Saturday, April 25, 2015

Misfires ~ Gagal Ledak


Miss Fires siap jejingkrakan nonton FireStone ;) 










Friday, April 10, 2015

Coffee Shop @ Gading Serpong

Yak ampunnn aku seneng banget dengan kehadiran Scandinavian Coffee Shop di Gading Serpong ;) Setelah sekian lama penantian, akhirnya ada juga warung kopi model gini ;) Jadi gak perlu jauh-jauh ke PS / Kemang / Citos lagi ;) 

Kopinya nikmat, kuenya enak, ruangannya cozy, cocok untuk nongkrong sampe malem ;) Dekorasi mantab dan sofanya empuk. It's such a romantic thing that they play great lounge music and put a fresh flower in a small vase on the table ;) Really love the ambience ;) 

Heng would go here twice a day just to sip coffee and read all day while me get a chance to shop hahahahahah ;) Me likey...

Scandinavian Coffee Shop
Gading Serpong
Open 8.30 am to 11 pm







Tanamera Coffee @ Thamrin


Aktivitas ternikmat selama liburan adalah: nongkrong dari pagi sampai malam di coffee shop sambil baca buku, ngopi dan mamam kue seharian sepuas-puasnya seolah-olah cholesterol level cuma berkisar di angka 100-an bahahahhaaha;)) Maunyaaa ;)) 

Kemarin cuti ke Jkt syeneng banget bisa ke warung kopi ini karena Heng sudah sering lihat foto Tanamera di IG jadi yaudin sekalian kita icip-icip sama-sama ;)) Ternyata memang enak yah, Heng suka sama kopi Malabarnya yg berasa buah dan kue banana cake-nya juga endang bedindang bambaaanggg ;)) Kemarin kita sekalian icip fresh orange juice yg walopun harganya bikin tongpes tapi segerrrr deh... 

Sukaaaaaa ;)))




Sunday Brunch


The best thing to do on Sunday when both of us happen to be in Big Durian: Church & Brunch!!! 

Here's our fave list, hope you all love these restos too ;)) 

- Mercure Alam Sutera (pic above), 99rb/person, Sunday only

- Grand Cafe Hyatt Brunch 320rb/p
Sat & Sun 11.30-15 

- Grand Kemang Hotel 200rb/p
Sunday only 11-15, kids are free

- IL Mare Mulia non-alcohol 330rb/p
Sunday only 11-15

-Satoo Shangri-La 310rb-/p
Sunday only 12-15

-Asia Rest @Ritz Carlton Kuningan 260rb/p
Sunday only 

-Signature HI 250rb/p, kids50%off
Sunday only

-Sailendra JW Marriott 250rb
Sunday only 

-Jazzy Brunch Ritz Pacific 300rb
Sunday 12-15, live Jazz

**2015 price**

Diamond 101






Fast & Furious

I can't believe that FF7 will be the very last movie of my all time fave actor: Paul Walker :(( 

The first Fast & Furious movie was out on 2001 and it became my trigger to master Jakarta highway by car. Tahun 2001 adalah tahun kelulusan saya tingkat SMA & tahun dimana saya harus berani nyetir sendiri dari Cijantung Jakarta Timur menuju Grogol Jakarta Barat untuk kuliah. Jadi karena nonton film FF1 makanya saya berani nyetir jauh-jauh kesana kemari... Bahkan ketika Heng and I ke Univ Studio Calofornia pun saya bela-belain foto di booth-nya FF...

 I grew up by watching FF movies, from blondie young Paul Walker to handsome daddy Paul Walker, I watched them all... I can't believe now he's gone :(( 

So long Paul Walker... My teenager era won't be complete without seeing your action on Fast & Furious Movies...




Mau Pensiun Dimana?

Kemarin saya ngobrol panjang sama seorang teman yg sedang berangan-angan untuk pensiun di Singapore, dia sudah merencanakan jumlah tabungan beserta perkiraan biaya hidup disana sejak sekarang. Selama ini dia lahir dan besar di Jkta bersama suaminya, sehingga sudah puluhan tahun tinggal dipenuhi dengan kemacetan dan rutinitas ibukota yg padat. Dia juga merasa sumpek dengan kondisi Jkta yg lama kelamaan makin air-polluted dan dipenuhi dengan pusat perbelanjaan. Setiap weekend hanya dihabiskan dengan kunjungan dari satu mall ke mall yang lain, tidak ada taman luas untuk bermain seperti di US atau wisata alam seperti bahari atau pantai yang bisa dikunjungi. Sehari-hari hanya bertemu macet dan polusi. Sementara suaminya amat senang aktivitas outdoor seperti jogging dan naik sepeda. Sehingga mereka berdua merasa amat terobsesi dengan Singapore yg bersih dan ramah bagi pejalan kaki dan dimanjakan dengan transportasi umum yg mudah diakses.

Ketika sampai pada pembicaraan ini, saya pun masih berada pada kegalauan yg sama: dimanakah tempat hidup ideal bagi saya dan suami saat pensiun nanti? Saya punya beberapa alternatif dan sudah memikirkan hal ini sejak pertama kali nikah dengan Heng tapi sampai saat ini masih belum memutuskan acuannya ;) berikut analisa saya: 


1. Retired & Living in US

Saya dan Heng pernah tinggal dan bekerja di Phoenix, selama bertahun-tahun tinggal disana, kami juga menyempatkan diri untuk traveling ke berbagai kota, mulai dari east coast sampai ke west coast, sehingga kami sedikit banyak sudah mulai paham tentang seluk beluk kehidupan di US. Boleh dikatakan, kehidupan di US benar-benar nyaman, semua fasilitas kesehatan, transportasi dan kualitas hidup benar-benar enak... Mau apa saja ada, semua variabel terkontrol, aturan main jelas dan dijalankan dengan profesional. Banyak orang yg mengeluh dengan besarnya pajak yg harus dikeluarkan oleh pekerja di US tapi menurut kami, jumlahnya sesuai karena quality of life disana memang benar-benar nyaman, coba bayangkan: dimana lagi bisa hidup dengan jaminan kesehatan dengan pilihan rumah sakit beragam, harga rumah bisa dicicil hingga 30 tahun, mobil mewah pun terjangkau, sarana pendidikan dan informasi sangat mudah diakses, mau makan apapun bersih, mau Kuliner di pinggir pantai juga bisa... Semuanya ada dan menyenangkan ;) 

Hanya saja, pilihan untuk pensiun di US saat ini harus dieliminasi karena keluarga kami semuanya menetap di Indo dan kami berdua adalah tipe yg sangat sayang sama keluarga ;) Jadi gak sanggup kalau harus hidup berjauhan terlalu lama ;) Perjalanan LAX to Soetta ditempuh dengan waktu 16 jam saja hikzzz jauh banget kan... Itu kalau kita tinggal di Cali, nah gimana kalau misal kita tinggalnya di Phx, Co atau Nv??? Lebih jauh lagi kan ;(

Sehingga menurut kami, bekerja sementara waktu di US memang enak, bisa menjadi pilihan tetapi untuk saat ini, karena untuk menimba pengalaman, belajar banyak hal dll. Tetapi untuk pensiun disana sepertinya belum dulu ya ;) 


2. Pensiun di Singapore

Terus terang memang harus diakui bahwa Sinciapoh sekarang sudah menjadi negara maju, akses transportasi gampang, pusat hiburan dan olahraga beredar dimana-mana... Tapi entah mengapa, untuk saat ini saya merasa belom cocok dengan gaya hidup Singaporean yg mostly hidup diatas gedung pencakar langit, terkesan individualis dan hedonis. Walaupun memang tidak semua orang akan berlaku demikian tapi dengan semua kegemerlapannya, menurut saya Singapore cocok dijadikan tempat wisata belanja dan bukan untuk menghabiskan hidup di masa pensiun. Saya mikir, kalau pensiun nanti pinginnya bisa dekat dengan Papua dan melakukan aktivitas amal di tempat leluhur kami, dan Singapore masih terlalu jauh dari Papua ;(  

Berbeda dengan US: Singapore tidak punya mining business jadi nanti pasti Heng gak betah karena sudah pasti hidupnya akan lebih berguna bila bisa membagikan ilmu kepakarannya di bidang Tambang.

So for this time: bye bye Sinciapoh...


3. Pensiun di Australia 

Mining business memang sangat booming di Aussie dan punya banyak titik di berbagai area. Terlebih lagi, Heng punya banyak koneksi dan teman yg tersebar di hampir semua perusahaan tambang disana, so for us: getting a job in Oz is really easy especially Heng yg sudah berkali-kali diundang site-visit untuk Interview, nego gaji dan lihat suasana tambang disana. Heng juga beberapa kali mengajak saya ikutan berkunjung ke Oz dan to be honest, kualitas hidup di Oz memang enak, hampir sama dengan US, semua teratur dan predictable. Letaknya yg dekat dengan Indo juga merupakan hal yg baik... 

Sebenarnya, kami belum pernah berangan-angan untuk pensiun di Oz tapi bisa juga menjadi satu pertimbangan. Kami belum memikirkan detail biaya hidup dll tapi dengan maraknya mining company dan letaknya dekat dengan Indo maka negara ini boleh juga sih ;) Terutama Brisbane yg kotanya indah dekat teluk dan menurut kami merupakan perpaduan antara San Francisco dan Jayapura ;) 


4. Pensiun di Jakarta

Kota ini kelahiran saya dan walaupun awalnya Heng merasa asing tapi justru sekarang malah dia yg paling betah tinggal disini hahhahahah ;) Biar kata si kota Jkt ini: udah sering kita maki-maki sejuta sumpah serapah karena macet, sumpek, sumuk, kumuh, air-polluted and whatevaaa tapi teteup aja ya makkk kita gak pernah kapok untuk kembali.... Bahahahahah ;) Semoga tahun-tahun mendatang ada banyak improvement terutama di bidang transportasi dan planologi... Amin...


5. Pensiun di Serpong

Ini kota yg ideal untuk pensiun karena suasana belum terlalu padat, akses transportasi banyak, row jalan besar-besar, perbankan lengkap, dekat dengan bandara Soetta, fasilitas kesehatan pun banyak pilihan, kuliner dan hiburan dimana-mana, tapi mining company biasanya berkutat di area Jaksel nah kalau macet di tol itu gimana ya? Bisa naik kereta sih... Tapi semoga kedepannya ada improvement dalam hal penambahan gerbong kereta, penambahan armada angkutan umum, menambah ruas tol ke pusat bisnis di Jaksel/Jakbar dll Pokonya perbaikan transportasi ;) Amin!


5. Pensiun di Bogor

Bisa menjadi pilihan karena udaranya sejuk, harga bahan makanan murah, penduduk sekitar penuh keramahan, fasilitas olahraga banyak, tapi perlu ditanyakan kembali tentang: akses ke bandara, fasilitas kesehatan dan mining business ;) 


6. Pensiun di Bali

Boleh juga ide ini karena saya punya rencana buka usaha di Bali, selalu suka suasana Bali, bisa yoga dan ke pantai tiap hari, tapi yg masih menjadi concern adalah: mining company untuk Heng & letak kedekatan dengan keluarga inti kami ;) 


7. Pensiun di Jayapura/Sentani

This is a good idea, saya gak keberatan menetap di kota ini karena saya suka ambiencenya yg tidak terlalu padat, udara bersih, banyak pantai indah, ikan dan sayur selalu segar... Akses perbankan juga amat sangat bagus. Di Jayapura sudah banyak bank yg beroperasi: Bank Papua, CIMB Niaga, Bank Mandiri Prioritas pun ada, BCA, BRI, BNI, semua lancar jaya ;) Oh sebagai tambahan: di Timika bahkan sudah dibuka jaringan baru yaitu Bank Panin, Bank Mega dan Bank Muamalat... Asik banget ya... Kini memanfaatkan jasa perbankan di Papua dalam mengajukan KPR, berinvestasi, membuka rekening, deposito atau membeli reksa dana dan saham sudah semakin mudah ;) 

Tapi terus terang, saya masih concern dengan apakah ada fasilitas kesehatan yg memadai dikelola secara profesional dengan pilihan dokter spesialis yg berkualitas? Gak lucu kan nanti saat kita sudah tua malah harus sering bepergian ke kota lain hanya untuk berobat? 

Saya sangat berharap semoga akan ada improvement di bidang kesehatan untuk wilayah Indonesia Timur, semoga Pemerintah, Pengusaha dan kita semua bisa memikirkan dan mengambil bagian dalam mewujudkan berbagai pusat kesehatan seperti RS Jantung, RS Spesialis Penyakit Dalam, RS Kanker dll bukan hanya ada di Jawa tapi ada juga di ujung Indonesia... Amin...

---

Jadi kesimpulannya, saya dan Heng masih mencari kota pensiun dengan kriteria:

- fasilitas kesehatan dengan pilihan dokter spesialis yg berkualitas 

- fasilitas transportasi publik / highway yg memadai

- proximity to our families

- access to mining business 

- kesempatan beramal untuk Papua

- kualitas hidup: udara segar, fasilitas olahraga, kuliner dll

Demikian ulasan saya... Now you tell me, where would you like to retire?



Thank you Lord for being The God of second chances...

Friday, April 3, 2015

Ragam Tenun Tenganan Bali

Tenun dari daerah Tenganan Bali berikut ini dikenal dengan double ikat weaving dan membutuhkan waktu berbulan-bulan... Motifnya juga cantik-cantik ;) 

Sukaaaaa ;)

Pics are from Ibu Carol Clark. Gorgeous!




Informasi dalam Genggaman Tangan

Bulan Januari lalu saya memutuskan untuk menutup akun Path. Banyak teman yg menanyakan kenapa saya melakukan hal tersebut karena saat ini, aplikasi jejaring sosial Path sedang happening banget. Sebenarnya alasan saya simple saja, berikut penjabarannya: 

- saya ingin memaksimalkan fungsi HP sebagai sumber informasi, beberapa bulan terakhir ini, saya telah mendownload banyak aplikasi di HP misal: rumah.com untuk memantau harga properti incaran, dan juga aplikasi stock watch untuk melihat pergerakan saham, sehingga jumlah media sosial harus mengalah untuk mendapat ketahanan baterai. 

- aplikasi Instagram menurut saya lebih memberikan banyak informasi dibanding Path karena hanya dengan mengetik hashtag tertentu maka gambar yg hendak dicari akan tampil secara automatis di layar HP yg bersumber dari berbagai belahan dunia bahkan banyak gambar tidak bisa di-retrieve Google dapat dengan mudah terpampang dari Instagram. Misalnya: saya amat senang mencari tau tentang trend terbaru di bidang #fashion, #culinary dan #traveling maka hanya bermodal hashtag saja saya sudah mendapatkan update terbaru dari seluruh dunia. Berselancar di Instagram merupakan hiburan tersendiri bagi saya karena gambar dan visualisasi yg disuguhkan menjabarkan hal yg nyata, coming from real people & real life. Di Instagram mau cari apa saja ada ;) 

- Selama ini saya telah mendokumentasikan banyak foto & kenangan perjalanan hidup di Facebook & Blogger, sehingga akun Path rasanya kurang bisa diandalkan untuk mengumpulkan semua memori, karena tidak memiliki fitur "album" sehingga upload foto harus dilakukan satu persatu... Ide pendokumentasian foto sepertinya menjadi terlalu instan di Path. Belum lagi, aplikasi tsb yg menyedot banyak Megabyte dan jaringan yg sering macet sehingga lama kelamaan saya makin malas membuka aplikasi Path.

- Sejatinya, akun Path diperuntukkan kepada orang yg hubungannya dekat dan bisa dapat mengetahui kegiatan masing-masing termasuk akses untuk melihat aktivitas private masing-masing individu. Tetapi jujur saja, saya termasuk tipe orang yg tidak peduli dengan apapun hal yg terjadi diluar sana. Apabila terdapat kejadian baik/buruk yg menimpa para sahabat saya, alangkah lebih baik bila saya memanfaatkan teknologi dengan menelepon atau bertemu secara langsung, mengirimkan bunga atau kado sebagai ekspresi rasa sayang dibanding hanya sekedar keep in touch via media social belaka...

- Semua teman baik saya terhubung di jaringan Facebook, beberapa ada yg juga memiliki akun Path, sehingga merupakan redundancy bila saya mendapat konten berita yg sama tapi harus mendownload 2 aplikasi sekaligus. Di Facebook terdapat fitur untuk filter friends menjadi close friends yg hampir sama dengan Path, kita bisa mengatur siapa saja yg bisa melihat status/upload-an postingan kita.

- Terlalu banyak memiliki akun bisa berakibat buruk, yaitu menjadikan manusia sebagai budak medsos... Saya tidak mau menjadi orang yg seperti itu. Interaksi langsung dengan ketemuan, nelpon & SMS untuk orang tersayang lebih penting nilainya dibanding hanya sibuk seharian memperhatikan timeline orang dari satu medsos ke medsos yg lain... Buang-buang waktu menjadi budak medsos untuk apa? Tidak ada untungnya samsek...

- Aplikasi Twitter sengaja tidak saya tutup karena banyak mengandung informasi dari berbagai industri. Saya follow akun Toyota & MB Indonesia untuk update perawatan & harga mobil. Saya juga follow banyak akun pialang saham sebagai tambahan market review. Lalu ada juga akun promosi yg saya follow dari berbagai Mall di Jkt & akun kartu kredit BCA, Mandiri, Niaga untuk mendapat update diskonan, mid-nite sale, promo kuliner dll. Tak lupa, untuk kesenangan pribadi saya juga follow akun berita traveling & kata-kata mutiara dari pemuka agama yg selalu seru untuk diikuti ;) 

- Alasan terakhir: saya amat selektif memilih & mendownload aplikasi di HP karena saya menghindari malware yg biasa terselip dari berbagai aplikasi online. Hacker bisa masuk membaca informasi pribadi kita yg terhubung via email dsb. Jadi harus tetap hati-hati. 

---

Mari sama-sama berlaku bijak dalam memanfaatkan teknologi. Fasilitas internet hendaknya digunakan semaksimal mungkin untuk hal-hal yg bermanfaat bagi masa depan kita... 


Menjaga Kesehatan Ginjal



Forecast

Today's weather forecast: 
Heavy shower of blessings, strong winds to blow your worries away, followed by warm hugs & kisses ;)) 

Wednesday, April 1, 2015

Anak-Anak Tomawin Minggu Ini


Belajar mewarnai dengan kuas dan cat air ;) Hasil gambarnya bagus semua ;) 




Saturday, March 28, 2015