Sunday, May 31, 2009

Quote Of The Day

"The Grass on the nighbour's fence always looks greener than ours..."

So then, lets just enjoy our live!

-unknown-

Wednesday, May 27, 2009

White Shirt Rocks!









This is my lovely white shirt that can goes with any occassion!

Blink-Blink Shoes




Bought this pair of shoes at My Sister's Closet - one of the most favorite thrift store in Arizona Hehheh :-)

Here take a look my Stuart Weitzman :-)

Tuesday, May 19, 2009

Monday, May 18, 2009

Embelished Sandal





Flower Accent On My Sandal...

Pour la Victoire "Ella" T Strap Sandal: $225

(Got this from www.nordstrom.com)

Flowery Dress For Spring/Summer 2009


I wanted to have some dresses that can go fun with my activities during Spring and Summer seasons.
I searched at www.windsor.com and found some of good stuffs there and all prices are under $70.

Here, take a look!

Tentang Cinta

"Now Listen!"

"Bagiku, cinta pertama atau cinta ke-1000 pun sama sekali tidak penting!"

"Saat ini aku bersamamu."
"Besok pun akan begitu."
"Bulan depan pun tetap ada namamu."
"Di tahun-tahun yang akan datang pun hatiku bersamamu."

"Ada kamu dihatiku untuk sekarang juga untuk masa depan!"

"Do you understand what I'm saying?"
"Or do I have to explain it again?!"

*********

(Dia memandangku syahdu lalu memelukku...)

********


"Kamu ngerti bahasa Indonesia kan?! Apa aku perlu jelasin dalam bahasa Papua biar lebih ngerti?!"


Hahhaha :-)

Dan kita berdua pun tertawa!

-------------


(bukan cerita sungguhan sih, hehhe cuma ada dalam khayalan karena ingin menegaskan perasaanku saja bila dia bertanya... if incase he asks me...)

Something About Happiness!


Butuh waktu lama untuk hati, juga jiwa dan raga saya agar secara total dapat merasakan nikmatnya tinggal di United States of America. Saya tau mungkin teman-teman akan mengatakan: "Gila lo yah Sye, udah enak-enak juga dikasih kesempatan kerja, dan kuliah sambil jalan-jalan disono masih aja ngeluh...!!!"

Dude, living in US is not as happy as what everybody think! Especialy for a new comer like me...

Setiap hari dan setiap malam rasanya pikiran saya hanya tertuju pada keluarga tercinta di Cijantung. Nama-nama teman-teman terbaik saya selalu bermain-main dibenak. Seluruh otak saya hanya dipenuhi dengan kenangan-kenangan indah tentang Jakartah dan Indonesiah yang ruwet, macet, nyebelin sekaligus juga yang saya cintai...

Setiap pagi selalu aktivitas yang akan menghiasi hari saya adalah membuka Fashionesedaily, Facebook, Multiply, Friendster, Blogspot, Detiknews, Kompas, Tempo dan apapun jejaring maya yang dapat diakses untuk mengobati rasa rindu ini terhadap tanah air...

Satu hari saya mendapat email dari teman kuliah, berikut percakapan kami via internet:

Lusi: "Hi Sye, hows life in Arizona?"

Saya: "Uhm... It runs well, Lus but I still miss Jakarta..."

Lusi: "I know It's hard to have a brand new life in US but you have to get used to it..."

Lalu Lusi berkata lagi:

"Nisye, happiness isn't somethin' that we chase, but it is somethin' that we create... It is somethin' that we work on..."

------------

Saya terdiam sesaat. Kata-katanya begitu mengena dihati...

------------

Kebahagiaan itu bukan sesuatu yang kita kejar-kejar...
Kebahagiaan itu adalah sesuatu yang dapat kita ciptakan sendiri...
Sesuatu hal yang harus kita usahakan...

--------------

That's it...

While I'm taking a deep breath, my mind suddenly create my own happiness schedule!

------------

So now, GO CREATE YOUR OWN HAPPINESS, FELLAS!

-------------


Arizona, May 17, 2009



Thanks a bunch for myy best friend: Lusi Syahputra!


Picture from: HRumbino Photography

Thursday, May 14, 2009

Bila Kau Berlari Terlalu Kencang...


"Gimana kabar, Sayang..." Suara dibalik telepon itu menyapaku lagi siang ini. Malas-malasan kujawab pertanyaannya: "Baik-baik aja Yang..." Lalu kami terdiam. Desahan nafasku mengisyaratkan kata-kata yang belum sempat terucap untuknya. Aku tidak mau mengeluh lagi. Aku sudah berjanji kepada diriku sendiriku: Tidak Boleh Mengeluh, Nisye!

Suaranya diseberang telepon sana seperti membaca hatiku, "Sabar yah Sayang..." Dan benar, aku memang harus sabar... Tidak ada lagi kata-kata keluar dari bibirku. Disini, di Arizona yang yang tak berpantai, hidupku telah berlabuh kepadanya. Perahuku telah berlabuh dipelukan pantai seorang insinyur tambang. Telah kutinggalkan semua mimpiku dan semua hal yang kuinginkan di Jakarta, demi pria ini. Ini keputusanku. Aku telah memutuskan untuk tidak menerima tawaran pekerjaan yang menggiurkan itu demi dirinya. Aku telah memilih untuk hidup bersamanya disini. Lalu, kututup email berisi tawaran pekerjaan itu.

Pria itu berkata lagi: "Sayang, bila kau berlari terlalu kencang, kau tak akan melihat indahnya pemandangan disekelilingmu... Terkadang, kita perlu berhenti sejenak untuk menikmati hidup dan me-recharge kembali baterai hidup kita...".

"Usia-mu kan baru dua puluh empat, Sayang take it easy, banyak kesempatan lain yang akan menyapamu..." Pria itu mengatakan hal ini dengan suara lembut namun tegas.

Aku berusaha mengolah kata-katanya barusan. Dia benar... Aku perlu berhenti sejenak. Aku memang membutuhkan waktu sejenak untuk melihat indahnya dunia.

Cukup! Tidak ada keluhan lagi... Aku mengucapkan terima kasih kepadanya sambil berbisik: "Sayang, maafkan aku yang ingin berlari terlalu kencang...".

...Greeny Day...





I bought this green purse when we were in Palm Springs, CA. At first, it's kinda hard for me to think what match to this greeny bag?
Later on, I know that black can go to any unsual color!

So here is my experience.


(Black Dress from Thrift Store, Bag: Coach, Shoes: Ellie Tahari)

God Will Bless You Like Never Before!

God Will Bless You Like Never Before…


Sayup-sayup nada mengalun,

Sekujur tubuhku gemetar dibuat mendayu oleh lirik syairnya…


Diatas mimbar Pastor itu membacakan ayat-ayat penguat kalbu

Disudut kursi hatiku tertegun…


Gundah gulana hatiku telah disirnakan olehNya…

Bulan-bulan kekuatiranku telah ditepis olehNya…


Hari ini Tuhan Allah telah menjawab keluh kesahku…

Tangan rahmat dan kasihNya menopang hidupku…


Denting-denting nada pujian memburaikan airmataku…

Hatiku bersuka atas keajaiban yang telah dilakukanNya…


Tetes-tetes airmata membasahi pipiku…

Bisik-bisik doa kupanjatkan kedalam hadiratNya…


Siang ini hanya ada aku dan ucapan syukurku…

Sebab Tuhan telah memberkati hidupku dengan heran…


Saat Pastor berteriak-teriak mengatakan:

“Make a close covenant with God and one day you’ll see, God will bless you like never before…”


Bibirku pun berucap kata: Amin …

Karena jiwaku telah melihat keajaiban itu…



April 19, 2009. Arizona.


(Lord Jesus, I could sing of Your love forever…)

Suatu Hal Mengenai Kenangan

Sudah beberapa minggu terakhir saya merindukan suasana Indonesia. Saya kangen sama riuh pikuk pasar tradisional di Cijantung,pasar Beji di Depok juga Pasar Minggu. Saya kangen sama sayuran dan buah-buahan segar yang dijaja pedagang kaki lima dibawah teriknya matahari, saya kangen dengan peluh dan keringat saat berbelanja di siang hari. Saya kangen sama suasana pengab dan panas di Jatinegara, berbelanja berdua dengan Mamah, sambil asik tawar menawar sama Uda Padang yang tokonya selalu ramai pengunjung, selepas belanja tak lupa mengicip makanan khas Sunda, hidangan ikan goreng dan sambal lalap di lantai bawah Pasar Mester…


Saya kangen dengan Es Kelapa Bang Tagor di pinggiran Pasar Rebo, yang lapaknya kecil dan dindingnya penuh dengan poster Nicky Astria . Saya kangen dengan Soto Ayam Cak Min yang rasanya kecut-kecut segar dan semangkok harganya cuma Rp 8000. Saya teringat kembali sama masakan Padang favorit keluarga kami di perempatan lampu merah Cijantung, lapak milik Bundo berbadan gemuk yang selalu jadi tempat nongkrong kami. Saya kangen dengan kolak pisang Mak Inah yang lapaknya selalu laris manis dan hanya buka setiap bulan puasa tiba…


Saya kangen dengan itu semua…


Tidak pernah terlintas dalam pikir juga akal bahwa suatu hari saya akan merantau sejauh ini dari kampung halaman. Tidak pernah terbersit dalam mimpi pun, bahwa roda hidup akan membawa raga dan jiwa saya ini ke negeri Paman Sam yang mashur. Angin kehidupan telah meniupkan jejak langkah saya kesini, mengembara, menetas, menikmati, memendar, mengangguk patuh pada Sang Maha Kuasa juga mengagumi karya Ilahi yang telah diberikan pada saya, juga terus hati ini memendam rindu pada tanah kelahiran…


Rindu….


Setiap hari saya rindu…


Terkadang hati ini merasa, mengapa begitu cepat waktu berlalu… Mengapa detik-detik putaran waktu terlalu cepat laju rodanya sehingga dalam sekejap mata, semua hal telah terukir menjadi kenangan. Sangking cepatnya, ketika mata terbuka, semua hal telah berlalu dibawa angin ke tiupan masa lalu dan yang tinggal terekam dalam hati adalah kenangan… Kenangan pahit dan manis, suka dan duka, semua terangkum dalam satu bab kehidupan. Bab demi bab yang terdiri dari anyaman-anyaman peristiwa… Peristiwa yang panjang dan penuh dengan makna…


Hari ini saya terduduk di sofa ruang tengah, terdiam dan terbata-bata.


Saya menyadari satu hal: tidak ada satu pun didunia ini yang dapat menghentikan waktu….


Dalam hening saya mendapat jawabnya:

Selama Tuhan masih memberikan waktu untuk saya nikmati, sekeras-kerasnya akan saya usahakan untuk membahagiakan semua orang yang saya kasihi…

Selama Tuhan masih memberikan umur untuk saya nikmati, sebaik-baiknya akan saya gunakan untuk mengukir segala hal yang terindah…

Agar bila saatnya nanti, semua kenangan yang teringat adalah hal yang manis adanya…


Dalam hening saya memohon kepadaNYA:


Tuhan, peganglah tangan ini dan tuntunlah selalu…

Mohon Tuhan menjaga hati ini agar selalu bersandar pada ketetapan-ketetapanMu…

Agar jangan ada sesal kudapati bila tiba saatku menoleh kebelakang,

Sebab selalu ingin kugambar warna-warna lukisan kehidupan ini dengan pena-pena FirmanMu…



-------------------------------------







(Sedang ingin menulis sehabis masak mujair goreng dan lalapan di Apartemenku, juga selalu bersyukur setiap kali teringat akan penyertaan Tuhan dalam hidupku...)



Arizona, March 20th, 2009