Saturday, October 25, 2008

Aku Melihat Bulan di Bola Matamu...

Oktober berbulan purnama,

Cahayanya sama seperti pada oktober tahun yang lalu.

Kilaunya indah, seperti oktober tahun yang lalu...



Bila pada bulan oktober tahun lalu, terdapat aku, dia dan jarak,

Maka pada bulan oktober tahun ini, syukurnya aku dan dia tidak terpisahkan jarak lagi...

Hanya ada aku, dia dan bulan purnama di oktober yang indah ini...



Oktober berbulan purnama,

Bulan penuh berwarna putih, terangnya membawaku melaju tinggi ke awan-awan...

Jari jemariku dipegangnya erat-erat, seperti bulan yang sedang dipeluk langit...



Dan bila bulan purnama tidak tampak lagi,

Tak akan kucari kemana perginya karena pasti dapat kukatakan kepadanya:

"Aku selalu melihat bulan dimata-mu itu..."



(Arizona, Oktober 2008)

Thursday, October 16, 2008

Kisah Persahatanku Dengan Freeport's First Lady



Malu-malu kusebut namaku: "Saya Nisye, Bu...". Dia tersenyum hangat dan berkata: "Mari masuk Nis, Kamu dari Papua ya?". Dan mengalirlah percakapan yang tak terlupakan antara aku dan wanita ini. Hari itu aku membantu mengatur persiapan Open House Idul Fitri di rumah Presiden Direktur Freeport Indonesia, bila bukan karena hal ini, mungkin kisahku tak akan pernah terjadi. Ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan wanita berkulit putih itu, sudah berulang kali kami bertemu dalam acara gathering perusahaan, namun aku tidak tau apakah dia mengingat namaku atau tidak. Maklum, dia seorang istri Presdir dan aku bukan siapa-siapa, hanya karyawan administrasi saja. Aku bukan Manager juga bukan Vice President, bukan pula relasi bisnis suaminya. Namun, aura wanita itu begitu tenang, hawanya ramah menetramkan hatiku yang takut salah langkah didepan matanya.

Kami duduk di ruang makannya yang super besar, awalnya kami hanya berbicara mengenai lay-out kursi dan meja makan, design tenda, catering makanan dan persiapan untuk tamu lainnya. Lalu, kami terlibat dalam pembicaraan mengenai pekerjaan. Dia bercerita mengenai pengalamannya pertama kali bekerja di Freeport, juga awal pertemuannya dengan seorang Armando Mahler yang kini menjadi suami sekaligus ayah bagi ke-tiga anaknya. Kuperhatikan wajahnya yang keibuan itu sambil sesekali mengangguk dan tertawa kecil mendengar ceritanya. Kata-kata yang keluar dari bibirnya merupakan magnet bagiku, aku terkesima dengan santun bahasanya dan pribadinya yang humble. Aku tidak menangkap kesan keangkuhan seorang istri pejabat dari wanita ini. Bila meminta bantuan, dia pasti menomorsatukan kata "Nisye, Tolong kah...". Bila dia cemas mengenai sesuatu, yang keluar dari bibir tipisnya adalah: "Nisye, Saya pingin ini...". Wanita ini sungguh membuatku sangat bersemangat dalam menangani project Open House ini.

"Sudah berapa lama kerja di Freeport, Nisye?" Dia bertanya padaku. Belum sempat kujawab, mengalir lagi kata-kata darinya: "Kunci bagi orang yang sukses adalah jujur, kerja keras dan berdoa Nis...". Nasihat demi nasihat keluar secara lugas darinya. Banyak pengalaman manis dan pahit telah dilalui wanita ini selama bertahun-tahun bekerja di perusahaan tambang. Satu yang selalu dia tekankan kepadaku adalah kesabaran. Dan benar, dia telah mempraktekkan kesabaran itu, wanita yang duduk didepanku ini adalah hasil dari kesabaran yang dipupuknya selama puluhan tahun. Tentu bukan persoalan yang mudah baginya untuk setia mendampingi juga mendoakan seorang insinyur tambang dan hidup di kota kecil bersama tiga orang anak. Dia ceritakan masa kecilnya habis di kota Tondano, Sulawesi Utara dan bersama saudara-saudaranya dia merantau ke Papua hingga berhasil mendapatkan pekerjaan ini. Lalu setelah suaminya dipercaya menjadi VP, barulah dia mengambil keputusan resign dari pekerjaannya. Tapi kegiatannya tak berhenti sampai disitu, dengan semangat dia menceritakan aktivitasnya sebagai ketua PWT-Persatuan Wanita Tembagapura (perkumpulan istri karyawan Freeport Indonesia di Jobsita, Papua) dan PWKK. Ditunjukkannya kepadaku keahliannya dalam menyulam, menjahit dan memasak!

Fantastik! Dimataku dia hebat sekali! Dia seorang wanita karir yang jago memasak, menyulam dan menjahit! Suaminya pasti bahagia sekali hidup dengannya. Sambil melihat area design di kolam renangnya yang luas, dia berbisik kepadaku: "Nisye, kalo sudah nikah, nanti harus bisa ikat suami dengan masakan". Hahhaha aku tertawa keras sambil melihat matanya yang bulat, lalu dia memelukku. Dan kita tidak lagi membicarakan assignment project Open House ini. Sejak hari itu, kita berdua adalah teman. Pagi-pagi sebelum Open House berlangsung, dia melihatku mengenakan kebaya biru, dia berbisik ditelingaku: "Nisye, ini ngana pe pesta, karena ngana yang paling cantik hari ini..." Bulu kudukku berdiri, alamak, aku benar-benar GR. Hahhaha. Kutunjukkan padanya sepatu Rotelli seharga Rp 400.000 yang sengaja kubeli untuk acara ini. Dia tertawa kencang sambil berkata: "Your high heels is pretty, Saya juga senang high heels tapi itu dulu waktu masih muda..." Hahhaha. Semua wanita di dunia ini memiliki kesamaan: sama-sama menyukai sepatu cantik!

Open house selama 2 hari dikediamannya yang megah di jalan Sriwijaya berlangsung meriah. Banyak sekali tamu-tamu VIP dari kalangan pemerintah dan swasta yang datang berkunjung. Diakhir acara, aku berpamitan pulang dengannya juga kepada suaminya, wanita itu memelukku erat-erat dan mengucapkan terima kasih. Sejak itu, kami sering berbalas-balasan email. Dia sering mengirimiku email-email berisi nasihat hidup. Wanita itu juga mengucapkan selamat untuk pernikahanku. Saat kuceritakan kepadanya bahwa aku berada di Arizona, dia ternganga dan kaget luar biasa, namun sejurus kemudian kata-kata yang keluar dari bibirnya adalah petuah-petuah yang terdengar indah bagiku. Sosoknya adalah inspirasi bagiku. Persahabatanku dengan wanita ini membuatku percaya bahwa diluar sana, benar-benar ada wanita karir yang lemah lembut, matang dan jago memasak! hahhahha :-)

Terima kasih Tante Fany.... Hidupku tidak lengkap bila tak mengenalmu :-)

Tuesday, October 7, 2008

You are your best friend by Ira Petranto, PsyD

You are your best friend
For only you know how to cheer you up
For only you were there when you need someone the most

You are your best partner
For only you who loves you the way you are unconditionally
For only you who accept yourself like you do
For only you who wouldn't be cheated on yourself

You are your best kids
For only you who can let you be spoiled be whiny, be spontaneous, be joyful
You are your best boss
For only you who know how to direct you
For only you who can discipline yourself
For only you who knows what you need
No one in this world have the right to amend you or fire you

You are your best belonging
For only you know how to caress and protect it
So nobody can steal it from youFor it is your best possession
You are your best subordinate
That are very loyal and diligent when it comes to you
You are your best home
For its the only place you can come to after your long journey

Thanks for http://irapetranto.blogspot.com

Gambaran Sistem Pendidikan di USA

Gambaran Sistem Pendidikan di USA

Beberapa teman dari Papua yang ingin mengenal lebih lanjut mengenai sistem pendidikan di USA, mungkin berpikiran bahwa pendidikan di USA adalah hal yang sulit dicapai karena keterbatasan biaya dan lack of information. Bagi yang sangat ingin kuliah di USA namun tidak punya banyak biaya, jangan kuatir, ada banyak informasi yang bisa digali dari website di internet. Sebelum berbicara lebih lanjut mengenai hal-hal teknis tersebut, ijinkan saya untuk memberikan sedikit gambaran mengenai sistem pendidikan di USA.
Informasi ini berdasarkan pengalaman saya hidup di Arizona. Biaya hidup di Arizona lebih murah dibanding dengan kota-kota lain di State. Selain biaya pendidikan, calon mahasiswa juga perlu memperhatikan biaya hidup. Di Arizona, public tax-nya flat sekitar $8,1 (beda jauh dibanding dengan biaya hidup di San Fransisco, CA, NY, DC, etc).

Setelah lepas SMA, biasanya orang-orang disini akan memilih utk bekerja lebih dahulu ataupun ada juga yang langsung menuju ke Universitas / College yang sudah menjadi sasaran sebelumnya. Keunggulan pendidikan disini adalah fasilitas lengkap, dan banyak tutorial service yang gratis. Tempat saya berkuliah di South Mountain Community College
(www.southmountaincc.edu) memiliki fasilitas bintang lima dalam hal pelayanan kepada student yang telah mendaftar. Gym - Fitness Center tersedia disini, Lapangan utk Jogging Track, Library dan Computer Lab yang terbuka untuk umum, dan ada sistem Community Education (yaitu kelas-kelas umum, misalnya kelas komputer, microsoft course, photography class, painting class, pottery class, foreign language class, dll yang ditawarkan dengan harga sekitar $35 per kelas dan semua orang bisa mengambil kelas non-kredit dan waktunya biasanya saat weeekend / malam hari). Waktu belajarnya pun singkat, hanya sekitar 2 sampai 3 jam dalam kurun waktu 2-3 kali pertemuan. Untuk pelajar SMA yang ingin melanjutkan kuliah ke jenjang S-1, disarankan untuk mengambil kelas bahasa inggris dan test SAT agar dapat diterima di College-college di Amerika. Bagi calon mahasiswa pasca sarjana, disarankan untuk memiliki nilai TOEFL minimal 550 dan mempunyai GMAT/GRE.

Memilih kampus di USA

- University: Bedakan antara Public dan Private!

Public Uni seperti ASU ( Arizona State University), NAU (Northern Arizona University) dan UoA (University of Arizona) akan menetapkan syarat khusus agar kita bisa masuk. Misalnya: GPA: 3.00. Biaya lumayan mahal, karena public uni terkenal akan mutunya. Apabila ingin mencari kampus yang agak terjangkau, bisa juga mencari tambahan informasi di Private Uni, aku menemukan bahwa apabila kita pintar-pintar mencari kampus, ada beberapa Private University yang harganya lumayan terjangkau. di University Of Phoenix harga untuk 1 sks dari MBA Program adalah $500. Tapi, cycle-nya tidak seperti di Indo yang tiap 6 bulan sekali bayar SKS, disini cycle-nya per 6 minggu. Jadi apabila kita mengambil 3 SKS, maka kita akan membayar $1500 ($500 X 3 sks) per 6 minggu. Uang buku lumayan mahal, 1 buku yang baru bisa sekitar $150. Bisa diakalin dengan beli buku bekas via www.amazon.com (harga textbook rata-rata $70-$80). Selain itu juga harus bayar uang keaanggotaan perpustakaan per tahun $100.
Syarat masuk University selain GPA, international sudent juga perlu memperhatikan TOEFL. Minimal adalah 550. Utk program S-2: perlu pengalaman kerja 2 tahun dan ini harus dibuktikan dengan surat rekomendasi. Utk program MBA; harus punya nilai GMAT dan GRE.

- College: Pilih Public atau Private?

Pilihan yang paling murah adalah masuk ke Community College (public / own by government). Selain itu ada pula college yang harganya mahal, namanya private college - dimiliki oleh pihak swasta (ciri-cirinya: biasanya tidak diawali dengan nama kota dan tidak bertuliskan community college).
Untuk eligible mendaftar di public college, Syaratnya: harus membuktikan bahwa kita adalah resident di State tersebut dan sudah berdomisili sekitar 1 tahun. Kalau misalnya belum resident, biasanya akan diberi harga 4 kali lipat. Tapi bila sudah berdomisili 1 tahun akan langsung dpt harga yang murah. Di South Mountain Community College, harga 1 sks utk resident adalah $71, untuk yang non-resident (international student) $286.
Orang America biasanya mengambil program Associate Degree selama 2 tahun di College lalu akan meneruskan Baccalaurette program-nya (S-1) di Public Uni karena biaya 2 tahun di Community College lebih murah dibandingkan langsung masuk ke University. Saat sedang mengambil Associate degree atau setelah lulus Associate Degree biasanya mahasiswa America akan langsung mengambil Certification of Completion. Sertifikat ini juga ditawarkan di Community College utk menunjang practical/technical skill masing-masing student. Saya juga mengambil sertifikat di bidang Supervision and Management, jumlahnya sekitar 30 sks. Ada juga bidang lain seperti: Retail Management, Project Management, Certification Program in Health Science, Certificate in Computer / IT, dll.
Mahasiswa yang mengalami kesulitan bahasa bisa mengambil free tutorial di Academic Center. Atau bisa juga mengambil kelas ESL-English as a Second Language di kampus dan harganya lumayan murah ($71/sks).

Metode pengajaran: ground campus dan online learning. Disini, online learning adalah hal yg lumrah sekali karena menghemat biaya dan waktu.

Ujian: Biasanya tidak ada mid-test (UTS) dan hanya ada kuis + final exam. Tapi kebanyakan final-nya boleh open book.

Kehadiran: Maximal bolos: 3 kali. Bila lebih dari itu akan langsung kena dropped out atau bisa juga diberi nilai F oleh dosen. Bahaya kalo di transcript ada nilai F, kita butuh 3 nilai A utk merecover GPA agar tetap baik.

Kualitas Dosen: Pengajarnya rata-rata sudah berpengalaman dan biasanya sudah berlatar belakang pendidikan S-2. Salah satu dosen saya bergelar Doctor dari ASU dan mengajar mata kuliah Human Relations in Business. Ada lagi dosen mata kuliah Survey of Computer Information System yang lulusan graduate degree dari MIT-Massachusetts Institute of Technology, tidak terlalu mengarah kepada buku namun mengikuti trend yang sedang berjalan.

Pakaian: Bebas - sebebasnya. Saya sempat melongo saat pertama kali masuk kuliah, satu teman memakai sackdress dgn atasan tank top berwarna pink, plus bagian tubuh yng aduhai hahahha di Indonesia tidak pernah ada pemandangan begini.... America memang Free Country. Liberal sekali...
Buku: sama seperti Uni, harga buku juga tdk beda jauh di College.

- Beasiswa
Untuk memperoleh beasiswa, saya sarankan agar terus mencari via website dan juga menghubungi kampus yang bersangkutan. Beberapa situs beasiswa yang bisa menjadi pedoman adalah:
www.fastweb.com
www.scholarships.com
www.beasiswamu.com
www.rumahbeasiswa.com
www.databeasiswa.com

Apabila banyak waktu luang, diharapkan calon mahasiswa dapat menghubungi profesor atau konselor dari kampus yang ingin dimasuki sehingga dapat diberikan saran-saran serta bebas biaya pendidikan dan tidak menutup kemungkinan juga untuk mendapatkan bantuan biaya hidup.

Banyak mahasiswa asal Papua yang sukses belajar di USA dengan segala keterbatan, kuncinya adalah selalu mencari informasi, serta: ORA ET LABORA!

"When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it!"

Semoga berhasil!

Amole,
Nisye Veronica Woru