Thursday, May 14, 2009

Suatu Hal Mengenai Kenangan

Sudah beberapa minggu terakhir saya merindukan suasana Indonesia. Saya kangen sama riuh pikuk pasar tradisional di Cijantung,pasar Beji di Depok juga Pasar Minggu. Saya kangen sama sayuran dan buah-buahan segar yang dijaja pedagang kaki lima dibawah teriknya matahari, saya kangen dengan peluh dan keringat saat berbelanja di siang hari. Saya kangen sama suasana pengab dan panas di Jatinegara, berbelanja berdua dengan Mamah, sambil asik tawar menawar sama Uda Padang yang tokonya selalu ramai pengunjung, selepas belanja tak lupa mengicip makanan khas Sunda, hidangan ikan goreng dan sambal lalap di lantai bawah Pasar Mester…


Saya kangen dengan Es Kelapa Bang Tagor di pinggiran Pasar Rebo, yang lapaknya kecil dan dindingnya penuh dengan poster Nicky Astria . Saya kangen dengan Soto Ayam Cak Min yang rasanya kecut-kecut segar dan semangkok harganya cuma Rp 8000. Saya teringat kembali sama masakan Padang favorit keluarga kami di perempatan lampu merah Cijantung, lapak milik Bundo berbadan gemuk yang selalu jadi tempat nongkrong kami. Saya kangen dengan kolak pisang Mak Inah yang lapaknya selalu laris manis dan hanya buka setiap bulan puasa tiba…


Saya kangen dengan itu semua…


Tidak pernah terlintas dalam pikir juga akal bahwa suatu hari saya akan merantau sejauh ini dari kampung halaman. Tidak pernah terbersit dalam mimpi pun, bahwa roda hidup akan membawa raga dan jiwa saya ini ke negeri Paman Sam yang mashur. Angin kehidupan telah meniupkan jejak langkah saya kesini, mengembara, menetas, menikmati, memendar, mengangguk patuh pada Sang Maha Kuasa juga mengagumi karya Ilahi yang telah diberikan pada saya, juga terus hati ini memendam rindu pada tanah kelahiran…


Rindu….


Setiap hari saya rindu…


Terkadang hati ini merasa, mengapa begitu cepat waktu berlalu… Mengapa detik-detik putaran waktu terlalu cepat laju rodanya sehingga dalam sekejap mata, semua hal telah terukir menjadi kenangan. Sangking cepatnya, ketika mata terbuka, semua hal telah berlalu dibawa angin ke tiupan masa lalu dan yang tinggal terekam dalam hati adalah kenangan… Kenangan pahit dan manis, suka dan duka, semua terangkum dalam satu bab kehidupan. Bab demi bab yang terdiri dari anyaman-anyaman peristiwa… Peristiwa yang panjang dan penuh dengan makna…


Hari ini saya terduduk di sofa ruang tengah, terdiam dan terbata-bata.


Saya menyadari satu hal: tidak ada satu pun didunia ini yang dapat menghentikan waktu….


Dalam hening saya mendapat jawabnya:

Selama Tuhan masih memberikan waktu untuk saya nikmati, sekeras-kerasnya akan saya usahakan untuk membahagiakan semua orang yang saya kasihi…

Selama Tuhan masih memberikan umur untuk saya nikmati, sebaik-baiknya akan saya gunakan untuk mengukir segala hal yang terindah…

Agar bila saatnya nanti, semua kenangan yang teringat adalah hal yang manis adanya…


Dalam hening saya memohon kepadaNYA:


Tuhan, peganglah tangan ini dan tuntunlah selalu…

Mohon Tuhan menjaga hati ini agar selalu bersandar pada ketetapan-ketetapanMu…

Agar jangan ada sesal kudapati bila tiba saatku menoleh kebelakang,

Sebab selalu ingin kugambar warna-warna lukisan kehidupan ini dengan pena-pena FirmanMu…



-------------------------------------







(Sedang ingin menulis sehabis masak mujair goreng dan lalapan di Apartemenku, juga selalu bersyukur setiap kali teringat akan penyertaan Tuhan dalam hidupku...)



Arizona, March 20th, 2009