adalah orang yang Lembut.
Dua paradoks unik pada diri Mama. Keras tapi juga lembut. Pada banyak hal, Mama juga orang yang lembut. Mama mengajarkan saya sopan santun, tata krama dan budi pekerti lewat caranya bertutur dan bergaul dengan orang disekitar. Mama saya tidak suka orang kasar, keras boleh tapi bukan kasar. Indonesia bukan bangsa kasar tapi bangsa yang penuh dengan wawasan ramah tamah, demikian pula perempuan Indonesia yang dari sananya terkenal lembut, ayu dan berbudi luhur.

Mama adalah orang yang Energic.
Mama saya energic dan aktif. Sangat suka dengan semua hal yang sifatnya produktif dan fungsional. Mama menurunkan sifat ini kepada saya. Atasan di kantor selalu mengatakan, saya punya sifat "Can Do Attitude" yang membuat saya fleksibel dan cepat mengerjakan suatu task. Ini saya dapatkan dari Mama. Mama tidak pernah capek, selalu mobile, senang bergaul, selalu ceria, punya fleksibilitas tingkat tinggi yang membuatnya selalu berenergi pada setiap kesempatan. Mama saya bukan orang yang duduk diam saat masalah menghadang namun akan bangkit berdiri dan mencari solusinya secepat dan setepat mungkin, mengerahkan apapun yang dia miliki untuk menyelesaikan akar masalahnya.

Mama adalah orang yang feminin.
Mama mengajarkan saya menjadi seorang perempuan. Mama memberitahu saya cara merawat diri. Mencarikan pelembab dan bedak pertama bagi saya. Menularkan sifat mix & match pada selera berpakaian saya. Mengajarkan padu-padan warna pada baju yang akan saya pakai saat siang dan saat malam. Mama membelikan sepatu high heels, dan flat sandals untuk saya pakai, sejak masih kecil hingga sekarang pun tak berubah.

Mama adalah orang yang senang Berdoa.
Satu hal yang masih perlu saya miliki di dunia ini adalah: disiplin dengan jam doa. Mama saya mencontohkan sikap yang baik ini untuk saya dan saya mau menjadi perempuan pendoa, yang menyisihkan waktunya khusuk berdoa dan bergaul dekat dengan Sang Penciptanya...


Mama telah menjadi role model dan memberikan contoh bagaimana berlaku seperti Ibu yang baik... Bagi saya, Mama adalah Ibu yang baik. Telah mendidik dan mengasuh saya menjadi pribadi yang berguna dan produktif.

Saya anak Mama.
Saya sayang Mama.


Mumumuaaah :-)


(ini kecup dan binar kecil untuk Mama saya yang bernama Renny Massye...)

My Kinda Weekend!

My kind of weekend is waking up 8am in the morning, having a cup of hot jasmine tea with Hengky, then go jogging/hiking while Hengky enjoying taking some pics of the surroundings, after that we both have a great lunch and go to any bookstore all day long reading magz n books with a cup of watermelon juice standing right next to my arm hehehe.

Well now, since there are no bookstores here, Heng n I change it to enjoy our town's library which has lots of mags n books, no hot choco there but I'm pretty happy with it. As long as I get any mags to wash my brain then I'm all OK.

When we lived in Jakarta, weekend is another thing hohoho weekend to me means visiting any shopping center to spend money or to just window shopping n left with unnecessary things hahahaha.

When we lived in Phoenix, ohh boy.. Weekend is another story! Weekend means travelling, weekend means enjoying festivals, let me say; weekend means sightseeing USA hehehe. I never been expose to any traveling idea before living in state hahaha.
Well, I guess everthing is up to us what kind of weekend we want to have. Right now I'm focusing more on the quality of it. How me n Hengky get fresh n energize to go back to the routine.

I don't mind with spending weekend at home n reading Paulo Coelho's novel n eating strawberry ice cream...

Because weekend isn't always about places we go or things we do and not even where we go shopping, but it talks about how we energize our mind.. It talks more about moments maybe a short moments during your routine to refressh, recharge and rebooth your mind..

So now, tell me about you're kind of weekend, best palsss...

My Kinda Weekend!

My kind of weekend is waking up 8am in the morning, having a cup of hot jasmine tea with Hengky, then go jogging/hiking while Hengky enjoying taking some pics of the surroundings, after that we both have a great lunch and go to any bookstore all day long reading magz n books with a cup of watermelon juice standing right next to my arm hehehe.

Well now, since there are no bookstores here, Heng n I change it to enjoy our town's library which has lots of mags n books, no hot choco there but I'm pretty happy with it. As long as I get any mags to wash my brain then I'm all OK.

When we lived in Jakarta, weekend is another thing hohoho weekend to me means visiting any shopping center to spend money or to just window shopping n left with unnecessary things hahahaha.

When we lived in Phoenix, ohh boy.. Weekend is another story! Weekend means travelling, weekend means enjoying festivals, let me say; weekend means sightseeing USA hehehe. I never been expose to any traveling idea before living in state hahaha.
Well, I guess everthing is up to us what kind of weekend we want to have. Right now I'm focusing more on the quality of it. How me n Hengky get fresh n energize to go back to the routine.

I don't mind with spending weekend at home n reading Paulo Coelho's novel n eating strawberry ice cream...

Because weekend isn't always about places we go or things we do and not even where we go shopping, but it talks about how we energize our mind.. It talks more about moments maybe a short moments during your routine to refressh, recharge and rebooth your mind..

So now, tell me about you're kind of weekend, best palsss...

Tuesday, August 10, 2010

Nico Woru Jenderal TNI AD Papua Pertama





Cendrawasih Pos

Gubernur Sambut Jenderal TNI-AD Putra Papua Pertama

Ditulis oleh Loy/Papos
Rabu, 28 Juli 2010 00:00

BERSUA : Brigjen TNI Nico
Obaja Woru saat bersalaman
dengan Gubernur Papua
Barnabas Suebu, SH dan
Wakil Gubernur Papua Alex
Hesegem, SE ketika bertemu
diruang tunggu VIP Bandara
Sentani kemarin.


JAYAPURA [PAPOS]-
Kedatangan putra Papua
yang pertama
berpangkat Jenderal
dilingkungan TNI-AD yakni Brigjen TNI, Nico Obaja Woru disambut Gubernur Papua, Barnabas Suebu,SH di bandara Sentani Jayapura, Selasa (27/7) kemarin sekitar pukul 14.00 Wit.

Brigjen TNI,Nico Obaja Woru semasa berpangkat Kolonel bertugas di Kodam
XVII/Cenderawasih dengan jabatan Aster dan saat ini dipercayakan menjadi salah satu staff Menko Polhukam.

Kedatangan Brigjen Nico Obaja Woru bersama rekannya dari Staf Menko Polhukam turun
dari tangga pesawat Lion Air dijemput oleh Dandrem XVII/PWY Kolonel Daniel Ambat,
Dandim XVII/Jayapura, Letkol Arm Ihutma Sihombing,Waaster Kodam XVII/Cenderwasih
Letkol KAV, AH Napoleon, dan Kapendam XVII/Cenderwasih.

Tiba di ruang VIP bandara Sentani, Gubernur dan Wakil Gubernur langsung menyambut
dengan senyum dan tampak rasa kebanggaan atas pangkat Brigjen yang disandang putra
asli Papua itu, karena merupakan satu-satunya dan orang pertama putra Ppaua
menyangdang pangkat bintang di jajaran TNI-AD.

Selanjutnya, Gubernur dan Wakil Gubernur langsung mengarahkan Nico ke ruang tunggu
VIP Bandara Sentani untuk berbincang-bincang terkait kedatangannya di Jayapura ini,
bahkan dari wajah Gubernur terpencar rasa haru melihat Nico Obaja Woru.
“Bagus baru kali ini ada orang asli Papua menjadi Jenderal di TNI-AD dan ini perlu
diberitahukan kepada masyarakat di Papua melalui media,” kata Gubernur menanggapi
salah satu rombongan yang meminta waktu gubernur Suebu sebagai narasumber dalam
dialog di salah satu televisi local di Papua.

Hanya saja soal permintaan itu, gubernur tak bisa menerimanya karena terhalang agenda
akan bertemu dengan seorang mentri guna membahas Inpres Nomor No 5 Tahun 2007.

“Nanti kita akan carikan siapa pejabat yang menggantikan saya,”kata gubernur kepada Nico serta Staf Menko Polhukam tersebut
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga sempat bercengkarama dengan Brigjen TNI, Nico
Obaja Woru, putra asli Serui itu yang masuk AKABRI tahun 1978 lalu. “Ya, saya harap tidak cuma satu, putra asli Papua yang bisa menjadi jenderal, mudahan-mudah akan tumbuh jenderal-jenderal asal Papua lainnya,” harapan Gubernur tertawa dengan kesenangan.

Gubernur sempat memberitahukan kepada Nico Obaja Woru tentang Gempa Tekhctonik
yang terjadi di kepalauan Yapen dan Waropen baru-baru ini yang mengakibat banyak
kerusakan serta membawa korban jiwa. “Kejadian itu, korban jiwa sebanyak 10 orang serta banyak kerusakan disana, namun sampai saat ini masih dalam tahap rehabilitas,” tutur Gubernur.

Sementara itu, Brigjen TNI, Nico Obaja Woru saat ditanya wartawan tujuan kunjungannya di Papua, dia mengatakan bahwa kedatangannya di Papua untuk melihat keluarga saya dan mengajak masyarakat untuk lebih giat membangun daerah.
“Kunci menjadi seorang Jenderal, kata dia adalah belajar dan berlatih, karena tidak ada yang didapatkan secara cuma-cuma dan harus dibayar dengan keringat,” tuturnya.

Nico yang tak banyak berkomentar itu, juga mengharapkan kepada pemuda-pemuda Papua
massa kini untuk selalu menjaga kesehatannya, terutama menghindari minuman keras,
sehingga untuk menjadi TNI-AD khususnya menjadi berpangkat yang lebih tinggi harus
belajar dan berlatih,tandasnya.

Selanjutnya, Nico bersama rombongan Menko Polhukam langsung menuju penginapan di
Swisbell-Hotel untuk beristrahat dengan menggunakan Mobil TNI bernopol DS 2633 XVII
bersama para pejabat Utama Kodam XVII/Cenderwasih. [loy]

Wednesday, July 21, 2010

things left unsaid...

+ Ga tau kenapa saya lagi kangen bgt sama cijantung, padahal sekarang tempat itu panas n crowded bgt... Tapi cijantung selalu keren, selalu hijau, selalu ngangenin, dan yg lebih penting: cijantung selalu menginspirasi saya utk terus berjalan maju melihat dunia di luar sana... Cijantung is always been my home sweet home, a place where I grew up, learning new things n absorping many lessons... Kangen deh pokonyaaa...

+ Ga tau kenapa Tuhan baik banget sama saya... Ya ampun thn ini air mata saya dibales dengan suka cita dan limpahan berkah... Tahun ini saya udah ga bisa itung lagi brapa banyak kebaikanNya utk saya n keluarga... Penderitaan 2006 sampe 2008 diganti dgn riang dan kegembiraan baru... Been through tough time makes me realize how I should be really thankful for all kinds of opportunity I have :-)

Tuhan baik,
sangking baiknya, saya sampe ga enak mau minta ini itu :-)

Tuhan baik,
baik banget... bahkan untuk manusia berdosa seperti saya...

Monday, July 12, 2010

somewhere in the crowd is you...



got this pic taken a year ago. went down to Hollywood to have some fun, taking pic at the Universal Studios. we were trying so hard to settle down with many things at that moment, yet also struggling with ourlives. it was hard. but as time goes by, today we proved that we're strong. we have each other's support.

even in the middle of a strange place, i will always know that:

somewhere in the crowd is you :-)

Sunday, July 11, 2010

Lesson Learned

It's not about your job
It's not about your work load
It's not about your surroundings
It's not about your boss

But,
It's all about your attitude.


(got this lesson from one of the coolest Vice President I ever met!)

Syirik

Sepertinya beberapa bulan belakangan ini, Tuhan sedang mengajarkan sub-bab baru dalam fase hidup saya, pembahasan yang menarik karena secara jelas, Tuhan membukakan banyak fakta blak-blakan di depan kedua mata saya. Pelajaran yang mengetuk hati saya untuk menilik suatu konsep sederhana yang sering terlewat begitu saja, yaitu tentang iri hati / pemikiran negatif tentang orang lain atau yang saya kenal dengan kata "syirik"...

Syirik itu gak baik. Saya sudah tau. Tapi saya kadang juga gak mau tau.
Syirik itu merusak positive mood yang telah saya bangun. Iya, saya sudah tau.

Semua tentang syirik saya sudah tau, tapi yang saya tidak tau adalah ternyata Tuhan tidak mau saya menjadi syirik. Kenapa? Simple saja:

Karena saat seseorang diberi berkat, terdapat juga salib yang masih dipikulnya (salib yang tak terlihat secara kasat mata),

Karena rejeki dan beban berjalan berdampingan dalam hidup...

Karena setiap orang memiliki suka dan dukanya masing-masing...

-------

Miami Lovers



Wearing orange sweater in the middle of the night, walking down Miami South Beach, taking pictures with Heng. Had a great time! Would love to go back there for sure!

Facts about Miami:
- Extremely Beautiful beach, esp. SoBe area(South Beach, I heart SoBe)
- Exotic woman, Latina! Cuban, Nicaraguan, Brazilian, name it!
- Friendly weather, not to hot, not to cold :-)
- Big city with lots of tall buidling!
- You may find people that cudn't speak ENglish :-) goooshhh!!!


Miami is a city made for those who heart travelling!

Victoria's Secret - Secret Garden Collection



From all Secret Garden Collections that VS offers, the Delicate Petals is one of my favorite. The scent is soft, gentle and long lasting!

Wondering why these series aren't available on the web? Is it because VS run out the products?

Really Love it! Go try get it, Girls...
(because every woman needs to have their own fragrance signature)

BTW, What's your signature?

Thursday, July 8, 2010

dunia indah # 17

menikmati malam
memandangi bintang
meneguk segelas kopi
meregangkan badan yang mulai letih
mendengarkan alunan Norah Jones
menatap matamu dalam-dalam
lalu,
mengucapkan syukur untuk hari yang hampir berakhir

perempuan cantik

saya mau protes!

kenapa harus putih supaya dibilang cantik?
saya punya teman wanita, kulitnya hitam sekali
dan cantiknya setengah mati,
coba google nama Diana Rosa Panjaitan,
aduhai, eksotis sekali...
dia model international jebolan Miss Indonesia!
cantik luar biasa,
tak pernah tertarik memakai pemutih kulit.

kenapa harus kurus supaya dibilang cantik?
saya punya mantan guru MC, badannya tambun sekali
dan cantiknya bukan main!
coba lihat secara langsung wajah Hughes,
aduhai, manis sekali...
dia bahenol & seorang presenter profesional!
PD luar biasa,
tak pernah merasa rendahdiri dengan ukuran baju

kenapa harus rebonding supaya dibilang cantik?
saya punya teman wanita, rambutnya keriting melingkar
dan cantiknya bukan kepalang!
coba google nama Stany Imbiri,
aduhai, cantik sekali...
dia perempuan berambut keriting terindah!
manisnya luar biasa,
tak pernah tertarik pergi ke salon apalagi rebonding!

kenapa harus tinggi 170cm supaya dibilang cantik?
saya punya teman baik, tubuhnya mungil hanya 150cm
dan cantiknya duhai bukan main!
coba datang ke Grand Indonesia, cari Prisilla Wijaya
aduhai, manis sekali...
dia perempuan kecil tercantik & seorang manager store!
lincah dan cantik luar biasa,
tak pernah merasa canggung dengan tubuhnya yang mini...

dan saya?

beberapa tahun belakangan ini,
saya tak pernah lagi berusaha terlalu kuat untuk menjadi cantik.
because beauty is me,
it's coming inside out, not the other way around.

menangis

aku memilih untuk menangis
diantara rintik hujan,
membiarkan air mata yang jatuh di pipi
bercampur dengan derasnya air hujan
dan larut dengan sendirinya,
lalu hilang dibawa angin...

demikian caraku menangis
karena hujan adalah temanku
tak perlu kuberitahu
ia sudah mengerti
bahkan membantuku menyamarkan
raut wajahku yang sedang kacau...

Wednesday, July 7, 2010

Gak Mau Percaya

Saya gak mau percaya sama yang namanya jalan nasib, suratan takdir, dan apapun istilahnya itu, termasuk juga dengan "kata orang". Saya tidak suka mendengar ulasan remeh temeh "kata orang", terutama bila muatan dan substansinya banyak mengandung energi negatif. Tidak, saya tak pernah mau percaya akan hal-hal semacam itu.

Saya senang menembus batas seperti berlari sekencang-kencangnya, bukan untuk tiba di garis finish sebagai juara, namun karena keinginan untuk melihat sekuat apa kaki saya menopang tubuh dan sekuat apa semangat jiwa saya mengalirkan ion positif bagi saya untuk bertahan.

Itu sebabnya saya tak pernah mau percaya saat banyak orang berkata tidak mungkin. Pun ketika nasib seperti mempermainkan hidup saya dan juga ketika takdir seolah sudah di depan mata.


Tidak, saya gak mau percaya satupun dari itu. Saya sudah membuktikannya, suatu hal yang absolute sudah saya buktikan:

"Our hearts, thoughts and sprits are connected with this universe. Let us just put our trust to The Creator: God Almighty..."

Tidak ada yang tidak mungkin. Saya camkan bait kalimat itu berkali-kali, hingga bibir tergigit dan keseleo sampai lidah kelu, saya tak pernah ragu...


"When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it..."




---tulisan ini adalah dendam saya untuk kamu, iya kamu... yang selalu mengatakan tidak mungkin dan tidak mampu---

Monday, July 5, 2010

Sebenarnya

jujur nih,
selain karena masih butuh duit,
alasan kuat lain bagi saya
untuk tetap menjadi wanita bekerja
sebenarnya karena saya
punya kebutuhan untuk berteman.

saya butuh bersosialisasi,
butuh cekakak-cekikik,
butuh cerita & tertawa
butuh networking,
sebuah keinginan untuk
mebangun hubungan dengan banyak orang
pada intinya: saya butuh teman.
suatu kebutuhan manusia yang mendasar:
butuh interaksi sosial selain rumah.


(aneh banget khan?)

Friday, July 2, 2010

perempuan bekerja

"Bude bebek" begitulah biasanya saya memanggil perempuan setengah baya yang logat jawanya medhok dan sangat khas ditelinga. Saya baru mengenalnya tapi ooh Tuhan, hubungan kami sudah seperti ibu dan anak, dekat dan erat. Karena selain bertetangga, kami punya kesamaan: sama-sama bekerja, sama-sama mandiri dan sama-sama suka perhiasan emas! Hahahaha ;-p

Suatu siang, saya kelaparan setengah mati dan hendak memesan sebungkus nasi pecel bebek goreng buatannya, sambal khas Bude bikin orang modar keenakan, merem melek pingin nambah, apalagi saya yang hobbi banget makan sambal. Tapi siang itu, tidak hanya sambal yang buat hati saya senang, namun juga tentang pembicaraan antara kami berdua yang saya mulai dengan pertanyaan sederhana: "Bude, gelang emasnya bagus deh, bentuk Tifa Papua, kerennn..."

Lalu mulailah cerita Bude Bebek... Begini jawabnya:

"Nisye, aku ini orangnya suka bergaya, suka pakai emas-emasan, tapi kasian aku ini orang gak punya, saudaraku di kampung segambreng, banyak banget... Butuh makanlah, butuh sekolah, butuh ini itu dan intinya duit... Tapi aku ini gak bisa hidup dengan hanya mengandalkan uang suami, gak mau aku berantem dan akhirnya sakit hati gara-gara masalah duit. Lha makanya aku jualan bebek ya biar duitnya buat dipakai macam-macam, enak punya duit sendiri, mau ini itu gampang... Jadi perempuan jaman sekarang itu gak boleh malas, kudu rajin lihat peluang..."

Saya hanya ternganga, mengaminkan perkataan Bude.

Uang mungkin bukan masalah bagi sebagian perempuan, tapi dari cerita Bude, saya sungguh terenyuh melihat semangatnya yang berkobar-kobar tanpa melupakan kodratnya sebagai perempuan... Juga tentang kemauannya yang keras untuk tidak pernah menyerah pada nasib!



Yuuuk mariii, (siapa bilang perempuan gak boleh senang?)

mau bilang

aku cinta kamu
cinta banget,banget banget banget
bukan karena kamu cakep
bukan karena kamu baik
bukan karena kamu bergelimang harta
bukan karena kamu punya karir gemilang

aku cinta kamu
cinta banget, banget banget banget
cinta ya cinta aja
perasaan itu datang sendiri
tak perlu pakai alasan
karena cinta tak memerlukan syarat apapun

Thursday, June 24, 2010

mandi

saya butuh mandi
bila perlu berkali-kali
juga keramas setiap hari

biar air membasuh
sekujur tubuh
agar pikiran selalu bersih

membawa semua
dosa dan prasangka
jauh dari dada

ingin yang kotor dicuci
menjadi seputih bongkah hati
agar selalu damai diri ini

Warna Senja di Kotaku

aku tak pernah dapat
menggambar warna senja
ada kuning & oranye pekat
pendar awan yang mewarna-warni
ada pula ungu & coklat
atau warna lain yang tak kuketahui

entahlah,
warna senja memang begitu
kadang sulit dijelaskan
dengan kata-kataku yang terbatas

namun senja datang
bukan untuk dimengerti
sederhana saja,
senja dan warna syahdunya
menginginkanku berhenti sejenak
dan menikmati hari
yang hampir berakhir...

Saturday, June 19, 2010

...

Tuhan baik, baik banget...
bahkan untuk orang berdosa seperti saya...

Monday, June 14, 2010

Speedy Bag



Lagi pingin tas ini. Adooh sampe kebawa mimpi-mimpi. Saya punya masalah tiap liat Tas dan Sepatu. I'm a bagholic and also a shoes' addict hehehe, wajar yah namanya perempuan, apalagi saya khan juga punya kerjaan, jadi boleee doung kalo penampilan is numero uno for me... Tsaah ellah pembenaran diri ;-p

Saya sebenarnya bukan impulsive buyer, apalagi urusan sama designer handbag kayak gini, makanya iya deh tuh sebelum jatuh hati naksir sama si Speedy ini, saya sudah survey duluan, mana tas yang kira-kira classic modelnya ;-p dan Kali ini masalah saya adalah: sama warnanya! Saya selalu suka warna putih, gimana yah... kesannya elegant!

Hmmm... Speedy Azur 30 cm from Louis Vuitton is a perfect one to accompany my days!

Suka Bali



Teman baru saya yang cantik teryata bermukim di Bali. Aaarrrggghhh... Saya hanya membayangkan Bali saja sudah benar-benar semriwing! Saya pertama ke Bali kelas 2 SD dan saya suka! Mungkin juga karena saya ini penyuka suasana pantai, semilir angin pantai, pohon-pohon kelapa di pinggir pantai bikin saya damai! Berbeda dengan kebanyakan pantai yang pernah saya kunjungi di US, pantai di Indo airnya lebih hangat, ombaknya eksotis da lingkungannya ramah... Beda dengan pantai di US, airnya dingin... brrrh mungkin karena dekat dgn samudera Atlantik ya? Apalagi kalo winter, adooh Maaak, jangankan airnya, anginnya aja udah dinginnnn... huhuhu ;-p

Main reason why I love Bali, because: its natural beauty, ofcourse the culture & the people!!!


Saya pingin ke Bali. Sebelnya, Heng masih sibuk. Bukan apa-apa, gak enak aja kalo liburan sendiri. Vacation is meant for those who are in love, right?

Sunday, June 6, 2010

rumah roti

rumahku
dibangun dengan fondasi kuat
berisi sekarung semen yang kusebut rasa percaya
juga bongkahan batu kali berupa iman yang kokoh

rumahku
memiliki tiang-tiang penyangga yang teguh
kudirikan dengan besi-besi berbalut doa
dipancang juga kayu-kayu keterbukaan pada sisi-sisinya

rumahku
dialasi lantai putih kemurnian hati
atapnya ditutup oleh kekuatan Tangan Tuhan
melindungi seisi rumahku dengan kasih

rumahku
dindingnya berhiaskan gambar-gambar kesetiaan
pintu dan jendela kubiarkan terbuka
agar sinar mentari dan angin segar senantiasa bermalam

rumahku
bukan rumah mewah, hanya punya beberapa ruang
namun, semua bisa bertamu juga berkeluh kesah
rumahku adalah rumah roti, siapa saja boleh datang

rumahku
rumah sederhana yang selalu mempunyai kehangatan
pada cangkir-cangkir tehnya, pada roti juga kuenya
akan selalu ada makanan dan minuman didalamnya

rumahku adalah rumah roti
kuikrarkan itu jauh sebelum aku mendapatkannya
rumahku adalah bukti dari penyertaan Tuhan
kuberitakan pada siapapun yang berada didalamnya

Sunday, May 30, 2010

Keranjang Cinta

Aku punya pohon dipenuhi dedaunan
Batangnya kuat-kuat
Banyak buah dihasilkan
Ada warna merah juga cokelat
Kupetik bergantian
Bersatu semua buahnya erat-erat
Untukmu kuberikan
Agar hati selalu dekat
Satu keranjang buah kemerah-merahan
Menghias harimu untuk tetap semangat…

Bertemu Janda Muda

Aku ketemu janda, oow-oow rambut hitamnya panjang tergerai, badannya singset meski sudah beranak dua, wajahnya manis dipoles make-up, bibir tipisnya berwarna pink merona, tingkahnya centil ohh bukan main! Usianya baru 27. Jangan sembarangan godain, janda ini temenku. Dulu kami satu kantor. Dulu kami sering email-emailan. Dulu kami sering makan siang bersama. Dulu… Dua tahun lalu temenku belum berstatus janda. Dua tahun lalu temenku masih sering membawa anaknya kekantor. Tapi itu dulu.

Pria keparat yang adalah mantan suaminya, meninggalkan temenku demi perempuan berusia 20 tahun. Temenku tidak hanya berstatus janda tapi juga harus menanggung biaya hidup untuk buah hatinya. Laki-laki sinting. Dasar gila. Bejat. Bajingan sialan. Gak berotak. Sejuta sumpah serapah aku umpat untuk si begajul itu. Temenku memang sedih, perih dan merana. Namun setelah beberapa waktu, dia bisa bilang ini:

"Gue gak mau sakit jiwa karena ini, gue harus tetap waras dan kuat demi anak-anak. Laki-laki kayak gitu gak pantes ditangisin!"

Dengan suara lantang aku jawab: "Emberrrrrrr, bener banget tuh Cong..."

Temenku sekarang ceria lagi. Sudah bisa senyum. Sudah bisa ketawa. Kulihat dia makin merawat diri. Tiap sore kutemui dia baru pulang dari salon dengan rambut mempesona. Kulihat dia memakai baju-baju yang sexy aduhai. Kulihat lirikan matanya semakin menggoda. Genit iiih, begitu kataku.

Selain rambutnya yang selalu stylish, yang paling aku suka dari temenku adalah keterbukaanya. Topeng kemunafikan tidak ada pada wajahnya. Saat orang-orang bernada sinis menyanyikan lagu dangdut “Kau masih gadis atau sudah janda?” temenku tak mau menutupinya. Terang-terangan temenku berkata jujur. Tidak satupun ditutupinya, dia tidak suka menutup-nutupi aib dengan berpura-pura. Aku suka keterbukaannya, karena untuk bersikap terbuka butuh keberanian.

Kudengar temenku sedang melamar kerja. Tentu saja demi anak-anaknya. Biaya hidup mahal chooy! Makanya temenku nyari duit halal. Jelas halal, karena dia bisa nyari duit halal, lha wong temenku itu sarjana dengan IPK 3.73.

Beberapa bulan kemudian temenku dapat kerja. Tapi kupingku mulai panas mendengar omongan orang disekeliling menghina dan menista temenku. Kebanyakan dari mereka adalah perempuan. Perempuan yang tau beribadah. Perempuan yang hapal ayat-ayat suci. Perempuan yang tak pernah absen ke tempat ibadah. Perempuan yang merasa terganggu dengan kehadiran temenku.

Hei, jangan salah kira. Temenku bukan murahan. Dia bukan pelacur. Bukan juga perempuan yang suka mengganggu suami orang. Temenku memang centil, sedikit genit malah. Tapi aku tau dia tidak seperti itu. Coba bicara dengannya, mungkin 10-15 menit, pasti Kau akan melihat betapa temenku adalah perempuan yang legawa, smart juga sabar. Hidup telah mengajarkannya untuk tabah.

Apakah salah ketika semua pencobaan usai, dia ingin kembali menata lembaran baru?

Kenapa harus dihakimi saat hidupnya baru saja akan dimulai?

Apa ada yang salah dengan pembawaannya?

Bila salah, coba bilang 4 mata dengan temenku, bukan dengan semua orang.

Kasian temenku.
Dia menjadi janda bukan karena dia ingin.
Hidup yang membuatnya demikian.

Kasian temenku.
Baru dekat dengan karyawan bujang yang baru masuk kerja,
sudah gempar satu kota memandangnya.

Kasian temenku.
Penghakiman justru datang dari orang-orang
yang sama sekali tidak dikenalnya.


.........

Selepas membathin, hatiku terikut sedih. Membaca sebanyak-banyaknya doa yang bisa aku ucapkan. Aku tak mau dia melihatku mengasihaninya. Aku tau dia perempuan tegar.

Dia kuat.
Karena ada tertulis:
Tuhan menyayangi para janda juga anak yatim piatu.
Firman Tuhan bilang begitu.
Makanya, aku gak mau ikut-ikutan ngomongin orang, hanya karena dia janda muda.



Tuhan kasih aku bibir bukan untuk menyindir apalagi mencibir
Melainkan untuk memperkatakan hikmat dan pengharapan.

Hati Tuhan

Tuhan sama kok seperti kamu,
punya hati nurani
bedanya, Ia tak pernah pandang bulu
bila memberi, Ia tak pernah pilih-pilih...

kuat

ketika cobaan dan masalah datang
menghujammu bertubi-tubi
mematahkan kaki-kakimu
membuatmu terjatuh
namun kau masih hidup
juga detak jantungmu
masih menderu,
bila semua rasa perih
tidak membunuhmu
justru hal itu
yang membuatmu
10 kali lebih kuat
dari masa lalu...

Wednesday, May 26, 2010

Langit Pagi

Alangkah indahnya langit pagi
Kelam malam yang mulai sirna
Cahaya mentari yang muncul malu-malu,
Seperti suaramu yang canggung tadi
“Sayang, promosinya sudah positive”
Kalimat singkat dan pipimu yang mulai merah
Rona bahagia milikmu hari ini
Karena Tuhan tak pernah kemana-mana
Dia disebelahmu, menemanimu bekerja
Juga membaca tingkah hatimu

Tuhan ada dipihakmu,
Tak perlu malu-malu



(Berkat Tuhan selalu baru setiap pagi…)

Untuk Tentaraku

Papa,
Lesung pipi dari senyummu telah kubuatkan bingkai
Kupajang dalam sisi hatiku
Menemani hari-hariku…

Papa,
Gurat-gurat tegas dan satriamu
yang kulihat setiap hari dari baju lorengmu
tertanam dalam-dalam pada urat nadiku…

Telah kugambar semua kebijaksanaanmu
Kusimpan baik-baik dalam kalbu
untuk menjadi lentera dan kupakai
saat aku buta kehilangan arah jalan…




***aku sayang sekali sama Papah, mumuaahhh***

Mencari Matahari

Hujan sedang membuatku bosan
Aku tak ingin bermain dengan rintiknya
Baru 6 bulan lalu pulang liburan
Dan hari ini aku kembali menginginkannya
Pundung, karena matahari tak kunjung kelihatan
Aku ingin mencarinya

Tapi, menikmati matahari tak akan pernah asyik
Bila tak ada rangkulan dan senyummu
Tak apa bila masih sibuk
Matahari ada disini kok,
Ada padamu
Pada sejuk tatapan matamu
Pada hangatnya pembicaraan kita

Tak perlu kukejar jauh-jauh suasana
Ada matahari dan liburan yang ceria
Disini, di rumah ini
Ssst… aku sedang menikmatinya
Aku tak mau pergi
Tempatku disini dalam pelukanmu
Diantara gerimis hujan sore…

Saturday, May 22, 2010

Menjadi Sabar

Tuhan, aku mau jadi orang sabar
yang mengalahkan amarah dengan helaan napas dan menatap emosi dengan keteduhan,
mendengar teriakan dengan wajah tenang seperti riak danau di sore hari…

Tuhan, aku mau jadi orang sabar
pribadi yang menikmati proses hidup tanpa terburu-buru mengejar masa depan,
Bilapun harus berlari terengah-engah tetap jua tersenyum saat butir keringat berjatuhan…

Tuhan aku mau jadi orang sabar
Yang memulai hari dengan segenggam hati bersih lalu mengakhiri segala sesuatunya dengan mengucap syukur…

---

Sabar, seperti sahabat saya yang harus menunggu 4 tahun untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan mimpinya setelah harus bertahan dengan bos dan teman kerja yang tidak menyenangkan.

Sabar, seperti seorang kenalan yang baru saya temui ketika dia menceritakan berkat-berkat yang menyertainya selama bekerja di satu perusahaan alat berat milik Amerika.

Sabar, seperti lelaki yang saya kenal 3 tahun belakangan ini. Yang memilih untuk diam dan bertahan ketimbang melawan dengan emosi, hingga akhirnya mendapatkan jalan terang untuk karirnya.

Sabar, seperti banyak kisah lain didunia ini yang sudah sering saya dengar, dan selalu berujung pada kemenangan…





(Sedang merasa diberkati setelah berhasil menerapkan ilmu “sabar” dalam beberapa bulan ini… Terima kasih untuk teman-teman baik yang telah menginspirasi…)

Friday, May 14, 2010

Arti Memberi

Tak akan pernah dan tidak akan mau menghentikan hati ketika tergerak untuk memberi, karena saya mengerti bagaimana rasanya tidak punya apa-apa...




(Terharu biru membaca tulisan ini dari status seorang teman baik...)

Thursday, May 13, 2010

Dunia Indah No # 19

Sofa empuk Barnes & Noble saat winter.
Menikmati segelas hot chocolate hangat.
Tenggelam dalam lautan buku.
Dan, baru akan beranjak pulang saat toko buku ini hendak tutup, yaitu pukul 10pm.

hmmmmm...

Ya Tuhan, kenapa saya selalu merasa toko buku ini adalah rumah sendiri sih?!?

Tersesat

Sebagai anak pertama yang lahir dari ayah seorang militer, saya selalu dididik untuk menjadi pribadi yang tangguh serta bertanggung jawab. Saya harus selalu sigap dan tanggap terhadap kehidupan sehari-hari.

Sebagai anak perempuan, saya secara alamiah memiliki sifat penyayang yang besar untuk keluarga, kerabat juga orang-orang disekeliling.

Dari latar belakang itulah, saya selalu berusaha untuk membahagiakan semua orang yang dekat dihati. Iya, semua orang. Walaupun kedengarannya tidak mungkin atau terlalu idealis, namun prinsip bahwa kebahagiaan datang dari melihat orang lain bahagia selalu terpatri dalam relung hati saya.

Tetapi, sekuat apapun saya berusaha untuk terus membahagiakan orang-orang terdekat, saya tetaplah saya. Saya adalah manusia. Manusia yang tetap bisa melakukan kesalahan. Manusia yang tetap bisa menyakiti hati orang terdekat.

Dan, apapun alasannya… Menyakiti hati orang bukanlah hal yang enak untuk diterima oleh siapapun, terutama kepada saya yang tak pernah lepas dari perasaan bersalah itu….

Iya, saya telah memilih suatu keputusan yang membuat seseorang merasa sakit.
Mungkin saya telah melukainya amat sangat.

Dan hari ini, mungkin kata maaf sudah terlalu terlambat untuk diucapkan…

Sepertinya saya tersesat,
Saya membutuhkan jalan terang untuk menemukan pintu maaf…

Tuesday, May 11, 2010

Delapan Belas

Delapan belas, bukan hanya dulu tapi juga sekarang
ada di hati juga menemani hari-hariku

Delapan belas, dua gugus angka dalam satu perjalanan hidup
disini, letaknya dalam degup jantungku



Selalu....


Tiada akhir...

not to go insane

"Being in touch with best friends is so important for me to stay happy and positive in this insane world, because a good relationship is worth more than anything we could buy..."

Monday, April 19, 2010

Dunia Indah no # 20

Menikmati matahari pagi dengan sepotong avocado cake dan segelas hot chocolate yang uapnya tak henti menggapai-gapai wajahku di hari sabtu yang cerah, setelah mendapat telepon dari Papa tersayang.

Rasanya, Jakarta benar-benar begitu dekat, dan Cijantung hanya sejauh tarikan nafas...

Friday, April 2, 2010

Berjalan ke Timur...

Merapatkan barisan lalu menyatukan semangat untuk berjalan ke arah timur, tanpa tau akankah ada masanya kedua bola mataku untuk menatap pelangiMu...

Memberanikan diri dengan kobaran tekad yang menyala bak jilatan api menyulut kemana-mana hingga juga membakar darah merahku untuk berjalan ke arah timur...

Arah timur tujuanku. Tak peduli ada apa disana, aku tau tujuanku untuk menang.

Arah timur tujuanku. Tak peduli dengan hujan badai yang menghalangiku.

Ini bukan emosi, bukan juga isapan jempol belaka.

Ini bukan hal benar atau salah

Pun juga tidak ada yang tau bila kedua kaki tidak mencoba berjalan pada pijakan langkahnya...

Begitu juga aku.

Arah timur tujuanku.

Karena aku tau mimpiku....

Tuesday, March 23, 2010

Saya, Lita & Masa Muda Kami...

Akhir-akhir ini saya kembali teringat kepada satu sahabat saya dari TK hingga kuliah. Nama sahabat saya itu adalah Elita Lastika. Kami berdua sama-sama lahir dari ayah yang setia berprofesi sebagai tentara dan besar di asrama militer Kopassus. Kami belajar di sekolah yang sama, juga memiliki aktivitas keseharian yang serupa. Saya dan Lita juga beberapa teman satu kompleks sering bersepeda memutari lapangan Atang Sutresna – tempat olahraganya para tentara Kopassus hingga tak peduli saat badan telah kehujanan dan kembali ke rumah dengan tawa riang. Saya dan Lita yang senang bermain in-line-skate di jalanan depan rumah kami dan sering dimarahi provost karena menganggu jalur tentara yang sedang berlari sore. Saya dan Lita yang sering berlarian menjemput ayah kami sepulang kantor dan berharap untuk mendapat sebatang coklat Silver Queen dari saku loreng mereka. Saya dan Lita yang senang berenang di kolam renang Tirta Yudha hingga maghrib tiba. Saya dan Lita yang ketagihan dengan Siomay Doa Ibu yang dijual sama Mang Encep di depan Lapangan Tenis Cijantung. Saya dan Lita yang sama-sama aktif, dan ceria sepanjang masa…

Saya dan Lita yang selalu ingin hidup seperti kupu-kupu, yang dapat terbang bebas, tak terikat dengan gravitasi bumi maupun aturan lain… Flying careless and free…
Lalu pada saat SMA, kami sama-sama dibelikan mobil sedan. Ceritanya, saat kelas 2 SMA, ayah berinisiatif membelikan saya mobil untuk keperluan transport dari rumah ke sekolah sampai ke tempat kursus inggris saya di EF Pondok Indah. Tak berselang lama, Lita pun ikut dibelikan mobil oleh ayahnya. Dan sejak itu, mulailah semua kegilaan serta petualangan belanja kami seantero Jakarta…

Tahun 1998 hingga 2003, yaitu dimulai saat masih kelas 1 SMA hingga sekitar tahun ke-tiga dari perkuliahan kami adalah masa-masa keemasan dari perekonomian saya juga Lita. Bagaimana tidak, pada tahun-tahun itu, ayah kami berdua sedang pada puncak karir masing-masing. Hidup kami berdua benar-benar bergelimang harta dalam bentuk uang jajan dan tentunya dana-dana lain dari orang tua hehehhe 
Setelah tamat SMA, Lita berkuliah di FE Trisakti dan saya di FPsi Untar, kebayang doung betapa dekatnya jarak kampus kami berdua dan bertambah eratlah hubungan saya dan Lita. Saya ingat sekali, jaman itu, kami sering tukar-tukaran mobil dan janjian pergi bareng. Sasaran perginya pasti ke Mall dan Kayaknya, gak ada Mall di Jakarta ini yang belum pernah kami jambangi.

Hari senin biasanya kami Nomat di PIM (dulu waktu awal saya kuliah mah belon ada Citos nih…), di PIM tentunya gak hanya nonton, kami pasti muterin Metro sambil nyari baju yang lucu-lucu hehehhe. Hari selasa, biasanya Lita ngajak saya main bowling di daerah Kelapa Gading, udah gitu pasti deh lanjut ke MKG – Mall Kelapa Gading sambil ngubek-ngubek ini dan itu. Hari Rabu biasanya agenda saya dan Lita adalah jogging di Senayan, dan pasti lanjut ke PS – Plaza Senayan nih emang paling tokcer deh kalo urusan fashion, saya sama Lita sering bela-belain pulang malem karena merhatiin the latest fashion trend yang lagi happening, untungnya pas saat itu kita emang lagi gak cepet capek, biarpun jalan berjam-jam tapi rasanya kok ini kaki gak pernah gempor dan tetap fun, ditambah uang jajan dari bokap masing-masing uuuhhh tambah semangat deh keliling hunting barangnya, jaman segitu saya sama Lita sampe punya tas dari Bally dan Cellini bok (hiksss wishing to go back to those sweet moments all over again…), lanjut ke hari kamis, pasti deh kita berdua kongkow-kongkow di daerah MTA – Mall Taman Anggrek atao Mall Ciputra deket kampus, sambil juga kita ngobrolin rencana weekend nanti mau nongkrong dimana hehhehe, pembicaraan kita gak jauh-jauh dari shopping place atau Mall pasti . Terus hari jumat, kita udah gregetan untuk pamerin mobil kita masing-masing yang udah di modif ke Parkit – Parkir Timur Senayan (guys, ngomong-ngomong Parkit sekarang masih ada gak seh…), waktu itu tuh, kita seneng banget gonta-ganti velg mobil sekalian nambahin aksesoris ini dan itu untuk kendaraan, langganan saya dan Lita biasanya ke ITC Fatmawati atau ke Ramanda di Depok, saya sampai bela-belain ganti jok sedan yang standar ke jok kulit nih atas saran Lita – secara dia juga pake jok kulit hehehhe. Hari sabtu dan minggu biasanya kita gak bisa ketemuan karena kita berdua udah sibuk ke Salon dan akhirnya kopdar sama pacar masing-masing hehhehehe

Kalo inget jaman itu tuh saya bawaannya ketawa melulu, soalnya hidup kok berasa happy and fun terus… Paling banter kalo gak ada duit, sasaran kita ke ITC Cempaka Mas (kita bilangnya ITC CEMAS hahhaha), MangDu atau ke Melawai, pokonya tiap hari bawaannya belanja melulu, non-stop dari pagi sampe malem…
Lita tuh sering ngajarin saya milih barang-barang elektronik kayak computer dan spare part mobil, kadang saya juga ngajarin Lita masalah mix and match baju (soalnya dia tomboy nih…).

Saya dan Lita gak bisa dipisahkan, kami benar-benar seperti amplop dan perangko yang saling cari-carian, bahkan saya sering nginep dirumah Lita saat Mama lagi nemenin Papa berdinas di Papua, tanpa malu-malu saya sering bawa baju dan nyelonong ke kamar Lita, atau pas pulang kuliah terus pas saya lagi laper, sering aja gitu dengan cueknya saya minta makan dirumahnya. Yang asyiknya lagi, jarak rumah kami berdua benar-benar dekat dan bisa dicapai dengan jalan kaki. Lita tau semua anggota keluarga saya dan dengan fasih menghapal sifat mereka masing-masing, demikian juga saya yang menyayangi semua keluarga Lita.

Lita yang ayah-ibunya berasal dari Lamongan asli, yang bicaranya medhok setengah mati sekaligus polos dan baik hati hingga membuat saya mengerti kearifan budaya khas Jawa Timuran. Saya benar-benar merasa berbahagia dengan jalinan persahabatan ini. Saya yakin, Lita pun begitu. Ibunya Lita yang biasa saya panggil Tante Eli pun sering menitipkan anak bungsunya ini pada saya, maklumlah Lita ini rada-rada keras dan manja, lagipula umurnya setahun lebih muda dari saya. Sebisa mungkin saya share tentang kesabaran hidup sama temen saya ini. Lita yang sering memacu adrenalinnya dengan selalu ngebut tiap kali nyetir mobil hingga saya sering “sekarat” bila duduk disampingnya. Lita yang sering gak sabaran saat macet menyapa jalanan Jakarta tiap kali kami pulang kampus. Lita yang tomboy namun memiliki koleksi kaset boy band yang paling lengkap. Lita yang selalu membelikan saya bubur ayam setiap pagi dan membuat saya tertawa dengan semua guyonan Jawanya. Lita yang kerap dipanggil “Mbak Pesek” oleh ibunya. Lita yang menyenangkan dan selalu membuat saya tertawa!
Lita is one of my BFF ever… (Best Friend Forever…)

Saya dan Lita juga punya panggilang sayang lho… Saya biasa memanggil Lita dengan sebutan BeLi alias Bebek Lita, sedangkan Lita manggil saya dengan sebutan BeNi alias Bebek Nisye. Orang-orang sering bingung sama kita berdua, karena saya dan Lita pasti manggilnya gak pernah pake nama masing-masing tapi dengan sebutan gini nih…

“Bek, Bek, tolong ambilin HP gue doung?” atau
“Bebek, liatin doung baju ini pantes gak buat gue?”
Hehehehe…
Seru!!!

Hidup waktu itu rasanya seru dan menyenangkan sekali… Tiap hari selalu ada canda dan tawa…

Lalu, sampailah kami pada suatu sore sehabis jalan bareng, dalam kemacetan Jakarta, disaat usia mulai merangkak naik dan memaksa kami untuk meninggalkan masa remaja. Pada suatu saat dimana kami “dipaksa” oleh waktu untuk menjadi wanita dan meninggalkan masa kanak-kanak kami. Meluncurlah kata-kata dari bibir merah sahabat saya itu… Kata-kata yang tak pernah bisa saya lupakan hingga saat ini.
Berikut petikannya:

“Bek… Kenapa yah usia kita harus bertambah hingga maksain kita jadi manusia dewasa?
Gue maunya kita jadi anak kecil terus…
Susah yah menjadi dewasa itu…
Banyak tanggung jawab yang harus dipikul…
Kenapa sih kita harus bertumbuh sedangkan masa-masa bahagia kita ada dibelakang saat kita kecil dulu…
Kenapa manusia harus menjadi besar…
Dan kenapa waktu harus berlalu…”

Mendengar hal ini saya langsung gagap, termenung dan benar-benar membeku…
Saya gak tau harus bilang apa… I have no clue at all…
Hari-haripun berlalu, saya sibuk dengan aktivitas Miss Indonesia juga bekerja di perusahaan tambang. Saya yang menjalani hari dengan segudang kesibukan demi meraih mimpi mulai tidak memiliki waktu untuk bersama sahabat kecil saya itu… Lita yang lebih dahulu menyelesaikan sarjananya, langsung menikah dengan perwira yang bertugas di Grup 5 Detasemen Anti Teror Kopassus, suaminya berpangkat Letnan Satu. Setelah Lita menikah dan mempunyai anak, saya pun makin kesepian.
Hidup sudah tak sama seperti dulu lagi… Saya tidak bisa seenaknya datang kerumahnya membawa bantal dan mengadakan sesi curhat bareng sampai pagi. Saya tidak bisa lagi seenak udel numpang makan seperti dulu, karena Lita sudah sibuk dengan kegiatan Persitnya (Persatuan Istri Tentara). Lita yang kini tinggal di Asrama Kopassus sudah benar-benar menjadi pribadi yang bertumbuh dan dewasa. Lita yang rumahnya masih satu daerah dengan saya di Cijantung namun rasanya sungguh jauh untuk dicapai, sungguh jauh dari jangkauan saya…

Setiap hari saya merindukannya, merindukan sifat lucu dan humorisnya, merindukan hidung peseknya serta semua guyonan ceriwisnya. Saya benar-benar kehilangan masa-masa kocak dan tawa jenaka kami. Tepatnya, saya benar-benar telah kehilangan masa-masa kecil juga masa remaja kami…

Waktu mendengar kalimat dan atau pertanyaan Lita diatas, saya bengong sendiri, gak ngerti mau jawab apa. Kayaknya saat itu saya belom ngerti maksud dari kalimat Lita itu. Dan sepertinya, baru akhir-akhir ini saya bisa sepenuhnya memahami bahwa manusia memang selalu akan bertumbuh besar dan tentunya menjadi dewasa adalah hal yang gampang-gampang susah untuk dijalani…. Bertumbuh dan besar dalam artian pertambahan usia juga membuat hidup kita memikul sekian banyak tanggung jawab…

Hmffff…
Manusia.
Lahir ke bumi.
Menjadi bayi lalu bertumbuh menjadi anak.
Menikmati masa kanak-kanak.
Bergerak ke masa remaja.
Belajar tentang hidup dengan melewati masa sekolah dan kuliah.
Memulai karir, bekerja dan mencari penghidupan yang layak.
Bertumbuh menjadi dewasa.
Menikah dan memiliki anak.
Lalu datanglah usia senja…

Dan saat waktu-waktu mulai berlalu dan siklus kehidupan perlahan-lahan mulai menyapa saya, akhirnya kalimat Lita pun semakin sering hinggap di hati dan pikiran saya…
Sampai saat saya menuliskan catatan ini, saya masih bingung harus menjawab pernyataan Lita tersebut dengan kata-kata apa. Saya masih mencari kata yang tepat untuk memberikan penjelasan yang baik dari sudut pandang saya kepada pernyataan Lita beberapa tahun lalu. Saya masih menyelami arti bertumbuh besar dan menjadi dewasa dengan tiap detik kehidupan yang Tuhan berikan.
Dan sampai sekarang ini, Saya masih berdialog dengan diri sendiri: Apakah saya memilih untuk sekedar menjadi besar atau pada saat yang bersamaan turut mengikutsertakan kedewasaan didalamnya?

Lita telah membukakan mata saya untuk mengenal satu siklus kehidupan yang absolute – yang sebelumnya tak pernah saya sadari…
Kini, siklus hidup manusia tersebut menjadi panduan saya untuk melangkah kedepan dengan belajar dari pengalaman masa lalu, mengenang semua kebajikan dan keindahan masa-masa muda kami serta menyisipkan bumbu-bumbu kedewasaan dalam menjalani pertambahan usia hidup…




(Kangen Lita…
Beruntungnya saya memiliki sahabat setulus, sekocak, sepolos, sekacau, secantik, semodis dan sebaik dia ini...)

Tuesday, February 16, 2010

Hujan Bulan Juni

Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Damono


tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni

dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu



tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni

dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu



tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni

dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu